RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
LEO HUANG MENYENDIRI


__ADS_3

" Aku, aku sedang mencari tongkat ku, Pedro ayo tolong bantu aku!"


Katarina mengatakan hal tersebut kepada Pedro dengan berlinang air mata.


"Baiklah, baiklah kau harus tenang, kau tidak boleh menangis Katarina."


"Cepat Pedro!"


Katarina yang seakan - akan kini tidak memperdulikan lagi apa yang telah dikatakan oleh Pedro hanya berkonsentrasi kepada tongkat nya saja.


"Ketemu, ini."


Pedro yang telah menemukan tongkat Katarina segera menyerahkan tongkat tersebut ke dalam tangan Katarina, Katarina yang telah menerima tongkat nya kembali segera berdiri dan mengejar seseorang yang dia sendiri tidak tau harus mengejarnya kemana.


Dengan keadaan buta Katarina berlari ke arah lobby kantor.


"Katarina, tunggu ini sangat berbahaya!"


Pedro yang melihat keadaan Katarina panik segera ikut mengejarnya.


"Dia tidak ada, laki - laki itu tidak ada lagi."


Katarina yang kini telah sampai di lobby kantor memutar - mutar badannya beberapa kali sambil terus menangis, Katarina sangat tidak rela karena kini dia kembali kehilangan jejak...

__ADS_1


"Katarina, ada apa?"


"Dia tidak ada, dia tidak ada!"


Dengan gugup Katarina mengatakan hal tersebut kepada Pedro.


"Hei aku mohon sadar lah, siapa yang kau maksud tidak ada? kenapa kau mengatakan hal tersebut sambil menangis hebat seperti ini?"


Pedro yang masih bingung dengan sikap Katarina langsung mengatakan hal itu sambil menguncang - guncang tubuh Katarina, dan Katarina yang kini telah sadar langsung terduduk dan mencoba untuk menghapus air matanya.


"Katakan kepada ku apa yang sebenarnya terjadi?"


"Maafkan aku Pedro, aku belum bisa menceritakan hal ini kepada mu."


"Maaf aku belum bisa mengatakan hal itu."


"Baiklah, baiklah, sekarang tenangkan dirimu terlebih dahulu."


Katarina segera menarik nafasnya dalam - dalam dan mencoba untuk kembali tenang.


"Ya Pedro, maafkan aku telah membuat mu panik, ayo kita kembali ke ruangan."


Pedro sungguh takjub melihat semuanya, dengan cepat Katarina merubah raut wajah, dengan cepat Katarina menghapus air mata kesedihan dan kini sudah kembali berdiri lagi untuk melanjutkan pekerjaan nya.

__ADS_1


Sebenarnya Pedro ingin bertanya lebih banyak lagi kepada Katarina, namun melihat kondisi Katarina pada akhirnya Pedro hanya bisa memendam rasa penasaran nya tersebut di dalam hati saja.


"Sementara itu Leo Huang yang kini sudah berada di dalam parkiran mobil segera menarik nafasnya dengan tenang."


"Hampir saja, cih aku sedang tidak ingin bertemu dengan wanita buta itu."


Leo Huang mengatakan hal tersebut dan segera melajukan mobilnya ke suatu tempat yang membuatnya bisa melepaskan penat.


Hari ini tuan James, dan Jin Lee beserta dengan nona Chen dan Juga Wen Li mendatangi Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang mereka.


" Ceo Huang Corp itu memang selalu menyusahkan."


Jin Lee mengatakan hal tersebut kepada semua orang yang kini telah selesai melakukan pemeriksaan.


"Kau tidak boleh berkata demikian Jin Lee."


"Kenapa aku tidak boleh mengatakan kebenaran? bukti nya di saat kita semua berada di Rumah Sakit, kita tidak tau keberadaan nya sama sekali."


Jin Lee mengatakan hal tersebut dengan sangat kesal, karena hari setelah melakukan rapat keluarga Leo Huang malah pergi dan tidak diketahui keberadaan nya.


"Chen antarkan aku untuk bertemu dengan Lili cucuku, aku lelah mendengarkan semuanya."


"Ayo James."

__ADS_1


Tuan James yang kembali mendengarkan perkataan Jin Lee yang tajam memilih untuk segera pergi ke ruang rawat Lili.


__ADS_2