
Dengan telili nona Chen membaca isi surat misterius tersebut, sedetik kemudian surat yang berada di dalam gengganman tangan nya di remas dan dirobeknya.
"Aku tidak akan membiarkan mu merusak semua hal Gerald!"
Dengan wajah marah nona Chen membuang semua robekan surat tersebut ke tempat sampah dan kemarahan nya terpaksa berhenti karena ada satu laki - laki yang tiba - tiba masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang, kau belum berangkat?"
Tuan James masuk ke dalam dan nona Chen langsung menyapa berusaha untuk meredakan kemarahan tersebut.
"Ya Chen, hari ini aku ingin berangkat ke kantor bersama dengan mu, apakah kau bersedia?"
"Tentu saja aku bersedia James."
"Ayo Chen."
Nona Chen tersenyum dan segera berdiri dari tempat duduknya.
"Ayo suami ku."
Nona Chen mengaitkan tangan nya ke lengan tuan James dan segera meninggalkan kamar utama untuk pergi ke kantor bersama - sama.
"Apa yang sedang kau pikirkan Chen?"
Tuan James yang melihat ada satu perubahan di dalam wajah nona Chen segera menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Tidak ada yang begitu serius James."
__ADS_1
"Apakah kau yakin?"
"Tentu saja sayang, James apakah aku boleh meminta sesuatu hal kepada mu?"
"Katakan saja Chen kau adalah istriku, aku tidak akan mungkin tidak memberikan apa yang kau inginkan itu."
"James, setelah selesai bekerja, aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan teman ku, namun ada syaratnya."
"syarat?."
"Ya syarat yang akan aku ajukan kepada mu."
"Katakan saja Chen."
"Aku ingin pergi sendiri tanpa kau harus ikut, aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan teman - teman ku, apakah kau tidak marah?"
"Terima kasih James."
Di dalam mobil nona Chen mendaratkan satu ciuman mesra kepada tuan James dan hal tersebut adalah satu hal yang paling di sukai oleh tuan James.
Sementara itu di mansion Leo Huang.
"Kau tidak boleh seperti ini lagi Leo."
Dengan pelan Katarina mengatakan hal tersebut kepada Leo sambil membantu nya memasangkan dasi.
"Apakah ada yang salah?"
__ADS_1
"Semalam kau memberikan permainan sampai kau terlambat bangun pagi ini, kau adalah pemimpin dan seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik untuk para karyawan nya."
Katarina mengatakan hal tersebut sambil terus memasangkan dasi untuk Leo Huang.
"Kenapa hari kau sangat cerewet nona Katarina?"
Dengan tangan nakalnya Leo mengatakan hal tersebut sambil menyentuh area sensitive Katarina.
"Astaga Leo, tangan mu nakal sekali!"
"Hahaha, maafkan aku sungguh aku tidak tahan dengan mu sayang."
Tanpa persetujuan Katarina Leo Huang langsung menyambar bibir manis tersebut, ciuman singkat yang mampu membuat Katarina hampir kehabisan nafas.
"Aku pergi, jaga diri mu baik - baik."
Setelah melepaskan ciuman panas nya Leo Huang langsung mencium puncak kepala Katarina dan mencium perut Katarina berkali -kali.
"Sayang papa pergi dulu, jangan nakal di dalam sana yah, jaga mama dengan baik."
Dengan lembut Leo mengatakan hal tersebut sambil mencium perut Katarina berulang - ulang.
"Pergilah Leo Huang, kita lanjutkan drama cinta ini pada malam ini."
"Kau yang berjanji kepada ku, jadi jangan salahkan aku jika malam nanti aku ingatkan janji mu itu."
Katarina tersenyum dan membiarkan Leo Huang berlalu dari hadapan nya.
__ADS_1
"Malam ini aku akan memberikan sesuatu hal yang spesial untuk mu Leo."