RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
OBAT ILEGAL


__ADS_3

Namun berbeda dengan Leo yang langsung menuju ke kamar putri kecilnya.


Dengan perlahan Leo membuka pintu kamar tersebut dan saat Leo membuka pintu kamar betapa terkejut nya Leo ketika mendapatkan Lili sedang duduk termenung di depan kaca riasnya.


"Sayang putri papa sudah malam kenapa belum tidur?"


Leo Huang segera menghampiri Lili yang saat itu sedang duduk seorang diri.


"Papa, Lili tidak bisa tidur."


Leo Huang memandang tajam ke arah putri kecilnya tersebut, tersimpan rasa rindu yang sangat dari kedua mata putri kecil nya Lili.


"Katakan kepada papa apa yang membuat mu susah tidur seperti ini?"


Lili yang mendapatkan pertanyaan tersebut langsung memeluk erat tubuh Leo Huang.


"Papa Lili rindu mama Katarina, Lili takut jika pada akhirnya tidak dapat bertemu dengan mama Katarina lagi."


Tangisan Lili membuat tubuh Leo gemetar, karena tiba - tiba saja Leo juga membayangkan hal yang sama seperti yang Lili bayangkan.


"Sayang putri papa, dengarkan papa, semua itu tidak akan mungkin terjadi karena papa akan dengan sekuat tenaga berjuang untuk menyelamatkan mama, meskipun itu harus mengorbankan nyawa papa sendiri."


Deg

__ADS_1


Detik itu juga Lili langsung mengendurkan pelukannya terhadap Leo Huang.


"Papa jahat!"


Lili kembali menangis dengan histeris setelah mengatakan hal tersebut kepada Leo.


"Sayang ada apa lagi?"


"Papa yang akan mati, lalu aku hanya memiliki mama tanpa papa? Lili tidak mau hal itu juga terjadi, Lili ingin agar mama dan papa bisa berkumpul menjadi satu dan tinggal bersama dengan Lili disini."


Lili mengatakan hal tersebut sambil menangis dengan histeris, rupanya ucapan Leo Huang yang akan menyelamatkan Katarina dengan mengorbankan dirinya sendiri tidak berkenan di hati Lili.


Lili tidak ingin hanya berkumpul dengan salah satu dari orang tuanya saja, namun Lili ingin berkumpul dengan ke dua orang tuanya secara lengkap.


Leo yang kini mengerti apa yang dirasakan oleh putri kecilnya segera memeluk putri kecilnya tersebut dengan penuh kasih sayang.


"Papa berjanji papa akan membawa kembali mama Katarina dan kita akan kembali berkumpul bersama, Lili punya papa dan Lili juga punya mama."


"Janji papa."


Lili mengulurkan jari kelingking nya di hadapan Leo sebagai bentuk bahwa Leo akan menepati janjinya tersebut.


"Janji kita akan berkumpul bersama."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut Leo kembali memeluk putrinya dengan kasih sayang, air mata seorang laki - laki berhati dingin, kini diam - diam mengalir dengan deras, sambil memeluk Lili, Leo mencoba untuk mengusap air mata yang kini tak berhenti untuk mengalir sungguh satu kesedihan yang mendalam yang kini dirasakan oleh Leo Huang dan juga putri kecilnya tersebut.


Sementara itu di Italia.


"Selamat malam nona Marsha."


"Bagaimana apakah obat yang aku pesan sudah datang?"


"Tentu saja sudah nona."


Satu pengawal wanita memberikan obat yang di pesan Marsha dengan jalur illegal tersebut.


"Apakah efek dari obat ini bisa langsung terasa dengan cepat?"


"Sangat nona Marsha, jadi anda tidak perlu khawatir."


"Bagus kau boleh pergi sekarang."


Kini Marsha kembali tersenyum di depan cermin sambil mengeluarkan satu ular peliharaan nya.


"Aku tau kau akan kemari, aku tau kau akan mencari wanita yang kau sayangi, namun kau tidak akan pernah menemukan wanita ini, selamanya."


Marsha mengatakan hal tersebut sambil mencium ular peliharaan nya.

__ADS_1


__ADS_2