
"James tenang dan percaya lah ada saatnya nanti mereka berdua akan menjadi saudara yang saling tolong menolong."
Nona Chen gadis muda yang pada akhirnya memilih mengakhiri masa lajang nya dengan laki - laki paruh baya seperti tuan James dan semua itu dilakukan karena dasar cinta, kini nona muda tersebut memeluk erat laki - laki paruh baya tersebut dengan penuh cinta.
"Bagaimana apakah perasaan mu sekarang sudah lebih tenang?"
"Ya aku sudah lebih tenang, terima kasih Chen, aku sangat beruntung memiliki istri seperti mu, tidak percuma nona Kimmy Chandradinata membawa mu kemari."
"Ya James, Kimmy memiliki andil penting di dalam pertemuan kita, sekarang ayo lebih baik kita kembali ke ruangan mu saja."
"Ya, ayo."
Dengan tenang nona Chen membantu tuan James untuk kembali ke dalam ruangannya.
Sementara itu di dalam ruang kerja Jin Lee.
"Awww, sakit Wen Li."
Wen Li saat ini sedang mengobati luka Jin Lee akibat pukulan dari Leo Huang.
__ADS_1
"Ini sudah pelan Jin Lee, lain kali kau harus lebih sabar di dalam menghadapi Leo Huang, terkadang memang perkataan mu itu kejam Jin Lee."
"Jadi sekarang kau membela kembali Leo Huang begitu?"
"Aku tidak membela, namun sedang mencoba untuk menasehati mu Jin Lee."
"Saat ini aku sedang tidak butuh nasehat, aku butuh pengobatan, awww sakit, apakah kau bisa lebih pelan di dalam mengobati ku?"
"Ini paling pelan Jin Lee, kau yang harus menahan!"
Wen Li dengan santai mengatakan hal tersebut, mengobati luka Jin Lee sambil terus mendengarkan sumpah serapah dari Jin Lee.
"Asisten Zoe siapkah mobil, aku akan ke suatu tempat!"
"Baik tuan Leo mari."
"Berikan kunci mobil itu, aku akan mengendarai nya sendiri."
Dengan amarah yang masih meledak Leo Huang segera mengambil kunci mobil yang diambil dari tangan asisten Zoe.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Leo segera keluar dari dalam ruangan dan tiba - tiba saja Leo menabrak wanita yang saat ini sama sekali tidak ingin dia temui, tepat di saat itu juga Katarina terjatuh di dalam pelukan Leo Huang.
Leo Huang yang kaget langsung menahan agar Katarina tidak terjatuh dan detik itu juga Leo Huang kembali menarik Katarina di dalam pelukannya.
Wangi parfum, wangi parfum aku bisa mencium nya dari laki - laki ini, wangi parfum ini adalah parfum yang di gunakan laki - laki yang telah memperkosa aku.
Sadar akan wangi parfum yang sama, Katarina terus tenggelam di dalam pelukan dari Leo Huang, dan Leo Huang yang kini mulai sadar akan apa yang dilakukan Katarina langsung mendorong Katarina hingga terjatuh dan lari meninggalkan Katarina.
"Hei tuang siapa kau, tungguh tuan!"
Katarina yang kini dalam posisi terduduk langsung mencari - cari tongkat nya, Katarina berusaha untuk terus mencari tongkat nya, namun sampai saat ini belum menemukan.
Laki - laki itu pasti adalah laki - laki yang telah melakukan pemerkosaan terhadap ku, dimana tongkat ku, dimana?
Dengan air mata yang terus mengalir Katarina berusaha untuk mencari tongkat nya kembali agar bisa segera mengejar laki - laki yang kini sedang dia curigai melakukan pemerkosaan terhadap dirinya.
"Hei Katarina apa yang kau lakukan disini?"
Pedro yang melihat Katarina sedang meraba - raba lantai langsung menghampiri nya.
__ADS_1