
Malam hari itu Leo dan Katarina tertidur dengan rencana demi rencana yang tersimpan di dalam pikirannya.
"Kurang ajar!"
Pagi itu di Huang Corp, Jin Lee merobek semua berkas pengunduran diri dari Pedro.
"Berani sekali dia melakukan hal ini!"
"Maaf tuan Jin Lee ini sudah merupakan keputusan dari tuan Pedro."
"Tuan Pedro katamu?"
"Ya tuan Pedro adalah CEO Winner Corp, salah satu Perusahaan televisi swasta di Negara A."
Jin Lee langsung terdiam ketika mengetahui kebenaran nya.
"Jadi selama ini laki - laki itu berpura - pura miskin? apa maksud dari laki - laki itu sebenarnya."
Dengan ******* - ***** kertas, Jin Lee mengatakan hal tersebut.
"Tuan Pengacara, apakah tidak ada cara lain selain hal ini?"
"Tidak ada nona Wen Li, tuan Pedro sudah membayarkan denda yang perusahaan ini minta, jadi mulai dari sekarang tuan Pedro tidak ada sangkut paut dengan Huang Corp."
__ADS_1
"Tuan Pengacara kau boleh pergi."
Jin Lee yang berusaha untuk meredakan kemarahan mengatakan hal tersebut kepada pengacara Pedro.
"Baiklah, terima kasih atas pengertian nya tuan Jin Lee dan nona Wen Li."
Pengacara Pedro langsung berdiri dari tempat duduk dan keluar dari dalam ruangan Jin Lee .
"Ternyata apa yang menjadi kecurigaan ku benar."
"Apa maksudmu Wen Li."
"Jin Lee coba lihat ini."
Wen Li mengambil ponsel dan membuka artikel lama.
"Ya yang di maksudkan pesta rahasia adalah penyamaran nya di Negara C, tuan Pedro adalah salah satu Ceo yang jarang me munculkan wajahnya di media sosial, hal tersebut yang membuat nya sukses untuk melakukan penyamaran di sini."
"Dan sang Ceo itu nampaknya jatuh cinta kepada nona Katarina Chou."
"Ya, dan nona Katarina juga di duga terlibat scandal dengan Leo Huang, nona Katarina adalah salah satu nona muda keluarga Chou yang jarang di liput oleh media, karakter nona Katarina yang tertutup membuatnya tidak di kenal di media sosial."
"Dan kita juga tidak mengetahui jika nona Katarina adalah putri dari keluarga Chou."
__ADS_1
"Ya betul Jin Lee, ini terlalu rumit untuk kita pelajari, lebih baik kita melihat semua hal yang akan terjadi untuk kedepannya nanti."
Wen Li mengatakan hal tersebut sambil memeluk pinggang Jin Lee.
"Lepaskan pelukan mu sekarang juga Wen Li!"
Jin Lee yang merasa gerah dengan apa yang telah di lakukan oleh Wen Li mencoba untuk lepas dari pelukan.
"Jin Lee kenapa kau tidak pernah mau untuk aku peluk?"
"Hal ini sudah jelas menandakan jika aku tidak mencintai mu Wen Li!"
Satu ketegasan yang dikatakan oleh Jin Lee langsung membuat Wen Li melepaskan pelukannya.
"Sadis sekali perkataan mu Jin Lee, lalu kau sama sekali tidak menganggap malam itu?"
"Malam itu kita berdua sedang mabuk, kita sedang tidak sadar saat melakukan hal itu."
"Dan itu adalah hal yang pertama untuk ku."
Jin Lee langsung tersenyum tipis ketika Wen Li mengatakan hal tersebut.
"Kau pikir aku laki - laki bodoh yang tidak mengetahui mana wanita yang masih suci dan tidak."
__ADS_1
"Tega kau mengatakan hal itu Jin Lee!"
"Aku tidak tega, aku mengatakan kebenaran nya Wen Li, lupakan malam itu, carilah kebahagiaan mu sendiri."