RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
KAKi PEDRO


__ADS_3

" Bagaimana keadaan nya dokter?"


Sesampainya dokter Celine ke rumah sakit, dokter Celine langsung menanyakan keadaan Pedro kepada para dokter yang berada di sana.


"Apakah anda salah satu keluarga tuan Pedro?"


"Ya dokter aku adalah tunangan tuan Pedro, jadi bagaimana keadaan tuan Pedro."


"Mari ikut kami."


Salah satu dokter mengajak dokter Celine untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Ini hasil pemeriksaan tuan Pedro."


"Kemarikan saja dokter, kebetulan aku juga seorang dokter di Negara C, jadi aku bisa membaca laporan kesehatan ini dengan baik."


Dokter Celine langsung meminta laporan kesehatan Pedro kepada dokter yang ada disana.


"Kaki kiri harus di amputasi?"


Itulah kata - kata yang keluar dari mulut dokter Celine saat membaca laporan kesehatan Pedro.


"Ya nona, tuan Pedro mengalami cidera yang cukup berat pada kaki sebelah kiri, dan jalan satu - satu nya kaki tuan Pedro harus segera di amputasi."

__ADS_1


Dokter Celine langsung terdiam memandang semua laporan kesehatan Pedro yang masih ada di depan matanya itu.


Sebagai seorang dokter, tentu tau hal buruk apa yang akan terjadi jika kaki Pedro tidak segera di amputasi.


"Bagaimana nona? kami harus mengambil tindakan yang cepat agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan."


Dengan menarik nafas panjang dokter Celine mengambil alat tulis dan membubuhkan tanda tangan persetujuan keluarga untuk tindakan operasi.


"Lakukan yang terbaik untuk Pedro dokter."


Setelah selesai membubuhkan tanda tangan dokter Celine segera mengembalikan laporan kesehatan tersebut kepada dokter yang hendak melakukan tindakan medis kepada Pedro.


"Maafkan aku Pedro, namun jika aku tidak menyetujui operasi ini maka itu akan berdampak lebih buruk lagi terhadap kesehatan mu, semoga kau bisa menerima segala sesuatunya dengan baik ketika kau sudah sadar nanti."


Dokter Celine mengatakan hal tersebut dengan duduk di meja sendirian dengan ke dua tangan yang terlipat.


"Baik tuan Johnson aku pasti akan menemani Pedro."


Selesai melakukan panggilan di ponsel dengan tuan Johnson Ayah Pedro, dokter Celine segera bergegas ke ruang rawat Pedro..


"Nona tengah malam nanti tuan Pedro akan segera sadar dari obat bius."


"Terima kasih dokter, aku akan tetap berada di ruangan ini sampai tuan Pedro sadar."

__ADS_1


"Baiklah nona, kami undur diri terlebih dahulu."


Beberapa dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap Pedro kini keluar dari ruangan tempat Pedro di rawat.


"Aku tidak tau apa reaksi mu nanti jika kau mengetahui bahwa kaki mu telah di amputasi."


Dokter Celine mengatakan hal itu sambil mengenggam erat tangan Pedro.


Malam yang semakin larut, namun dokter Celine terus terjaga di samping Pedro..


"Hei, kau sudah sadar?"


Sesuai perkataan para dokter di tengah malam yang larut Pedro pada akhirnya membuka mata.


"Celine, untuk apa kau masih mengikuti ku juga? ini dimana? ah sakit!"


Pedro mencoba menggerakan tangannya.


"Pedro kau tidak boleh banyak bergerak terlebih dahulu."


"Katakan aku di mana Celine? apa yang sudah terjadi dengan ku?"


Tatapan Pedro kini penuh harap kepada dokter Celine agar dokter Celine bisa memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi..

__ADS_1


"Kau kecelakaan Pedro, dan saat ini kau berada di rumah Sakit."


Pedro terdiam dan sedetik kemudian ada yang aneh dengan kaki yang dirasakan tak biasa.


__ADS_2