RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
DOKTER CELINE MENGATAKAN


__ADS_3

Dengan berani Jin Lee mengatakan hal tersebut kepada Pedro.


"Jangan kau sentuh Katarina!"


Pedro mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan dirinya kepada Jin Lee.


"Tidak akan ada yang menjamin jika aku tidak akan mendekati nona Katarina tuan Pedro."


"Jika kau berani melakukan hal itu, Maka kau akan berhadapan dengan ku!"


Dengan penuh ketegasan Pedro mengatakan hal itu kepada Jin Lee.


"Santai saja, sebagai sesama laki - laki ada baiknya kita bersaing secara jantan, aku bisa melihat dengan jelas jika kau juga tertarik pada Katarina, mata mu tidak akan pernah bisa berbohong tuan Pedro!"


Tatapan mata Jin Lee tak kalah tajam ketika mengatakan hal tersebut kepada Pedro.


"Aku tidak akan sudi bersaing dengan mu tuan Jin Lee, karena kau bukan tandingan ku!"


Dengan tatapan tak kalah tajam Pedro mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee.


"Kau!"


Jin Lee menarik kerah baju Pedro dan bersiap memukul nya, namun semua hal tersebut terhenti ketika kini banyak orang yang melihat apa yang akan mereka lakukan.


"Lihat saja, kau akan menyesal dengan setiap perkataan yang kau katakan kepadaku!"


"Aku bukan seorang laki - laki yang hidup dengan rasa penyesalan tuan Jin Lee."


Pedro mengatakan hal tersebut sambil mendorong pelan Jin Lee.


Jin Lee langsung meninggalkan ruangan, karena kini semua mata sudah tertuju kepadanya.


Sedangkan Pedro menatap kepergian Jin Lee dengan mata Elang miliknya, ke dua tangannya kini mengepal menunjukan ada sesuatu hal yang sampai saat ini masih di simpan nya dengan erat.


"Pedro, ada apa?"


Katarina yang telah selesai merekam permainan musiknya segera kembali menghampiri Pedro.


"Aku tadi hanya berbicara sedikit hal dengan produser Jin Lee."


Katarina dapat merasakan bahwa Pedro sedang tidak baik - baik saja, meskipun Katarina tidak dapat melihat, namun perasaan nya sangatlah peka.


"Baiklah, aku akan mencoba mengerti keadaan mu, ayo Pedro kita pulang, besok kita harus kembali ke Huang Corp untuk melanjutkan pekerjaan kita lagi."


"Ya kau benar Katarina, ayo."

__ADS_1


Pedro membantu Katarina untuk berjalan keluar dari Huang Corp kembali ke rumahnya.


Sementara itu Leo Huang yang kini sudah tiba di Rumah Sakit segera menurunkan Lili dari mobil dan membawa Lili ke Unit Gawat Darurat.


"Tuan Leo sebaiknya anda tunggu di luar."


"Tapi Dokter dia itu putri ku!"


"Kami mengerti tuan Leo, namun untuk keluarga dari pasien harap tunggu di luar, itu sudah peraturan."


Setelah mengatakan hal tersebut para dokter dan juga tenaga medis lainnya segera masuk ke dalam ruang Unit Gawat Darurat.


"Tuan Leo, bagaimana keadaan nona Lili?"


Asisten Zoe yang kini sudah tiba di Rumah Sakit segera menanyakan hal tersebut kepada Leo Huang.


"Entahlah, Lili masih berada di dalam ruangan itu, dan aku tidak boleh masuk ke dalam."


Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil menunjuk ruang gawat darurat yang di dalam ruangan tersebut masih ada putri kecilnya.


"Baiklah kita tunggu saja tuan Leo sampai semua pemeriksaan selesai."


Leo Huang kini hanya bisa terduduk di kursi, dan menunggu hasil, timbul rasa penyesalan yang teramat dalam di hati Leo Huang saat melihat keadaan Lili, satu keadaan yang tidak pernah Leo Huang lihat sebelumnya.


Penyesalan Leo yang terdalam adalah terlalu sering meninggalkan Lili untuk mencari wanita yang sampai saat ini masih belum di ketahui keberadaan nya.


"Keluarga nona Lili."


Satu perawat mulai memanggil dan Leo yang mendengarkan perkataan itu segera bergegas menghampiri.


"Ya suster, aku adalah ayah dari nona Lili."


"Tuan, untuk hari ini nona Lili belum di izinkan untuk kembali ke rumah."


Hati Leo Huang sangat tersentak dengan perkataan dari perawat tersebut.


"Ada apa dengan putri ku suster?"


"Maafkan saya tuan, bukan wewenang saya untuk bisa menjelaskan keadaan nona Lili, sebentar lagi dokter Celine akan menemui anda."


Tepat di saat yang sama satu wanita muda cantik keluar dari ruang Unit Gawat Darurat.


"Apakah tuan muda ini keluarga nona Lili?"


"Betul Dokter Celine."

__ADS_1


"Baiklah, tuan muda kita harus berbicara tentang kondisi nona Lili di dalam ruangan ku, mari tuan muda."


Dokter Celine yang cantik menggiring Leo Huang untuk masuk ke dalam ruangan pribadinya dan pikiran Leo Huang yang kalut hanya bisa diam mengikuti Dokter Celine.


"Tuan muda, katakan kepadaku apakah nona Lili sering mengalami pendarahan yang keluar dari hidungnya?"


"Tidak Dokter baru kali ini aku melihat anak ku sakit."


Dokter Celine langsung mengernyitkan dahinya ketika mendengarkan perkataan Leo Huang.


"Anda yakin?"


"Yakin?"


"Maafkan aku tuan, namun sepertinya putri anda telah berbohong."


Deg


Hati Leo Huang sangat tersentak mendengarkan perkataan dokter Celine.


"Apa maksud Dokter?"


Wajah Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil menahan marah terhadap Dokter Celine.


"Dengarkan ini."


Dokter Celine langsung memutar rekaman suara Lili yang diam - diam Dokter Celine rekam saat memeriksa keadaan Lili, di dalam rekaman tersebut Lili bercerita kepada Dokter Celine keadaan yang sebenarnya, apa yang sebenarnya Lili rasakan, dan meminta Dokter Celine untuk tidak memberitahukan hal ini kepada Leo Huang.


"Berani - berani nya Lili seperti itu!"


Tangan Leo mengepal ketika Leo Huang selesai mendengarkan rekaman tersebut.


"Maafkan aku tuan muda, aku merekam secara diam - diam dan sengaja menunjukan bukti ini kepada anda, agar anda mengetahui keadaan nona Lili yang sesungguhnya."


"Dari hasil gejala yang terlihat nona Lili di curigai mengidap penyakit kangker darah, namun semua itu harus di buktikan dengan hasil pemeriksaan lengkap, dan hasilnya akan keluar esok hari."


Seperti petir yang menyambar ketika Leo Huang mendengarkan berita ini, sungguh di dalam hidup, Leo Huang yang sangat mencintai Lili putri kecilnya tersebut kini di hadapkan pada kenyataan bahwa kemungkinan putri kecilnya tersebut menderita penyakit kangker darah.


"Tuan muda, alangkah lebih baik saat ini anda menemani nona Lili, gadis kecil tersebut sangat membutuhkan anda, dan untuk tetap menjaga perasaan nya, jangan katakan kepada nona Lili bahwa kau telah mengetahui rahasia nya ini."


Leo Huang hanya terdiam dengan semua perkataan dari Dokter Celine.


"Baiklah Dokter, aku akan menunggu hasilnya esok hari."


Setelah mengatakan hal tersebut Leo segera keluar dari dalam ruangan Dokter Celine tanpa memandang Dokter Celine lebih lagi.

__ADS_1


Saat ini pikiran Leo Huang sedang melayang entah kemana, rasa sesak di dalam hati kini mulai dirasakan oleh Leo Huang.


Selama ini semangat nya untuk tetap berjuang, selama ini semangat nya untuk tetap hidup adalah putri kecilnya tersebut.


__ADS_2