
Gerimis menguyur Negara C, lima tahun berlalu sejak kejadian di Italia.
Satu perubahan besar telah terjadi pada Leo Huang sejak kejadian di Italia lima tahun yang lalu.
Satu kabar berita yang membuat jantung nya ingin berhenti berdetak.
Satu kabar berita yang membuat nya merasakan tidak ingin hidup kembali di dunia.
Satu kabar berita yang membuat nya ingin menjadi pembunuh yang dingin.
Satu kabar berita yang bisa membuat nya kembali ke kehidupan kotornya di masa lalu.
Namun semua itu tidak pernah Leo ulang kembali, namun semua itu justru menyadarkan dirinya untuk berubah menjadi laki - laki yang lebih baik lagi.
Seorang Leo Huang, laki - laki dewasa bermata Elang yang sangat pintar di dalam bisnis, namun laki - laki ini juga adalah laki - laki yang sangat rapuh di dalam cinta.
Leo Huang kini membiarkan rambutnya tumbuh menjadi panjang dengan kumis tebal yang sama sekali tidak pernah ingin dia cukur.
Leo Huang menjadi laki - laki yang sangat enggan untuk merawat lagi dirinya, kerut demi kerut mulai terlihat di sudut - sudut mata Elang nya.
"Selamat pagi papa Leo."
__ADS_1
Pagi ini Lili Huang seperti biasa masuk ke dalam kamar Leo dan memberikan ciuman sayangnya kepada sang Ayah.
Lili Huang yang kini telah tumbuh menjadi remaja menjadi gadis yang sangat cantik dan baik hati di hadapan semua orang.
Hati Lili kecil yang sangat hancur ketika mengetahui berita kematian sang ibunda Katarina sudah jauh - jauh dia hempaskan.
Lili Huang ternyata memiliki mental yang lebih kuat dari sang Ayah ketika mendengarkan kematian ibunda Katarina.
Dengan sekuat tenaga Lili Huang kecil bangkit dari rasa kehilangan dengan satu tujuan untuk tetap membuat Ayah nya memiliki semangat.
Setiap tahun di hari istimewa Leo Huang, Lili Huang lah yang selalu sibuk memberikan pesta kejutan untuk sang Ayah.
"Selamat ulang tahun papa Leo tercinta."
Pagi itu selain Lili membangunkan Leo Huang, Lili datang membawa satu kue cokelat berukuran sedang yang dia buat dengan tangannya sendiri.
Lili membuat kue tersebut untuk sang Ayah, meskipun Lili sudah mengetahui raut wajah Leo yang akan tetap datar, namun Lili tetap tidak akan melupakan satu tradisi kecil ini yang dulu selalu di lakukan oleh Katarina.
"Papa ayo bangun papa."
Lili yang melihat Leo Huang enggan membuka mata kembali memeluk sang Ayah untuk membuat Ayahnya bangun.
__ADS_1
"Ya, ya sayang papa akan bangun."
Leo langsung membuka mata dan duduk di tempat tidurnya.
"Selamat ulang tahun papa Leo, papa yang amat aku cintai."
Lili mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan kue cokelat di nampan, kue cokelat dengan lilin warna warni yang menyala kini tepat ada di depan wajah Leo Huang.
"Papa, ayo tiup lilin ini."
Dengan girang Lili mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang.
"Tapi sebelum papa meniup lilin, ucapkan satu permohonan doa papa kepada Tuhan."
Seperti biasa Leo hanya memberikan wajah datarnya di hadapan Lili
Leo langsung memejamkan mata untuk menghargai Lili.
Tuhan apakah aku boleh meminta untuk Katarina istriku tetap hidup?
Beberapa kata yang di ucapkan Leo Huang di dalam hati saat dirinya berdoa kepada Tuhan.
__ADS_1