RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
UCAPAN SYUKUR


__ADS_3

Katarina langsung melihat raut wajah Leo Huang yang seketika berubah ketika mendengarkan perkataan Katarina.


Dengan langkah kaki yang berat Leo Huang keluar dari dalam kamar dan menuju ke meja makan seorang diri.


"Astaga Leo apakah kau cemburu terhadap putri mu sendiri?"


Dengan menggelengkan kepalanya Katarina mengatakan hal tersebut sambil menggendong Lili di dalam pelukannya.


"Kenapa aku jadi kesal sendiri terhadap putriku, ah aku ini kenapa."


Di meja makan, sambil memotong - motong daging Leo Huang mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri.


Hatinya masih sangat kesal dengan apa yang telah terjadi, rasa bahagia yang dirasakan seketika lenyap ketika melihat bahwa dirinya akan gagal bermanja - manja dengan istrinya sendiri.


"Leo sayang, apakah kau masih marah?"


Katarina turun dari lantai dua, dan langsung memeluk tubuh Leo dari belakang.


Leo terdiam dan segera menegak air mineral yang berada di sampingnya.


"Jika aku kesal pun aku tidak akan bisa berbuat apa - apa, karena yang membuat aku kesal malam hari ini adalah putri ku sendiri."

__ADS_1


"Hei sayang kemarilah."


Dengan lembut Katarina meminta Leo untuk membalikan badan dan Katarina langsung duduk di pangkuan Leo.


"Sayang, baik kau dan Lili adalah harta paling berharga yang aku miliki saat ini, kalian adalah cinta ku, kalian adalah dua orang yang sangat berarti di dalam hidup ku, rasa sayangku kepada kalian tidak akan pernah lekang oleh waktu."


Perkataan Katerina masih tidak bisa merubah wajah Leo Huang yang sendu.


"Baiklah, aku punya ide."


"Ide?"


"Ya ide, bagaimana kalau kita menghabiskan waktu di pulau terpencil."


"Ya berdua saja, dan Lili tidak ikut."


"Apakah yang kau katakan ini sungguh - sungguh?"


"Tentu Leo, sejak kita menikah kita belum pernah merayakan bulan madu bukan? hidup kita selalu di hantui rasa benci, pernikahan kita selalu di liputi rasa benci, tidak ada kebahagiaan yang dirasakan di dalamnya, jadi menurut ku bulan madu ke dua itu akan membuat kita menjadi semakin hangat."


"Ya yang kau katakan itu benar sayang, baiklah serahkan padaku, maka aku akan mengatur semuanya."

__ADS_1


"Pasti aku akan menyerahkan semuanya kepada mu sayang, karena kau adalah kepala keluarga, dan juga pemimpin ku."


Dengan lembut Katarina mendaratkan ciuman mesra di kening Leo.


"Jadi sekarang kau tidak akan marah kepada putri mu sendiri kan?"


"Lumayan."


Jawaban Leo yang pendek membuat Katarina tersenyum.


"Ayo kembali ke dalam kamar, kita duduk di balkon dan kita saling bercerita, tidak akan menjadi leluasa jika kau tetap meminta hak mu malam hari ini dengan adanya Lili di kamar kita."


"Ya aku tidak akan leluasa untuk mengendalikan permainan ku jika Lili berada di dalam kamar kita."


Dengan lembut Leo Huang mencium Katarina dan Katarina yang pada akhirnya berdiri langsung menarik tangan Leo dan mengajak nya untuk kembali ke kamar.


Sesampainya di kamar Leo dapat melihat Lili yang tertidur begitu tenang, seketika itu juga Leo Huang langsung mengucap syukur atas kehadiran Katarina yang mampu membuat warna baru di dalam kehidupan nya.


"Leo ada apa?"


Katarina segera kembali bertanya karena melihat Leo yang berhenti dan menatap tajam ke arah Lili.

__ADS_1


"Ayo kemarilah."


Leo Huang langsung membawa Katarina keluar dan duduk di balkon menikmati malam.


__ADS_2