
"Apa ini Celine!"
Pedro membuka selimut dan menemukan kakinya yang hanya tinggal sebelah.
"Celine katakan apa yang telah terjadi dengan ku!"
Pedro berteriak dengan histeris saat mendapatkan kakinya hanya tinggal sebelah.
"Pedro dokter terpaksa melakukan tindakan ini, agar nyawa mu bisa tertolong."
"Kau pasti berbohong! kau ingin balas dendam dengan ku kan? karena aku pernah menolak cinta mu?"
Pedro semakin berteriak ketika mengucapkan hal tersebut kepada Celine.
"Sssst Pedro jangan berteriak kau masih belum pulih."
"Biarkan, biarkan semua orang tau bahwa benar kau telah melakukan balas dendam terhadap ku!"
Mata Pedro memerah karena marah, dan tatapan matanya begitu tajam kepada dokter Celine.
__ADS_1
"Pedro mana mungkin aku melakukan hal itu kepada mu, aku mencintai mu Pedro, semua ini harus dokter lakukan agar kau tetap hidup!"
"Arrrrrrh kenapa semua ini terjadi kepada ku!"
Dengan frustasi Pedro berteriak sambil mengatakan hal tersebut.
"Pedro tenang lah."
"Kau tau sekarang aku adalah laki - laki cacat! aku laki - laki tidak berguna! aku benci diriku!"
Pedro mengatakan hal tersebut secara terus menerus di tengah rasa frustasi nya.
Dokter Celine mengatakan hal tersebut sambil memeluk Pedro yang masih terbaring di atas tempat tidurnya.
Air mata Pedro yang sudah tidak dapat di bendung kini mengalir begitu deras, saat. Celine memeluknya.
Celine membiarkan Pedro menangis dengan histeris di dalam pelukannya, Celine sangat mengerti apa yang saat ini di rasakan oleh Pedro.
Satu laki - laki beberapa saat yang lalu telah menolak dokter Celine, satu laki - laki beberapa saat yang lalu mengatakan bahwa tidak akan mencintai dokter Celine, dan laki - laki yang sangat keras kepala.
__ADS_1
Kini laki - laki tersebut menangis seperti seorang anak kecil di dalam pelukan wanita yang sesaat lalu telah di tolak cinta nya, wanita yang sesaat lalu telah mendapatkan cacian, makian nya di dalam hati.
Namun malam hari ini wanita tersebut yang dengan sabar menenangkan hati Pedro, membuat Pedro berani untuk mengeluarkan air matanya dan berani untuk menumpahkan segala rasa kecewa nya.
"Selamat malam Pedro, aku berjanji akan tetap berada di sisi mu."
"Selamat malam Pedro aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu, meskipun aku tau bahwa sampai saat ini aku belum bisa menjadi satu - satunya Ratu di hati mu."
"Aku mencintai mu tanpa syarat, aku siap untuk terluka, ya aku siap untuk itu."
Di dalam ruang rawat di rumah sakit Celine mengatakan hal tersebut sambil menatap wajah Pedro yang kini sudah mulai tertidur dengan lelap.
Tertidur karena terlalu lelah untuk menangis dan tertidur karena rasa perih, rasa sedih dengan segala sesuatu hal yang saat ini sedang terjadi dengan nya.
"Tidak ada yang salah jika laki - laki ingin menangis, tidak ada yang salah jika laki - laki pada akhirnya menumpahkan segala kesedihan nya dengan air mata, ya tidak ada yang salah, karena laki - laki juga memiliki perasaan, laki - laki juga manusia biasa yang ada saatnya begitu lelah dengan semua yang telah terjadi."
"Selamat malam sayang."
Dokter Celine mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Pedro dengan kasih sayang.
__ADS_1