
Deg
Semua orang kembali terkejut dengan hal yang telah di katakan oleh bibi Meme.
"Apa maksudmu bibi Meme dengan mengatakan hal itu cepat katakan!"
Leo Huang kembali meradang dengan semua hal yang telah bibi Meme katakan.
"Kau ingin tau bukan tentang istri mu Leo Huang, ini."
Seketika itu juga bibi Meme melemparkan baju yang terakhir telah di pakai oleh Katarina ke arah Leo Huang.
Baju yang kini sudah penuh dengan noda darah.
"Kau ingin tau keadaan istrimu sekarang? istrimu yang cantik dan sedang mengandung telah aku lemparkan ke laut dan kini mayatnya mungkin sudah di makan oleh ikan - ikan disana."
"Aku melemparkan istri mu ke laut sama persis ketika pasukan mafia keluarga Lauw melakukan hal ini terhadap nona Louisa, agar dendam nona Marsha, dendam yang sama y bisa terbalaskan!"
Terdengar suara tawa mengerikan dari bibi Meme.
Tangan Leo Huang bergetar hebat ketika menerima baju yang terakhir di lihatnya, baju yang terakhir di pakai saat dirinya akan bercinta dengan istrinya..
Kini baju yang sama sudah berada di dalam gengaman tangan nya, baju memiliki noda darah segar yang berada di tangan Leo Huang.
__ADS_1
"Kalian semua akan mati!"
Detik itu juga Leo mengarahkan pistol nya kepada bibi Meme dan langsung menembak bibi Meme tepat mengenai jantung dada bibi Meme.
"Semua berpencar!"
Gerald langsung berteriak kepada semua anggota nya.
Dan baku tembak pun terjadi di dalam ruangan tersebut.
Air mata Leo mengalir dengan sangat deras saat Leo menembak semua pengawal Lady Dragon tanpa ampun.
"Akan aku bunuh kalian semua, aku bunuh, aku bunuh, aku bunuh!"
Tidak ada yang berani untuk melarang nya kali ini, hancur sudah hatinya, sakit sudah perasaan nya ketika untuk yang ke dua kali Leo Huang merasa tidak bisa menyelamatkan wanita yang sangat di cintai nya.
"Leo berhenti menembak, mereka semua sudah mati!"
Tuan James berteriak kepada anaknya ketika Leo terus menembak para mayat yang sudah terbujur kaku di hadapan nya.
"Leo, Leo dengarkan papa nak, dengarkan papa."
Tuan James mendekat ke arah Leo dan langsung merangkul tubuh anak laki - lakinya tersebut.
__ADS_1
"Aku belum membunuh mereka papa, aku belum membunuh semuanya!"
Di dalam pelukan tuan James Leo terus mengatakan hal tersebut, tangan dan kakinya gemetar, pistol dia lemparkan begitu saja Dan untuk kali ini Leo menangis dengan keras di pelukan Ayah nya.
Tidak ada yang bisa tuan James katakan selain hanya bisa memeluk dengan erat putranya yang kini kembali berduka.
"Untuk apa aku hidup papa, mereka telah membunuh istri Dan calon anak ku untuk apa papa!"
Tuan James hanya bisa menepuk - nepuk bahu anak laki - lakinya tersebut.
Satu anak laki - laki yang kini sudah beranjak dewasa, pintar di dalam berbisnis namun lemah di dalam cinta, kini anak laki - laki tersebut kembali berada di dalam pelukannya menangis meraung - meraung seperti anak kecil yang kehilangan orang paling dia cintai.
"Nak sabar ya sabar."
Tuan James membiarkan Leo Huang dengan erat memeluk tubuhnya di dalam ruangan tersebut.
Sampai Leo Huang pada akhirnya kelelahan dan pingsan.
Lelah dengan setiap masalah yang di hadapi nya terus menerus, lelah dengan semua hal yah tak pernah kunjung usai.
"Tuan James apakah kita dapat membawa tuan Leo Huang sekarang?"
Gerald yang sudah melihat Leo Huang pingsan segera mengatakan hal tersebut kepada tuan James.
__ADS_1
"Ya tuan Gerald ayo kita keluar dari sini."