RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
KEHADIRAN WEN LI


__ADS_3

Nampak Gerald yang hari ini masih duduk termenung di dalam restaurant setelah kepergian nona Chen.


"Kenapa kau tidak melanjutkan minum mu tuan Gerald."


Deg


Gerald langsung menoleh ke arah suara yang mengatakan hal tersebut, mata nya seakan tidak percaya kepada satu sosok wanita yang kini sudah berdiri di hadapan nya itu.


"Nona Wen Li."


"Ya aku Wen Li seperti melihat hantu saja ketika kau melihat ku tuan Gerald."


"Bagaimana bisa, bagaimana bisa kau kembali ke Negara ini?"


"Bukan Wen Li jika dia tidak memiliki banyak cara untuk bisa melindungi dirinya sendiri, kau tidak bisa menggurungku tuan Gerald!"


Dengan tegas Wen Li mengatakan hal tersebut kepada Gerald.


"Ya terserah saja, asalkan kau tidak menangis seperti orang gila lagi seperti waktu itu."


"Ya aku memang wanita bodoh, yang hanya bisa mencintai meskipun tau bahwa cinta itu tidak akan pernah terbalaskan."

__ADS_1


"Ya kau memang wanita bodoh!"


"Dan kau juga laki - laki bodoh tuan Gerald."


Gerald langsung mengernyitkan dahinya ketika mendengarkan perkataan Wen Li.


"Aku bodoh? hei jangan kau menghina ku seperti itu."


"Aku tidak menghina mu tuan Gerald namun semuanya itu fakta, keberadaan ku di Kuba membuat aku mengerti siapa dirimu yang sebenarnya, lebih tepatnya saat kau mengurungku di mansion mu sendiri."


Satu perkataan Wen Li yang kini tiba - tiba di sesali oleh Gerald karena menaruh Wen Li yang cerdik di dalam mansion nya.


Wen Li mengatakan hal tersebut sambil tersenyum penuh kemenangan terhadap tuan Gerald.


"Apa yang kau sebenarnya nona Wen Li?"


"Aku tidak mau apa - apa darimu tuan Gerald, aku hanya ingin menjadi teman mu saja, kita memiliki nasib yang sama dengan orang - orang yang kita cintai, jadi tidak ada salah nya kita berteman bukan?"


Wen Li mengulurkan tangannya kepada Gerald, Gerald terdiam melihat tangan Wen Li yang telah di arahkan kepadanya.


"Kenapa kau diam saja dengan uluran tangan ku tuan Gerald apakah kau tidak percaya kepada ku?"

__ADS_1


"Ya sesungguhnya itu yang aku rasakan saat ini nona Wen Li."


"Sikap inilah yang membuat nona Chen meninggalkan mu tuan Gerald, bagaimana mungkin jika kau tidak percaya kepada orang yang mencintai mu sendiri, sikap ini yang membuat nona Chen pergi meninggalkan mu."


Wen Li mengatakan hal tersebut dengan penuh senyum kemenangan untuk yang ke dua kalinya.


"Kau memang bisa saja untuk berbicara."


Dengan berat hati pada akhirnya Gerald menerima uluran tangan Wen Li.


"Terima kasih karena sekarang kau menganggap aku sebagai teman mu."


"Jadi sebagai teman apa yang bisa aku bantu untuk mu? aku melihat kau menerima satu foto dari nona Chen."


Gerald kembali mengernyitkan dahi ketika Wen Li mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Darimana kau mengetahui?"


"Sudah aku katakan bahwa aku adalah Wen Li yang cerdik dan mengetahui banyak hal jadi bukan satu kesulitan besar jika aku bisa mengetahui garis besar apa yang telah kalian bicarakan tadi."


Gerald cukup terkejut dengan semua hal yang dikatakan oleh Wen Li namun perlahan - lahan Gerald mulai menaruh ke kaguman kepada Wen Li atas karakter nya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2