RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
SUDAH CUKUP


__ADS_3

Dimasa lalu mungkin papa bukan papa yang terbaik untuk kalian berdua, maafkan papa Leo."


Tuan James mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk pundak Leo Huang.


"Saat ini nona Cassandra membutuhkan mu nak, mungkin sebagai seorang wanita nona Cassandra sudah kehilangan semua harga dirinya, dan bagi sebagian wanita keperawanan itu masih penting, kau yang saat ini harus berada di samping nona Cassandra, kau yang akan berperan banyak di dalam kesembuhan jiwa nya nanti."


"Jadi papa berharap agar kau tetap pada penguasaan diri, karena saat ini sudah ada satu wanita yang akan bergantung sepenuhnya terhadap mu."


"Papa yakin kau pasti bisa, jangan pernah menyalahkan diri ini semua terjadi karena apa yang telah kau lakukan di masa lalu, memang kita harus belajar menerima konsekuensi dari apa yang kita lakukan, namun konsekuensi yang akan kita terima tidak membuat kita menjadi memiliki intimidasi."


"Kau hanya perlu, kau hanya butuh penguatan dari Tuhan Leo, karena saat ini hanya Tuhan yang bisa kau andalkan, kau, nona Cassandra tidak akan bisa menghadapi semuanya sendiri."


Leo terdiam dengan semua perkataan tuan James yang bijaksana, di mata Leo tetap tuan James adalah sosok Ayah terbaik yang Leo miliki.


Ayah yang tidak pernah menyalahkan, namun seorang Ayah yang dengan bijaksana memberitahukan kesalahan anaknya, seorang Ayah yang tidak malu untuk mengakui kesalahan nya.


Dan seorang Ayah yang akan selalu mendukung dirinya kapanpun di butuhkan.


"Baiklah papa yakin kini hati mu sudah sedikit tenang, saran dari papa agar kau istirahat, karena esok hari kita akan kembali ke Negara C lagi."

__ADS_1


"Papa akan meminta keluarga tuan Jaya Chandradinata untuk membantu di dalam memberikan Dokter terbaik untuk Cassandra."


Setelah mengatakan hal tersebut tuan James bangkit berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi meninggalkan Leo Huang.


Tuan James yakin jika kali ini Leo bisa menerima setiap nasehat - nasehat yang telah di katakan nya itu.


"Baiklah, apa yang dikatakan papa itu benar, Cassandra aku akan terus berada di samping mu sampai kau sembuh, sampai kau kemabli tersenyum, bahagia dengan segala yang ingin kau lakukan."


Setelah Leo selesai mengatakan hal tersebut Leo langsung bangkit berdiri dan meninggalkan rumah Sakit tersebut.


Sungguh satu kenyataan yang terkadang sulit di terima harus terpaksa untuk di terima, namun pada akhirnya Leo menerima semua kenyataan tersebut dan bangkit.


"Selamat datang kembali Jin Lee."


Satu orang laki - laki merentangkan tangannya ke arah Jin Lee dan tuan Daren yang baru saja tiba.


"Tuan Steven Chou anda disini?"


"Ya sekarang aku menetap di Cambodia, Dan kehidupan baru ku ada di Negara ini."

__ADS_1


"Selamat datang tuan Daren."


Steven Chou membungkukkan badannya kepada tuan Daren.


"Lalu bagaimana dengan Chou Corp?"


"Hahaha lucu sekali kau bertanya, Chou Corp adalah milik Katarina, Dan sekarang Perusahaan itu telah bangkrut jadi untuk apa aku mengurus nya lagi."


"Ah baiklah jika seperti itu."


"Duduklah Jin Lee, aku ingin bertanya apa rencana mu selanjutnya?"


"Aku akan pergi dan menganti indentitas ku, aku ingin mengakhiri semuanya."


Steven mengernyitkan dahi dengan semua perkataan dari Jin Lee.


"Apakah kau tidak tertarik balas dendam lebih jauh lagi?"


Jin Lee langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Bagiku ini sudah cukup."


__ADS_2