
Asisten Lee mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme dan juga Katarina yang hendak mengambil barang - barang milik mereka di dalam kamar.
"Apa maksudmu asisten Lee? kami boleh mengambil barang milik kami?"
"Ya barang milik nona Katarina yang telah dibeli dari uang keluarga Chou juga kan?"
Perkataan asisten Lee membuat Katarina langsung terdiam.
"Apakah kau mau mengatakan jika kami tidak boleh mengambil barang - barang kami?"
Bukan kami, namun lebih tepatnya anda nona Katarina, anda tidak boleh membawa apapun keluar dari rumah ini selain diri anda sendiri.
"Jika aku tidak mau?"
"Gampang, maka kami akan melukai bibi Meme."
Setelah asisten Lee mengatakan hal tersebut, asisten Lee segera mencengkram tangan bibi Meme.
"Sudah cukup hentikan semua penyiksaan mu asisten Lee, jika itu yang kalian mau, maka aku akan mengikuti nya, asal jangan kau sentuh bibi Meme."
Dengan berani Katarina mengatakan hal tersebut kepada asisten Lee dan setelah Katarina mengatakan hal tersebut asisten Lee segera melepaskan cengkraman nya terhadap bibi Meme.
"Dengan senang hati nona Katarina."
Senyum menghina terlihat dari bibir asisten Lee.
"Ayo bi kita bereskan barang di kamar bibi, dan kita pergi dari sini."
Katarina mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme dan bibi Meme menuntun Katarina untuk pergi.
"Terus awasi mereka, apa kalian mengerti?"
Asisten Lee mengatakan hal tersebut kepada para pengawal yang saat ini berada di samping kanan dan kirinya.
"Baik tuan Lee."
Semua pengawal membungkukkan badannya di hadapan asisten Lee dan setelah mengatakan hal tersebut asisten Lee segera pergi dari hadapan para pengawal.
Sementara itu di salah satu mansion di Negara A.
"Tuan Leo, apakah anda sudah siap?"
Asisten Zoe masuk ke dalam kamar Leo Huang dan mengatakan hal tersebut kepadanya.
__ADS_1
"Ayo asisten Zoe aku sudah siap."
Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil mengambil jasnya dan keluar dari dalam kamar.
"Berapa lama kita akan sampai?"
"Hari ini pesawat jet dari Perusahaan yang akan menjemput tuan Leo, jadi tidak akan membutuhkan waktu yang lama."
"Bagus jika memang seperti itu."
Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil masuk ke dalam mobil dan pada akhirnya mobil tersebut melaju ke arah bandara tempat pesawat jet yang akan membawa Leo Huang pergi hari ini.
Sementara itu di mansion keluarga Chou.
"Bi, bibi yakin hanya membawa barang ini saja?"
Katarina mengatakan hal tersebut sambil meraba - raba tas yang akan di bawa oleh bibi Meme.
"Ya nona, ini barang pribadi bibi, selebihnya adalah milik keluarga Chou."
"Tapi itu pemberian orang tua ku untuk bibi."
Katarina seakan tidak rela jika dia tidak bisa membawa barang kenangan dari mansion keluarga Chou.
"Sudahlah nona, jangan membantah tuan Steven, kita ikuti saja apa yang dia katakan, semua untuk keamanan kita."
"Geledah tas bibi Meme, cepat!"
Hal tersebut yang dikatakan oleh asisten Lee ketika Katarina dan bibi Meme berjalan menuju ruang tamu.
"Lakukan saja asisten Lee."
Katarina mengatakan hal tersebut sambil mengenggam erat tangan bibi Meme.
Para pengawal membuka isi tas bibi Meme dan mengeluarkan isi tas tersebut satu per satu.
"Tuan Lee, semuanya aman, tidak ada satupun barang dari keluarga Chou yang di bawa oleh bibi Meme."
Salah satu pengawal mengatakan hal tersebut kepada asisten Lee.
"Bagus, sekarang silahkan kalian pergi dari rumah ini!"
Asisten Lee mengatakan hal tersebut dengan suara yang keras terhadap Katarina dan juga bibi Meme.
__ADS_1
"Kau tidak perlu berteriak kepada kami asisten Lee, dengan senang hati kami akan pergi dari rumah ini!"
Katarina mengatakan hal tersebut dengan tegas, saat ini Katarina seperti sedang mendapatkan kekuatan besar untuk dirinya dapat berkata seperti itu.
"Bagus, aku tidak perlu repot menyeret mu nona."
"Ayo bi."
Dengan tenang Katarina mengenggam tangan bibi Meme, gengganman tangannya begitu kuat seakan - akan memberikan sebuah isyarat bahwa Katarina memiliki dendam terhadap semua hal yang saat ini sedang menimpa nya.
Dengan perlahan Katarina dan bibi Meme keluar dari mansion megah milik keluarga Chou, tempat Katarina di besarkan, tempat Katarina mendapatkan cinta dari ke dua orang tuanya, dan tempat Katarina mendapatkan ketidakadilan di dalam kehidupan nya.
"Bibi sekarang kita mau pergi kemana?"
Setelah sampai di jalan Katarina baru sadar bahwa kini mereka tidak tau arah tujuan kemana mereka akan pergi.
"Maafkan bibi nona, bibi tidak memiliki uang yang banyak untuk membawa nona menginap di tempat mahal, namun bibi punya tempat tinggal di Negara C, mungkin disana kita bisa memulai satu kehidupan yang baru."
Bibi mengatakan hal tersebut kepada Katarina, Katarina yang sejak kecil selalu hidup mewah kini harus belajar menjadi orang biasa dan belajar untuk menanggalkan semua yang Katarina miliki.
"Tidak masalah bi, yang terpenting kita memiliki tempat tinggal."
"Baiklah nona, kita harus menuju ke bandara."
"Ya bi, ayo kita cari taxi."
Katarina mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme dan pada akhirnya Katarina dan bibi Meme menuju ke bandara dengan menggunakan taxi, saat ini Katarina sudah tidak dapat berpikir lagi, bagi Katarina yang terpenting adalah saat ini mereka memiliki tempat untuk tinggal.
Perjalanan dari Negara A menuju Negara C tidaklah terlalu lama, jarak tempuh yang hanya beberapa jam saja membuat Katarina dan bibi Meme sampai di Negara C pada hari itu juga.
"Nona, inilah rumah kecil yang bibi miliki."
Setelah sampai di Negara C, bibi Meme langsung membawa Katarina untuk menuju ke rumah masa kecilnya.
Satu rumah sangat sederhana di pinggiran kota yang panas dan tentunya tidak mewah seperti mansion yang selama ini di tempati oleh Katarina.
Katarina merasakan hawa panas yang mulai masuk ke dalam tubuh nya, namun Katarina hari ini, detik ini mencoba belajar, mencoba menerima semua hal yang saat ini ada di hadapannya.
"Tidak masalah bi, yang terpenting rumah ini akan menjadi tempat kita untuk berteduh darj panas dan hujan."
"Nona maafkan bibi."
Bibi Meme mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri ke arah Katarina dan mengusap tubuh Katarina yang sudah banjir keringat.
__ADS_1
"Tidak usah bi, biarkan aku belajar untuk bisa menerima semua hal yang sudah terjadi, saat ini aku bukan nona muda Katarina lagi, panggil aku Katarina saja bi."
Katarina mengatakan hal tersebut sambil menyingkirkan tangan bibi Meme yang sedang mengusap keringat Katarina dan setelah itu Katarina berdiri dari tempat duduknya untuk belajar memahami keadaan rumah dengan matanya yang masih tidak dapat untuk melihat.