
"Papa, mama."
Lili berteriak gembira saat melihat Leo dan Katarina turun dari mobil dan di dorong dengan kursi roda oleh para pengawal.
"Sayang kau sudah sembuh?"
Hal tersebut yang Katarina katakan kepada Lili saat melihat Lili yang langsung memeluknya.
"Lili langsung sembuh begitu Lili tau jika mama akan kembali ke rumah ini lagi."
"Sayang, maafkan mama yang telah meninggalkan mu."
Katarina langsung memeluk erat anak sambung nya tersebut dengan penuh rasa sayang, ada perasaan bersalah yang teramat dalam ketika melihat keadaan Lili yang masih pucat.
Leo memandang semua pemandangan mengharukan tersebut yang tak dapat digantikan oleh apapun.
"Sayang."
Setelah mengatakan hal tersebut Leo meminta para pengawal untuk mendekatkan kursi rodanya ke arah Katarina dan Lili.
"Mulai hari ini papa berjanji, papa dan mama tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, kami akan terus bersama sampai maut memisahkan."
Deg
Ucapan Leo membuat Katarina menatapnya dengan tajam, ada perasaan haru yang terus menyeruak di dalam dadanya, sekaligus perasaan ragu apakah Leo benar - benar bisa menepati setiap perkataan nya tersebut.
__ADS_1
"Janji papa."
Lili mengatakan hal tersebut sambil memajukan jari kelingking nya ke hadapan Leo Huang.
"Papa berjanji sayang, apakah kau mau tau berita mengembirakan selanjutnya?"
"Apa itu papa?"
"Sebentar lagi kau akan memiliki adik."
Mata Lili begitu berbinar ketika Leo mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Adik pa, Lili akan punya adik?"
"Ya sayang, di dalam perut mama Katarina saat ini ada bayi yang jika sudah waktunya nanti akan keluar melihat dunia dan akan menjadi adik mu, apakah kau bahagia?"
"Lili bahagia papa, baiklah mulai hari ini Lili yang akan menjaga mama Katarina."
"Terima kasih sayang."
"Nah Lili sekarang biarkan mama Katarina beristirahat, kau ikutlah bersama dengan papa untuk pergi ke taman, papa ingin melihat hewan yang telah kau pelihara."
"Ya papa Lili akan menceritakan banyak hal kepada papa."
"Papa tunggu, Katarina kau istirahat lah sayang."
__ADS_1
Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil mencium puncak kepala Katarina, lalu berlalu bersama dengan Lili yang berbicara tanpa henti, hati Katarina begitu bahagia melihat semua yang saat ini di depan matanya.
"Nona Katarina."
Deg
Satu suara yang sangat Katarina hafal kini kembali memanggil nya.
"Bibi Meme."
"Nona, kemana saja anda selama ini, nona tau bibi begitu cemas memikirkan nona."
Bibi Meme mengatakan hal tersebut sambil berlari ke arah Katarina dan memeluknya.
"Maafkan Katarina bi, maafkan Katarina yang memang sengaja tidak memberitahukan kepada siapapun kemana Katarina pergi."
Pelukan bibi Meme membuat Katarina begitu tenang, pelukan seorang wanita paruh baya yang selama ini begitu mencintai Katarina.
Pelukan wanita paruh baya yang sama sekali tidak pernah meninggalkan Katarina.
"Nona tau setiap malam bibi selalu menunggu nona kembali, bibi selalu menangis karena nona tidak pernah kembali, terlebih bibi sangat khawatir ketika mengetahui bahwa nona Katarina pergi di dalam keadaan hamil."
Tangisan bibi Meme langsung meledak di dalam pelukan Katarina.
"Maafkan aku bi, aku berjanji apapun masalah ku, aku tidak akan pernah meninggalkan rumah ini lagi, apapun itu."
__ADS_1
"Nona, bibi percaya nona Katarina adalah wanita yang kuat, sekarang nona harus beristirahat, esok hari nona harus kembali ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan nona."
Dengan patuh Katarina menganggukan kepalanya.