RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
BEBAN LILI KECIL


__ADS_3

"Bukan menjadi hal yang baik jika nona Lili memendam semuanya seorang diri."


"Segala sesuatu yang selalu di pendam itu seperti sebuah bom waktu jika suatu saat meledak akan menimbulkan bekas luka yang tak kalah dalam, sakit untuk orang - orang di sekitar kita yang seharusnya itu tidak perlu terjadi."


Michael mengatakan hal tersebut kepada Lili dan Lili mendengarkan semua perkataan Michael.


"Kau benar, mungkin selama ini aku selalu memendam semuanya seorang diri, aku sama sekali tidak pernah menceritakan Kesedihan ku ini kepada orang lain."


"Aku sama sekali tidak pernah memperlihatkan kesedihan ini kepada orang lain."


"Aku menutup nya dengan sangat rapat dan baru anda tuan Michael yang berani menegur ku untuk hal ini."


Lili kembali terdiam setelah mengatakan beberapa perkataan tersebut kepada Michael m


"Tuan Michael tentunya anda tau jika sampai saat ini papa Leo belum bisa menerima kematian dari mama Katarina hanya karena papa tidak menemukan jenasah mama Katarina."


"Awalnya aku pun berpikiran sama, aku juga menyakinkan diriku sendiri bahwa semua yang dikatakan oleh papa itu benar sampai aku menemukan ini di dalam kamarku sendiri."

__ADS_1


Lili menunjuk kan satu buku berukuran sedang kepada Michael.


"Ini adalah buku harian mama Katarina yang sengaja mama Katarina letakan di laci meja ku."


Deg


"Buku harian?"


Michael yang kini menemukan hal baru langsung mengernyitkan dahinya.


"Ya buku harian ini lah yang pada akhirnya menyadarkan aku jika memang benar mama Katarina sudah pergi."


Air mata Lili kembali mengalir saat Lili mengatakan hal tersebut kepada Michael


"Perkataan apa yang berada di dalam buku harian tersebut sehingga membuat nona Lili begitu yakin jika nyonya memang betul - betul sudah meninggal?"


Lili yang mendengarkan pertanyaan tersebut kini kembali terdiam.

__ADS_1


"Satu hari sebelum mama di culik, mama menuliskan banyak hal di dalam buku harian ini."


"Saat itu sepertinya mama Katarina sudah memiliki firasat bahwa mama Katarina tidak akan kembali lagi ke mansion, itu sebabnya mama Katarina menuliskan untuk aku tetap merawat papa setelah kepergian nya."


"Mama Katarina juga menuliskan semua kebiasaan mama sebelum papa berangkat ke kantor, mama menuliskan makanan kesukaan papa, mama menuliskan hal - hal kecil yang di lakukan oleh mama untuk papa."


"Semua di tulisan mama Katarina di dalam buku ini dengan sangat terperinci."


"Mama yang mungkin pada saat itu sadar bahwa usia nya tinggal sebentar lagi tidak melewatkan sedikit pun hal yang akan di tuliskan, dan semuanya tertuang di dalam buku ini."


"Saat pada akhirnya aku mengetahui keberadaan buku ini dan membaca kata demi kata yang di tuliskan di saat itulah aku sadar bahwa mama Katarina sudah betul - betul tiada."


"Mama Katarina ingin aku mengantikan semua hal yang mama lakukan untuk papa Leo."


"Namun mama Katarina sepertinya tidak pernah memikirkan jika aku hanyalah seorang gadis remaja yang masih belum bisa sepenuhnya mengerti urusan orang dewasa."


"Aku harus menjadi dewasa sebelum waktunya agar aku bisa melakukan semua hal yang mama Katarina inginkan."

__ADS_1


"Dan itu rasanya sakit, sakit sekali."


Lili yang se akan - akan hari ini berhasil untuk memuntahkan segala isi hatinya menceritakan semua hal tersebut dengan berderai air mata kepada Michael.


__ADS_2