RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
TIDAK ADA CINTA LAGI


__ADS_3

"Siapa kau berani sekali kau mencoba untuk memberikan perintah kepada ku?"


"Leo kau harus mendengarkan aku kenapa selama ini aku pergi dari mu, aku mohon dengarkan aku terlebih dahulu."


Leo yang sebenarnya sudah sangat malas dengan semua alasan Louisia terpaksa duduk dan bersiap untuk mendengarkan penjelasan Louisa.


"Sekarang ceritakan."


Louisa pun duduk di depan Leo bersiap untuk menceritakan.


"Kau tentu ingat bahwa aku pernah memberikan mu tiket ajang lelang sehari sebelum kepergian ku bukan?"


"Ya aku ingat."


"Saat itu sebenarnya aku sedang tertekan."


"Tertekan karena apa?"


"Keluarga ku meminta aku meninggalkan mu atau mereka akan pergi meninggalkan aku."

__ADS_1


Leo Huang langsung tersenyum tipis mendengarkan perkataan Louisa.


"Lucu sekali alasan mu Louisa, sangat tidak masuk akal."


"Sangat masuk akal Leo, karena pemilik ajang lelang tersebut adalah seorang mafia wanita yang tidak pernah memperlihatkan wajahnya, keluarga ku memiliki hutang dengan mafia tersebut yang jumlahnya sangat banyak, itu sebabnya mereka meminta aku meninggalkan mu untuk menikah salah satu dari keluarga mafia tersebut."


"Lalu kenapa pada saat itu kau tidak menceritakan semua hal ini kepada ku? dengan mudah aku akan membantu permasalahan mu Louisa."


"Saat itu aku begitu ketakutan dengan teror yang terus aku terima itu sebabnya aku tidak berani untuk menceritakan semuanya kepada mu, dan aku memilih untuk pergi dan mengikuti semua hal yang telah keluarga ku rencana kan, namun pada akhirnya aku dapat lari dari mafia tersebut dan kembali ke Negara ini."


"Saat aku kembali aku begitu kaget kau sudah menikah lagi dan yang lebih membuat ku kaget Lili putri Kandung ku sangat ketakutan melihat ku."


Leo Huang kini melihat air mata Louisa yang mulai mengalir.


"Apakah kau bisa merasakan jika di dalam pelarian ku, aku harus menderita karena meninggalkan begitu saja putri yang baru aku lahirkan."


"Apa kau bisa merasakan bahwa aku begitu menderita berada di luar sana."


Leo terus menatap tajam ke arah Louisia.

__ADS_1


"Louisa, aku akan mencoba mengerti apa yang kau rasakan saat ini, namun maafkan aku jika pada akhirnya aku tidak bisa memenuhi apa yang kau inginkan, tidak mungkin aku menceraikan Katarina."


"Kenapa tidak mungkin Leo Huang."


"Kau bertanya mengapa aku tidak mungkin menceraikan Katarina?"


"Tentu saja karena aku mencintai nya Louisia, kau harus tau menjadi sebuah kesalahan jika kau meninggalkan suami mu begitu saja apapun alasan mu itu tetap salah."


"Kau kira hanya kau yang hancur? kau kira aku tidak mencari mu? kau harus tau bahwa aku mencari mu bertahun - tahun dan aku sama sekali tidak menemukan keberadaan mu, di tengah - tengah rasa frustasi ku aku bertemu dengan Katarina dan aku jatuh cinta kepadanya."


"Jadi maafkan aku Louisia, aku tidak akan pernah untuk menceraikan Katarina apapun alasannya, aku juga tidak akan pernah meninggalkan Katarina seperti kau meninggalkan aku dulu."


"Apapun alasannya Leo?"


"Ya apapun alasannya, kurasa pembicaraan kita sudah cukup, kau harus pergi dari hadapan ku, karena aku akan segera berangkat ke kantor."


Leo Huang berdiri dan membukakan pintu untuk Louisa.


"Leo tapi aku masih mencintai mu."

__ADS_1


"Dan maafkan aku yang saat ini sudah tidak mencintai mu lagi Louisa."


__ADS_2