RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
SUDAHLAH


__ADS_3

Dengan segala pendirian nya yang belum tentu itu benar.


Mulai hari ini aku berjanji kepada mu, aku Jin Lee akan menjaga mu, aku Jin Lee akan selalu berada di samping mu, aku Jin Lee tidak akan pernah membuat mu menangis untuk yang ke dua kalinya, ya aku berjanji, berjanji


Pada hari ini Jin Lee berjanji tidak akan membuat Wen Li menangis lagi, Jin Lee berjanji tidak akan membuat Wen Li merasakan kesedihan yang begitu dalam lagi


Cukup sudah Jin Lee melihat Wen Li menangis dan menderita karena ke bodohan nya dan ke egoisan nya tersebut.


Jin Lee masuk ke dalam ruang rawat, Jin Lee memandang ke arah Wen Li yang masih belum sadarkan diri.


"Bagaimana aku bisa menjelaskan ini kepada mu Wen Li?"


Beberapa kata yang di ucapkan oleh Jin membuatnya semakin merasa bersalah terhadap segala sesuatu yang saat ini terjadi kepada Wen Li.


"Jin Lee apa yang terjadi dengan ku"


Wen Li yang tiba - tiba bangun dari pingsan nya langsung menanyakan kondisi kepada Jin lEs yang kini hanya bisa memandang nya seperti patung.


"Ah kau tadi pingsan lalu aku membawa mu ke Rumah Sakit."


"Apakah anak ku baik - baik saja?"


Deg

__ADS_1


Beberapa kata yang Jin Lee takutkan kini terlontar dari mulut Wen Li.


"Jin Lee kenapa kau diam saja?"


"Bagaimana dengan anak ku apakah dia baik - baik saja?"


Wen Li kini semakin tajam menekan Jin Lee


"Maafkan aku Wen Li."


"Maaf karena apa?"


Tangisan Wen Li pecah saat Jin Lee mengucapkan kata maaf kepadanya.


"Jin Lee katakan dengan yang sebenarnya bagaimana kondisi anak ku? jangan membuat aku bingung!"


Tangis Wen Li semakin pecah ketika Jin Lee tidak bisa mengatakan hal yang sesungguhnya.


"Maafkan aku Wen Li, maafkan aku, sungguh maafkan aku."


Detik itu juga Wen Li sadar jika janin nya telah gugur.


"Dia sudah tidak ada lagi kan? dia sudah pergi? itu yang ingin kau katakan kepada ku?"

__ADS_1


Jin Lee menatap tajam kearah Wen Li dan langsung memeluk Wen Li yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur.


"Dia sudah pergi, anak ku telah pergi, dia sudah tidak ada lagi."


Wen Li berteriak histeris di dalam pelukan Jin Lee.


"Aku tidak becus menjadi seorang Ibu, aku bodoh, aku wanita bodoh, aku jatuh cinta terhadap ke dua pria dan mereka semua tidak ada yang menerima aku, sekarang aku juga harus kehilangan janin ku, aku wanita bodoh, aku bodoh."


Wen Li mengatakan hal tersebut sambil mulai menarik - narik rambutnya sendiri.


"Cukup Wen Li, jangan kau menyakiti diri mu sendiri, aku adalah orang yang patut untuk disalah kan atas kehilangan ini, aku yang seharusnya di salahkan, maafkan aku Wen Li, maafkan aku."


Jin Lee dengan erat memeluk We Li.


Pada hari ini Jin Lee menyadari satu hal Penting di dalam hidupnya, bahwa ada satu wanita yang saat ini betul - betul mencintai nya akan menjadikan dirinya seorang Ayah, namun di dalam tangannya dia harus merasakan rasa kehilangan yang begitu hebat, Jin Lee harus melihat janin yang tidak berdosa itu pada akhirnya gugur dengan sikap hatinya yang sangat egois.


Dengan segala pendirian nya yang belum tentu itu benar.


Mulai hari ini aku berjanji kepada mu, aku Jin Lee akan menjaga mu, aku Jin Lee akan selalu berada di samping mu, aku Jin Lee tidak akan pernah membuat mu menangis untuk yang ke dua kalinya, ya aku berjanji, berjanji


Pada hari ini Jin Lee berjanji tidak akan membuat Wen Li menangis lagi, Jin Lee berjanji tidak akan membuat Wen Li merasakan kesedihan yang begitu dalam lagi


Cukup sudah Jin Lee melihat Wen Li menangis dan menderita karena ke bodohan nya dan ke egoisan nya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2