RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
LEO KEMBALI


__ADS_3

"Baiklah Cassandra, kau harus semangat memasak bukan hal yang sulit untuk mu."


dengan cekatan Cassandra segera memasak makan malam di mansion Leo Huang.


Hal ini bukanlah hal yang sulit untuk Cassandra karena sejak kecil Cassandra sudah hidup mandiri tanpa ke dua orang tuanya.


Masakan demi satu per satu mulai di hidangkan di atas meja makan, wangi dari masakan tersebut sampai ke kamar Lili dan hal tersebut lah yang pada akhirnya membuat Lili keluar dari dalam kamarnya.


"Bibi, apakah ada bisa Lili bantu?"


Lili yang melihat Cassandra sedang menghias meja makan dengan cantik segera menawarkan bantuan nya.


"Tidak perlu nona Lili, malam ini nona cukup duduk dan. menikmati semua makan malam yang sudah aku masak untuk nona Lili dan juga tuan Leo."


Lili tersenyum mendengarkan perkataan dari Cassandra.


"Nampaknya bibi sudah sangat ahli di dalam memasak, lihat masakan bibi terlihat enak sekali, aku sampai ingin segera memakan nya."


"Aku sudah hidup sendiri dari aku remaja, itu sebabnya memasak bukan hal yang baru lagi untuk ku."


"Ah di mana orang tua bibi?"


"Papa meninggalkan aku karena sakit di saat aku kecil, sedangkan mama meninggal karena sakit."

__ADS_1


Lili langsung terdiam dengan semua hal yang di katakan oleh Cassandra yang masih menghias meja makan.


"Bibi mungkin nasib kita tidak jauh berbeda."


Seketika itu juga Cassandra langsung menghentikan seluruh kegiatan nya begitu mendengarkan perkataan Lili.


"Maksud nona Lili?"


"Aku juga kehilangan dua mama, papa mengatakan jika mama kandung ku meninggal di saat aku masih kecil, lalu aku bertemu dengan mama Katarina yang sangat sayang kepada ku, tapi ternyata Tuhan juga sangat mencintai mama Katarina, sehingga mama Katarina harus kembali pulang kepada Tuhan."


Lili mengatakan hal tersebut sambil menundukkan wajahnya.


"Nona Lili, sungguh aku tidak menyangka jika di usia mu yang masih sangat muda sudah terselip banyak duka, namun nona harus mengetahui jika nona di pilih Tuhan untuk menghadapi semua ini karena Tuhan tau nona mampu untuk menghadapi nya."


Cassandra mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Lili di atas meja makan.


"Nona mungkin kita baru pertama kali bertemu, namun jika nona tidak keberatan nona bisa menceritakan segala keluh kesah nona kepada ku."


Mendengarkan apa yang dikatakan oleh Cassandra Lili langsung menatap Cassandra dengan tajam.


"Betul bibi?"


Cassandra kembali menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Nanti kita bertukar nomor ponsel."


Tanpa butuh berpikir lagi, Lili langsung menganggukan kepalanya.


"Terima kasih bibi Cassandra."


Dan sore itu pada akhirnya terjalin sebuah persahabatan antara Lili dengan Cassandra.


Sementara itu di Huang Corp.


"Asisten Zoe apakah ada hal yang harus kita selesaikan hari ini ? jika bisa di tunda itu akan lebih baik karena aku ingin segera kembali ke rumah."


"Ada beberapa hal yang harus kita selesaikan tuan Leo, namun pekerjaan ini bisa di tunda."


"Baiklah jika seperti itu, aku akan kembali ke rumah terlebih dahulu."


Leo langsung berdiri dari hadapan asisten Zoe dan keluar ruangan untuk menuju ke parkiran mobil.


"Selamat malam tuan Leo."


Sesampainya di mansion, bibi Ai langsung menyambut kedatangan Leo Huang di pintu utama.


"Malam bibi Ai, bagaimana apakah wanita itu datang?"

__ADS_1


"Nona Cassandra sedang ada di dapur bersama dengan nona Lili tuan Leo."


"Lili?"


__ADS_2