
"Selamat pagi mama."
Pagi itu tiba - tiba Lili masuk ke dalam kamar Katarina dan Leo.
"Pagi sayang."
Mendengar perkataan Katarina yang membuka mata saat merasakan ciuman sayang dari Katarina Lili langsung terdiam.
"Ada apa Lili?"
"Kenapa mama tidak memakai baju?"
Deg
Seketika itu juga Katarina tersadar jika dirinya hanya berbalut selimut putih.
"En anu, anu sayang."
"Ma, kenapa tubuh mama ada tanda - tanda aneh ini?"
Deg
Katarina kembali terdiam ketika Lili menyelidiki tubuh Katarina dan terdapat banyak tanda cinta yang diberikan Leo kepada tubuhnya.
"Mama sedang sakit ya?"
Dengan polos gadis kecil tersebut bertanya kepada Katarina.
Mendengar pertanyaan Lili Katarina semakin mematung tidak bisa menjawab, di dalam hati keluar sumpah serapah untuk Leo yang ternyata semalam meninggalkan banyak tanda cinta di tubuhnya..
__ADS_1
"Mama, mama mendengarkan Lili?"
Karena Lili melihat Katarina mematung menatap nya, Lili kembali bertanya.
"Ah mama baik - baik saja sayang, mama tidak sakit, mungkin ini di gigit nyamuk."
"Bukan ma, gigitan nyamuk tidak akan berbentuk seperti ini?"
Lili mengatakan hal tersebut sambil menyelidiki kembali tubuh Katarina.
"Lalu kenapa mama tidur tanpa pakaian?"
Deg
Katarina kembali membeku saat Lili menanyakan kembali hal tersebut.
"Apakah tidak dingin ma dengan tidur tanpa pakaian? nanti kalau mama sakit bagaimana?"
"Sayang, ayo turun, kau di cari bibi Ai untuk sarapan."
Satu laki - laki tampan membuka pintu kama dan mengatakan hal tersebut kepada Lili.
"Ah jadi bibi Ai sedang mencari ku papa?"
"Ya sayang, bibi Ai menunggu mu di bawah untuk sarapan."
Lili langsung melirik ke arah Katarina.
"Nanti papa dan mama menyusul mu sayang, jangan khawatir."
__ADS_1
"Baiklah, mama segera pakai baju karena pasti dingin."
Lili berlari ke luar kamar sambil mengatakan hal tersebut kepada Katarina.
Wajah Katarina kini merah seperti tomat saat Lili mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Berterima kasih lah kepada ku, karena aku telah menolong mu dari pertanyaan - pertanyaan Lili."
Leo mengatakan hal tersebut sambil duduk di sisi tempat tidurnya.
"Jangan mendekat Leo Huang!"
Katarina mengatakan hal tersebut sambil rapat seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Tak usah kau tutup lagi tubuh mu, aku sudah melihat semuanya, aku juga sudah menyentuh semuanya, jadi tak ada gunanya lagi kau menutup erat tubuh itu, karena aku sudah melihat semua isi di balik selimut yang saat ini kau pegang dengan erat.
"Jangan mendekat Leo!"
Leo tersenyum ketika Katarina semakin menutup erat tubuhnya dengan selimut.
"Mandilah aku dan Lili menunggu mu di bawah untuk sarapan."
Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil mengecup puncak kepala Katarina, membelai rambut Katarina lalu segera pergi meninggalkan kamar.
Kini hanya Katarina sendiri berada di dalam kamar, memandang punggung Leo yang semakin tidak terlihat.
"Mungkin aku sudah gila!"
Hal tersebut yang dikatakan oleh Katarina sambil menggelengkan kepalanya, rasa yang tidak bisa kini semakin tumbuh subur di dalam hatinya, entah sejak kapan Katarina melupakan balas dendam nya tersebut, namun saat ini Katarina mencoba untuk tidak melawan perasaan nya sendiri.
__ADS_1
Dengan menarik nafas dalam Katarina turun dari tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Kau sungguh sudah gila Katarina, semalam kau hanyut di dalam permainan gila laki - laki itu."