RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
ISTIRAHAT LAH


__ADS_3

"Aku tidak mau mendekam di penjara!"


Dengan berteriak Jin Lee mengatakan hal tersebut di hadapan para aparat.


"Kami hanya melakukan tugas tuan Jin Lee."


"Aku benci kalian, aku benci kalian!"


Para aparat langsung membawa Jin Lee ke salah satu penjara.


Sementara itu di mansion tuan Gerald.


" Tuan Gerald aku mohon bantu aku untuk bisa membebaskan Jin Lee."


Wen Li duduk memohon kepada tuan Gerald dengan segala air mata yang saat ini terus mengalir.


"Maafkan kami nona Wen Li, kami tidak bisa melakukan hal apapun lagi untuk tuan Jin Lee."

__ADS_1


"Tuan, kau dekat dengan tuan James, kau pasti bisa melakukan hal ini, kau tau aku langsung menuju bandara untuk bisa mendapatkan penerbangan paling cepat ke Kuba setelah aku mendapatkan kabar berita jika Leo Huang menyerbu mansion Jin Lee disini."


"Aku hanya seorang wanita yang tidak ingin melihat orang yang di cintai nya mendekam di penjara di Negara ini tuan Gelard."


Dengan tangisan yang semakin kencang Wen Li mengatakan hal tersebut kepada tuan Gerald.


"Maafkan aku nona Wen Li, aku tidak dapat membantu mu, hanya ada satu orang yang bisa membantu mu saat ini."


"Katakan kepadaku tuan Jin Lee siapa orang yang kau maksudkan itu?"


"Tuan Leo Huang, hanya tuan Leo Huang yang dapat memberikan bantuan kepada mu, jika tuan Leo Huang mencabut perkara ini maka tuan Jin Lee bisa di bebaskan."


"Jadi aku harus memohon kepada Leo Huang?"


"Ya nona tidak ada cara lain, anda harus datang kepada Leo Huang untuk memohon sendiri kepadanya."


Wen Li hanya bisa terdiam dengan semua hal yang dikatakan oleh tuan Gerald, Wen Li yang sangat mengetahui karakter dari Leo Huang hanya bisa tersenyum tipis mendengarkan saran dari tuan Gerald.

__ADS_1


"Mustahil tuan Gerald, mustahil jika Leo Huang mau untuk mencabut perkara ini."


"Apakah anda sudah mencoba nya? jika anda belum mencoba mengapa anda begitu yakin jika tuan Leo Huang akan menolaknya? tidak ada yang pernah tau ke dalaman hati seseorang nona Wen Li."


Wen Li semakin terdiam mendengarkan semua perkataan dari tuan Gerald, rasa kehilangan, rasa benci, rasa dikhianati yang kini menjadi satu di dalam hati Wen Li membuat nya sudah tidak bisa berpikir apa - apa lagi.


"Istirahat lah nona, aku melihat mu begitu lelah, nanti jika kau sudah bisa berpikir dengan tenang baru kita bicarakan lagi, di mansion ini banyak kamar, jika kau tidak berkeberatan kau bisa memilih salah satu kamar untuk beristirahat."


"Tenang saja, aku tidak memiliki maksud apapun ketika aku ingin menolong mu, saat ini aku mengerti apa yang sedang kau rasakan, jadi sebagai manusia aku ingin memberikan pertolongan kepada mu yang tak seberapa."


Setelah mengatakan hal tersebut tuan Gerald berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi meninggalkan Wen Li yang masih duduk terdiam.


Hanya air mata yang terus terdengar di ruangan tersebut.


"Tuan Gerald."


Satu pelayan membungkukkan badan begitu melihat tuan Gerald keluar dari ruang tamu menuju ke taman.

__ADS_1


"Di dalam ada satu wanita yang saat ini sedang menangis, kau urus dia, aku hanya tidak ingin mansion ku ini menerima air mata kesedihan dari seorang wanita."


__ADS_2