RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
LEO HUANG KHAWATIR


__ADS_3

Jin Lee yang kali ini mendengarkan Katerina menjadi emosi, baru kali ini Jin Lee merasa jika perintah nya di lawan oleh pendatang baru.


"Aku tidak akan mendengarkan karya lagu sampah mu itu, nona Katarina, kau mau mengikuti aturan main ku, atau aku akan menuntut ganti rugi kepada mu karena kau tidak mau mengikuti aturan main ku."


Mata merah Jin Lee memberikan isyarat kemarahan yang luar biasa kepada Katarina.


"Sudah Jin Lee, jangan kau seperti itu terhadap nona Katarina."


"Mereka orang baru berbuat ulah, sombong!"


Jin Lee mengatakan sumpah serapahnya kepada Wen Li di hadapan Pedro dan Katarina.


"Mmmaafkan aku tuan Jin Lee, sungguh maafkan aku, baiklah aku akan mengikuti semua permintaan kalian berdua."


Katarina yang merasa bersalah langsung mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee.


"Sudah, kita selesai saja sampai di sini, nona Katarina dan tuan Pedro sampai bertemu lagi di pesta pernikahan tuan James."


Wen Li yang mengetahui jika kondisi sudah tidak kondusif segera mengatakan hal tersebut kepada Pedro dan Katerina.


"Kami undur diri nona Wen Li, tuan Jin Lee."


Pedro yang sudah di tidak ingin berdebat lebih panjang segera mengajak Katarina keluar dari ruangan tersebut.


"Katakan kepada ku kenapa kau terus membela mereka Wen Li?"

__ADS_1


Jin Lee yang merasa bahwa Wen Li membela talent membuat Jin Lee marah.


"Sadar lah Jin Lee aku tidak membela siapapun, aku hanya tidak ingin jika terjadi keributan disini yang pada akhirnya membuat kita tidak pernah bekerja secara maksimal."


"Issssh, aku pergi dulu."


Jin Lee yang merasa tidak puas dengan jawaban Wen Li segera keluar dari dalam ruangan.


"Pedro katakan kepada ku, kenapa pada awalnya tidak menyetujui penampilan kita nanti?"


Katarina mengatakan hal tersebut kepada Pedro saat perjalanan keluar menuju lobby.


"Ada beberapa hal yang belum sanggup aku ceritakan kepada mu Katarina, maafkan aku."


"Ah baiklah, tidak perlu meminta maaf, aku mengerti jika kau memang belum bisa menceritakan hal itu kepada ku."


Pedro mengatakan hal tersebut kepada Katerina dan menuntun nya hingga ke keluar dari gedung utama.


"Tunggu asisten Zoe."


Leo Huang yang baru masuk ke dalam gedung merasakan telah berpapasan dengan seseorang yang pernah dia kenal.


"Ada apa tuan Leo?"


Siapa tadi laki - laki dan wanita yang lewat di sebelah ku?"

__ADS_1


Posisi Leo Huang yang sedang berjalan sambil membaca berkas serta sibuk menghubungi rekan bisnisnya membuat Leo Huang tidak menyadari siapa laki - laki dan wanita baru saja berpapasan dengan nya.


"Maafkan saya tuan Leo, sepertinya itu talent baru milik tuan Jin Lee, yang saya lihat adalah wanita itu memakai tongkat, bisa dikatakan wanita itu adalah wanita buta."


Deg


Perkataan asisten Zoe membuat Leo Huang kini terdiam.


"Buta?"


"Betul tuan Leo."


"Apakah saya perlu bertanya kepada nona Wen Li siapa nama wanita itu?"


"Tidak perlu!"


Leo Huang yang tidak mau tau atau lebih tepatnya tidak siap jika apa yang telah dipikirkan selama ini benar, membuat nya tidak mau mendengarkan hal itu lebih lanjut dari asisten Zoe.


"Ada yang lebih penting yang harus kita kerjakan asisten Zoe."


"Baiklah tuan muda."


Dan Leo Huang kembali kepada kesibukan nya.


Sementara itu di Negara A.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan Daren."


__ADS_2