RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
PEMENANG


__ADS_3

Katarina mengatakan hal tersebut sambil mencoba memegang dadanya kuat - kuat.


Ada apa ini? rasanya begitu sakit, rasa yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.


Katarina terus mengatakan hal tersebut di dalam hatinya, Katarina berusaha memikirkan apa yang saat ini sedang terjadi dengannya, namun semuanya hanya sia - sia belaka, karena Katarina sampai saat ini tidak mengerti.


"Jika kau sakit, ayo kita kembali saja."


"Tidak Pedro, aku tidak sakit, ayo kita lanjutkan."


"Kau yakin?"


"Sangat yakin."


Katarina mengatakan hal tersebut dengan mantap.


"Baiklah, ayo."


Pedro membawa Katarina duduk di sisi kanan panggung sederhana yang telah di buat oleh panitia.


Acara pencarian talent para musisi jalanan pun di mulai, masing - masing dari peserta mulai menunjukan bakat mereka.


"Bagaimana Jin Lee mereka berbakat bukan?"


"Ya Wen Li, ternyata mereka memiliki bakat yang luar biasa, namun bakat saja tidak cukup."

__ADS_1


"Tidak cukup?"


"Ya aku butuh unik, berbakat dan unik."


Jin Lee mengatakan hal tersebut kepada Wen Li sambil terus memperhatikan para musisi jalanan yang sedang menunjukan bakat mereka satu per satu.


"Ayo Katarina."


Pedro menuntun Katarina untuk naik ke atas panggung, kondisi Katarina yang tidak dapat melihat membuatnya sedikit susah untuk naik ke atas panggung.


"Baiklah, peserta berikutnya adalah tuan Pedro dan nona Katarina, silahkan membawakan karya terbaik anda."


Pembawa acara mengatakan hal tersebut kepada semua orang yang hadir.


Suara merdu mulai terdengar, permainan biola dari Katarina membuat suara Pedro semakin mengalun dengan sempurna, kombinasi yang luar biasa antara Pedro dan Katarina membuat semua orang yang melihat dan mendengarkan pertunjukan mereka bertepuk tangan.


"Jin Lee, coba lihat, wanita pemain biola itu buta."


Wen Li meminta Jin Lee untuk melihatnya dengan lebih teliti, Jin Lee yang sudah tidak berkonsentrasi karena jenuh tiba -tiba langsung menajamkan mata saat mendengarkan Pedro menyanyikan lagu Bruno Mars Talking to The Moon.


"Kau benar wanita itu buta."


"Ini akan menjadi suatu hal baru di dunia hiburan Jin Lee.


Wen Li yang mulai menyadari ada sesuatu hal yang berbeda mencoba untuk memberitahukan Jin Lee lebih lagi.

__ADS_1


Sambil terus menajamkan mata dan telingga Jin Lee fokus untuk mendengarkan dan melihat Katarina dan Pedro, melihat dari kacamata seorang produser musik.


"Kita ambil mereka Wen Li, kau urus kontrak dan semua hal yang mereka butuhkan."


Satu kalimat panjang yang pada akhirnya keluar dari mulut Jin Lee.


"Kau serius Jin Lee?"


"Ya aku serius."


"Baiklah."


"Selesaikan acara ini dengan segera, karena kita sudah mendapatkan talent yang kita inginkan."


Setelah mengatakan hal tersebut Jin Lee bangkit dari tempat duduk, memakai kacamata hitam favorite nya dan melangkahkan kaki menuju parkiran mobil.


"Aku tunggu kau di mobil Wen Li."


Wen Li yang sudah sangat hafal akan kelakuan Jin Lee hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Pengawal katakan kepada panitia acara untuk membawa ke dua peserta yang sudah tampil ke tenda, dan katakan kepada pembawa acara bahwa ke dua orang tersebut adalah pemenang ajang pencarian talent musisi jalanan hari ini."


"Baik nona Wen Li."


Setelah mengatakan hal tersebut Wen Li segera menuju ke tenda, sedangkan beberapa pengawal memberitahukan kepada pembaca acara siapa pemenang ajang pencarian talent tersebut.

__ADS_1


__ADS_2