RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
CERAIKAN KATARINA


__ADS_3

"Ikutlah ke ruang kerjaku."


Leo Huang pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada Louisa untuk mengikuti nya ke ruang kerja.


"Mama Lili takut."


Deg


Katarina langsung teringat kepada Lili yang kini masih berada di belakangnya.


"Sayang jangan takut semua akan baik - baik saja."


Katarina langsung membawa duduk Lili di ruang tamu dan mengusap - usap dada Lili agar Lili lebih tenang.


"Siapa bibi itu ma? kenapa bibi itu terus menyebutkan jika Lili adalah anak nya?"


Deg


Pertanyaan untuk kesekian kali yang saat ini belum dapat di jawab oleh Katarina dengan sebuah kebenaran.


"Sayang, bibi tadi bernama bibi Louisia, bibi Louisia adalah teman dari papa Leo, bibi Louisia dulu memiliki anak yang usia nya hampir sama dengan Lili."


"Jadi itu sebabnya bibi terus mengatakan jika Lili adalah anak nya?"


Katarina yang tidak dapat mengatakan hal apapun lagi kini hanya bisa menganggukan kepalanya.


"Iya sayang, jadi Lili tidak boleh ketakutan seperti itu jika nanti bertemu dengan bibi Louisia yah."


"Ya ma, Lili tidak akan merasakan ketakutan lagi jika bertemu dengan bibi Louisa, karena kini Lili mengerti apa yang telah di alami oleh bibi Louisia."

__ADS_1


"Anak pintar mama."


Katarina mendaratkan ciuman sayangnya kepada Lili sebagai bentuk penghargaan karena Lili pada akhirnya bisa mengerti kondisi yang saat ini terjadi.


"Sekarang Lili harus berangkat sekolah, paman sudah menunggu Lili di depan."


"Baik mama Lili pergi dulu."


Lili memeluk Katarina dan memeluknya lagi lalu pergi dari hadapan Katarina.


Kini tinggal Katarina sendiri di ruang tamu, pikiran dan hati nya sangat kacau ketika hari ini kembali Katarina harus berhadapan dengan Louisa.


"Sayang, kau harus kuat yah, papa Leo tetap papa terbaik untuk mu."


Katarina kini kembali membelai perutnya dan mengatakan hal tersebut secara berulang - ulang.


Katarina berdiri dan melihat satu pintu ruang kerja Leo Huang yang saat ini masih tertutup dengan rapat, dimana di dalam ruangan tersebut saat ini terdapat suami dan mantan istrinya sedang berbicara.


Setelah mengatakan hal tersebut Katarina kembali masuk ke dalam kamar Lili.


Sementara itu di dalam ruang kerja Leo.


"Jadi apa yang kau akan bicarakan Louisa?"


Leo mengatakan hal tersebut sambil menatap ke arah jendela dengan posisi berdiri.


Dengan cepat Louisia menghampiri Leo dan memeluk Leo dari belakang.


"Apakah kau tidak merindukan aku Leo?"

__ADS_1


Dengan pelukan, aroma wangi dan perkataan Louisa membuat Leo terdiam.


"Kau menanyakan apakah saat ini aku tidak merindukan mu?"


"Ya hal itu yang aku tanyakan kepada mu."


"Masih berani kau bertanya hal itu kepada ku?"


Dengan kasar Leo Huang melepaskan pelukan Louisa darinya.


"Cepat katakan apa yang kau ingin bicarakan Louisa!"


Deg


Sangat kaget dengan apa yang telah Leo lakukan padanya, seorang Leo Huang yang dulu nya sangat tergila - gila kepadanya, kini dengan gampang melepaskan pelukan dari Louisa.


"Leo tak bisakah kau bersikap lembut kepada istri mu sendiri?"


"Istri, kau bilang istri? lebih tepatnya mantan istri."


"Katakan apa yang kau inginkan?"


"Kau ingin tau apa yang aku inginkan?"


"Ya."


"Ceraikan wanita itu!"


Deg

__ADS_1


Mata Leo langsung menatap tajam ke arah Louisia saat Louisia mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang.


__ADS_2