RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
CINTA SATU MALAM


__ADS_3

Perasaan Katarina yang semakin hari menjadi lebih peka dapat merasakan sesuatu hal yang tidak beres sedang terjadi di dekat nya.


"Aku tidak apa - apa Katarina."


"Apakah kau yakin? apakah ada sesuatu hal yang ingin kau ceritakan kepada ku?."


"Tidak, karena semua baik - baik saja."


"Baiklah jika seperti itu."


"Aku pamit pulang nona cantik, cepatlah tidur ini sudah sangat larut."


"Pasti Pedro."


Pedro mengatakan hal tersebut sambil mencium tangan Katarina lalu pergi.


"Aku tau ada sesuatu hal yang saat ini sedang kau sembunyikan dari ku Pedro, kau tidak ada bedanya dengan ku, sama - sama menyimpan rahasia."


Setelah Katarina mengatakan hal tersebut Katarina masuk ke dalam rumah dan beristirahat.


Malam hari ini menjadi malam yang sangat melelahkan untuk semua orang, dan malam hari ini pun membuat seorang laki - laki bernama Leo Huang meminum banyak minuman beralkohol agar dapat melupakan rasa bersalah nya, semakin dia mengingat wajah Katarina semakin kuat rasa bersalah yang muncul di dalam hatinya.


"Kurang ajar kau gadis bodoh!"


Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil melemparkan gelasnya dan terus meracau karena mabuk, di hadapan asisten Zoe Leo Huang bisa dengan tenang mengatakan bahwa tidak akan pernah mengingat peristiwa bersama Katarina, namun saat sendiri tetap ingatan demi ingatan tersebut akan muncul dengan sempurna.


Pagi ini di apartment Wen Li.


"Jin Lee apa yang telah kita lakukan semalam?"


Begitu bangun Wen Li sudah mendapatkan dirinya telanjang di atas tempat tidur dengan Jin Lee berada di sampingnya.


"Hei Jin Lee bodoh, bangun!"


Wen Li sangat kesal karena meskipun dirinya sudah berteriak namun Jin Lee yang berada di sampingnya tidak bangun.


"Hmmm, ada apa?"


Dengan setengah tersadar Jin Lee mengatakan hal tersebut kepada Wen Li.


"Apa yang telah kau lakukan kepada ku!"


Wen Li mengatakan hal tersebut dengan suara nyaring di telingga Jin Lee.


"Hei berisik!"


Jin Lee yang mendengarkan suara teriakan dari Wen Li langsung terbangun.


"Astaga ada apa dengan kita Wen Li?"


Jin Lee yang kini sudah tersadar sangat kaget mendapati dirinya telah telanjang bersama dengan Wen Li.


"Kita mabuk berat Jin Lee dan terjadi hal ini."


Wen Li mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee dengan air mata yang mengalir.

__ADS_1


"Astaga."


Jin Lee mengusap kepalanya yang tidak gatal.


"Baiklah, kita lupakan saja kejadian tadi malam."


"Lupakan katamu?"


"Ya lupakan."


"Gampang sekali kau mengatakan hal tersebut Jin Lee?"


"Lalu apa yang bisa aku katakan padamu? tidak mungkin aku menjanjikan sebuah hubungan serius kepada mu Wen Li."


Deg


Wen Li langsung terdiam mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Jin Lee.


"Kita melakukan hal ini karena alkohol bukan atas dasar cinta."


Jin Lee mengatakan hal tersebut kepada Wen Li dengan sangat keras.


"Lagipula aku sangat yakin jika aku bukan lah laki - laki pertama yang melakukan hal ini dengan mu."


Deg


Hati Wen Li sangat sakit mendengarkan semua ucapan Jin Lee, meskipun benar apa yang dikatakan oleh Jin Lee, namun perkataan Jin Lee tetap masuk ke dalam relung hati Wen Li.


"Bersihkan dirimu karena hari ini kita akan kembali bertemu talent untuk proses rekaman."


"Arrrrrh, aku benci diriku! aku tidak mendapatkan cinta Leo Huang, kini aku tidur dengan laki - laki dingin seperti mu Jin Lee, aku benci, aku benci, aku benci!"


"Lihat saja Jin Lee aku tidak akan membiarkan diri mu pergi dari hidup ku!"


Dengan mata yang menatap dengan tajam Wen Li mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri, dengan sekuat tenaga Wen Li bangkit dari tempat tidur dan membersihkan dirinya.


Sementara itu pagi ini Pedro dan Katarina sudah kembali berada di Huang Corp. Proses rekaman yang di percepat membuat mereka harus sering kembali ke Huang Corp.


"Apakah kau baik - baik saja?"


"Tenang saja Pedro semuanya akan baik - baik saja."


Katarina mengatakan hal tersebut kepada Pedro dan masuk ke dalam ruangan untuk tes vokal Pedro.


Lama Katarina menunggu Pedro sampai pada akhirnya Katarina memutuskan untuk keluar ruangan dan berjalan sebentar, namun baru beberapa langkah keluar dari ruangan, kepala Katarina sangat sakit dan tiba - tiba saja Katarina terjatuh pingsan.


"Tuan Jin Lee coba lihat di ujung jalan ada seseorang yang pingsan."


Jin Lee dan satu karyawan yang kebetulan sedang melewati jalan tersebut langsung menuju ke tempat Katarina pingsan.


"Tuan ini nona yang kemarin memainkan biola di pernikahan tuan James."


"Ya kau betul, ayo aku akan membawa nya ke ruangan ku."


Jin Lee langsung menggendong Katarina dan membawa Katarina ke dalam ruangannya.

__ADS_1


"Tuan apa tidak lebih baik kita panggilkan saja Dokter?"


"Jika dalam waktu tiga puluh menit gadis ini tidak sadar baru kau hubungi dokter."


"Baik tuan Jin Lee."


Jin Lee langsung mengambil aroma therapy dan membubuhkan ke hidung Katarina, Jin Lee juga memijit - mijit kepala Katarina dengan perlahan.


Dengan perlahan tangan Katarina mulai bergerak.


"Apa yang terjadi dengan ku?"


Katarina sangat kaget karena kepalanya kini berada di atas pangkuan seorang laki - laki.


"Hei nona kau sudah sadar?"


Katarina yang langsung mengenali suara laki - laki tersebut bangun dengan sangat cepat.


"Ttttuan Jin Lee, apakah betul anda tuan Jin Lee?"


"Hmmm."


"Mmmaafkan aku tuan."


"Tak perlu kau minta maaf, semuanya sudah terjadi."


Jin Lee mengatakan hal tersebut sambil melambaikan tangannya kepada karyawan untuk pergi dari dalam ruangan nya.


"Tetap saja, aku sudah menyusahkan tuan Jin Lee."


"Apa yang membuat mu sampai pingsan seperti ini?"


Jin Lee kembali bertanya kepada Katarina sambil memberikan Katarina air putih hangat.


"Mungkin aku terlalu lelah tuan, maafkan aku yang belum professional di dalam hal ini."


Jin Lee terdiam menatap Katarina, baru kali ini Jin Lee menyadari jika Katarina adalah wanita muda yang cantik.


"Tuan apakah kau mendengarkan permintaan maaf ku?"


Katarina yang merasakan kebisuan di dalam ruangan segera mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee, Katarina tidak tau jika saat ini Jin Lee sedang menatap wajahnya dengan sangat tajam.


"Ya, ya aku mendengarkan permintaan maaf mu."


"Terima kasih."


Lalu tiba - tiba saja terdengar bunyi perut Katarina.


"Mmmaafkan aku tuan."


Katarina tertunduk malu ketika perutnya berbunyi tanda bahwa Katarina sedang lapar.


"Apakah kau datang kemari tidak makan?"


Dengan polos Katarina segera menggeleng - gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak tuan."


__ADS_2