
Dengan langkah ringan sambil menggendong Lili Leo masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.
Sepanjang perjalanan ke dalam kamar Katarina meliha kebersamaan Lili dan Leo dari dapur, Katarina tersenyum melihat mereka, ada satu kehangatan menjalar ke dalam hati Katarina.
"Astaga, rasa apa ini, ayo sadar Katarina, sadar rencana mu juga belum di mulai kenapa rasa hati mu aneh seperti ini."
Katarina memukul - mukul kepalanya sambil mengatakan hal tersebut dan langsung kembali ke dapur.
"Nah papa ayo duduk."
Setelah membersihkan diri dan keluar dari dalam kamar Leo Huang segera kembali ke meja makan bersama dengan Lili.
"Sayang ini makanan untuk mu, kau harus banyak sayur agar kesehatan mu tetap terjaga."
Katarina mengatakan hal tersebut sambil memberikan semangkok sup hangat untuk Lili.
"Terima kasih mama."
Lili menerima mangkok sup dari Katarina itu dengan bahagia, Lili merasakan kasih sayang seorang Ibu yang tidak pernah dia rasakan.
"Ma, makanan untuk papa mana?"
Deg
Perkataan polos Lili membuat Katarina mematung karena Lili juga meminta Katarina menyiapkan makanan yang sama untuk Leo Huang.
"Sayang tidak usah, papa kan bisa mengambil sendiri makanan ini."
"Tapi pa, Lili saja di ambilkan oleh mama, apalagi papa suami mama, pasti mama sayang sekali dengan papa."
__ADS_1
Deg
Untuk kesekian kalinya Katarina di buat terdiam karena perkataan polos Lili.
"Ma, mama mendengarkan Lili kan?"
"Ah tentu saja sayang, baiklah mama akan mengambilkan semua makanan untuk papa."
Dengan cekatan Katarina mengambilkan semua makanan dan menaruh makanan tersebut di depan Leo.
Rasakan biar kau sakit perut karena kekenyangan.
Katarina mengambilkan makanan untuk Leo dengan jumlah yang banyak.
Maksud mu apa wanita bodoh!
"Papa ayo makan."
Lili mengatakan hal tersebut kepada Katarina yang juga Leo lalu segera menyantap makanan mereka masing - masing, namun Leo berhenti menelan semua makanan dan langsung lari keluar dari meja makan menuju ke belakang.
"Sayang ada apa dengan papa?"
Katarina merasa heran ketika Leo tiba - tiba berlari ke belakang.
"Ah mama, seperti nya mama belum mengetahui jika papa sangat benci dengan makanan pedas."
Lili yang melihat ke dalam piring makanan Leo segera mengetahui jika Leo telah menelan makanan pedas tersebut.
"Ah maafkan mama sayang, mama sungguh tidak mengetahui nya."
__ADS_1
Katarina langsung menatap piring yang berisi makanan untuk Leo yang memang Katarina sudah menaruh banyak cabai di sana.
"Jadi sekarang mama harus bagaimana sayang?"
"Tak masalah ma, papa punya obat nya kita lanjutkan makan saja."
Katarina tersenyum dengan semua kecerdasan yang Lili miliki.
"Ayo, mama sudah lapar."
Katarina mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Lili.
Malam hari itu berakhir dengan Lili dan Katarina yang menghabiskan makanan mereka.
Sedangkan Leo Huang sama sekali tidak kembali ke meja makan bersama dengan mereka.
"Ma, aku ingin mama menemani aku hingga aku tertidur."
"Ayo sayang."
Selesai merapikan meja makan, Katarina masuk ke dalam kamar Lili.
"Jadi malam ini mama akan tidur dengan mu seperti itu?"
Lili langsung menggelengkan kepalanya ketika Katarina mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Lalu apa yang harus mama lakukan?"
"Peluk Lili sampai tertidur, nanti setelah Lili tertidur mama baru bisa keluar dari kamar, temani papa ma, papa butuh mama."
__ADS_1