RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
SELAMAT MALAM NONA DAN TUAN


__ADS_3

Wen Li mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee yang semenjak tadi belum bisa menerima perkataan Leo Huang.


"Leo Huang sama sekali tidak berubah, sejak kecil dia selalu ingin bersaing dengan ku."


Jin Lee mengatakan hal tersebut dengan sangat geram, Jin Lee yang sudah mengenal Leo Huang dari kecil membuat Jin Lee sangat hafal terhadap karakter asli dari Leo Huang.


Keluarga Huang mengadopsi Jin Lee dari keluarga Lee karena ke dua orang tua Jin Lee adalah sahabat dari keluarga Huang dan keluarga Lee sudah meninggal akibat kecelakaan.


Jin Lee dan Leo Huang tumbuh bersama - sama karakter mereka yang bertolak belakang membuat mereka semenjak kecil tidak pernah bisa bersatu di dalam apapun dan hal ini yang pada akhirnya membuat Jin Lee dan juga Leo Huang sulit menjalin kerjasama di dalam perusahaan Huang.


"Pantas saja Louisa memilih pergi dari laki -laki itu, hanya wanita bodoh yang bisa dan mau bertahan dengan laki - laki seperti itu."


Jin Lee mengatakan hal tersebut di hadapan Wen Li dan detik itu juga Wen Li langsung terdiam.


"Jadi aku adalah termasuk wanita bodoh juga?"


Dan detik itu juga Jin Lee langsung mengernyitkan dahinya akibat pertanyaan Wen Li.


"Aku tidak mengatakan mu bodoh, namun kau sudah gila, Leo Huang tidak pernah mencintai mu, namun kau masih mengejar nya sampai sekarang."


"Jin Lee suatu saat jika kau gila karena cinta maka kau akan mengetahui betapa melawan rasa ini tidak akan pernah mudah."


"Jika aku gila karena cinta, aku juga tidak akan menjadi bodoh seperti mu Wen Li, yang sudah di tolak oleh Leo Huang lebih dari satu kali namun tetap berharap dan mengejarnya."


Wen Li tersenyum tipis ketika Jin Lee atasan serta sahabat nya mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Aku memang wanita bodoh, aku memang sudah kehilangan harga diri, namun tidak seperti mu yang diam - diam pernah mencintai kekasih Leo Huang namun tidak pernah mengejar nya, sampai pada akhirnya Louisa menikah dengan Leo Huang dan kau hanya diam saja."


Perkataan pedas Wen Li membuat mata Jian Lee memerah.


"Diam kau Wen Li!"


"Sudah kau tak perlu kau marah, sebagai sahabat mu aku akan mentraktir mu makan malam bagaimana?"


"Hmm baiklah, sebagai penebusan aku akan menerima makan malam mu."


"Jadi apa rencana mu selanjutnya? bagaimana kau mencari talent yang harus kau berikan kepada Leo Huang? waktu mu tak banyak Jin Lee dan tuan James Huang tidak akan dapat membantu karena kau menyetujui persyaratan yang telah Leo Huang berikan."


"Entahlah Leo meminta seseorang yang spesial yang bisa membawa nama Huang Corp semakin mendunia, Leo tidak mau mencari talent melalui agency - agency artis yang telah ada."


"Aku paham akan karakter Leo Huang, berarti dia menginginkan karakter yang natural namun bisa di bentuk dan masih jarang di industri musik."


"Ya mungkin yang kau katakan ada benarnya, maka aku akan mencarinya di jalanan."


Deg


Satu ide langsung tersirat di benak Wen Li ketika Jin Lee menyebutkan kata jalanan.


"Jin Lee sadarkah kau jika kata - kata mu tadi penyelamat mu dari Leo Huang?"

__ADS_1


Jin Lee langsung mengernyitkan dahi ketika Wen Li mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Apa maksudmu Wen Li?"


"Musisi jalanan, ya musisi jalanan, bagaimana kalau kau mencari talent dari dunia musisi jalanan dan kau angkat mereka?"


Jin Lee langsung berpikir dengan apa yang telah di Katakan oleh Wen Li.


"Kau benar Wen Li, mereka masih natural."


"Ya dan pastinya mereka akan menerima kontrak dengan mudah tanpa banyak persyaratan mengenai nominal yang akan mereka terima nanti."


"Bagaimana caranya agar aku bisa mencari talent dari mereka?"


"Gampang, kau bisa mengadakan audisi untuk mereka, Huang Corp akan mengeluarkan dana untuk ini, aku jamin Huang Corp tidak akan pernah pelit untuk mengeluarkan dana jika itu semua untuk mencari talent yang baru."


"Kau benar Wen Li."


"Jadi kau setuju dengan rencana ku?"


"Ya aku sangat setuju."


"Baiklah sebagai sekertaris yang baik, aku akan mengajukan proposal ini kepada tuan James Huang."


"Lakukan saja Wen Li, lebih cepat lebih baik."


"Baiklah aku akan mentraktir mu karena ide mu yang brilliant tersebut."


Wen Li tersenyum dengan semua yang Jin Lee ucapkan.


Sore menjelang malam pada akhirnya di lalui Jin Lee dan juga Wen Li dengan pembahasan pekerjaan untuk audisi para musisi jalanan nanti.


Sementara itu di lain tempat.


"Katarina bagaimana apakah kau lelah seharian ini bersama dengan ku?"


Pedro mengatakan hal tersebut kepada Katarina setelah mengantarkan Katarina kembali ke rumah.


"Aku senang Pedro, tadi aku bisa mendengar jika banyak orang tertarik dengan permainan kita."


"Kau benar Katarina, terima kasih."


"Terima kasih untuk apa Pedro?"


"Karena kau, hari ini kita mendapatkan banyak uang."


"Ah jadi seperti itu."


"Ini bagian mu."

__ADS_1


Pedro mengatakan hal tersebut sambil memberikan sebagian yang mereka dapatkan tadi ke dalam gengganman Katarina.


"Jadi aku mendapatkan bagian juga?"


"Tentu saja Katarina, kita bekerja bersama hari ini."


"Terima kasih Pedro, aku akan memberikan uang ini kepada bibi Meme, apakah besok aku boleh ikut dengan mu lagi Pedro?"


"Dengan senang hati nona Katarina."


Pedro mengatakan hal tersebut sambil menepuk-nepuk pundak Katarina.


"Karena kau, hari ini kita mendapatkan uang yang banyak, jadi mana mungkin aku tidak mengizinkan mu untuk tetap ikut dengan ku."


Pedro mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Pedro."


"Ya Katarina?"


"Maukah kau menjadi sahabat ku?"


Katarina mengatakan hal tersebut sambil mengarahkan jari kelingking nya ke arah Pedro.


Pedro terdiam dengan perkataan dari Katarina, ada satu hal yang belum bisa di ceritakan Pedro kepada Katarina.


"Pedro apakah kau mendengarkan aku? apakah kau mau menjadi sahabat ku?"


Katarina mengulangi perkataan nya sekali lagi karena Katarina merasa Pedro belum menjawab nya.


"Ah tentu saja aku mau, bersahabat dengan gadis cantik seperti mu mana ada laki - laki yang menolaknya."


"Meskipun aku buta?"


"Ya meskipun kau buta, kau tetap wanita yang cantik untuk ku."


Katarina tersenyum mendengarkan ucapan Pedro yang mengatakan hal tersebut sambil mengaitkan jari kelingking nya ke jari kelingking Katarina.


"Baiklah aku harus pergi, kau istirahat lah karena esok hari kita akan kembali ke pusat kota untuk melakukan konser kecil lagi."


Candaan Pedro mampu membuat Katarina kembali tersenyum.


"Selamat malam nona Katarina."


Pedro membungkukkan badan mengatakan hal tersebut kepada Katarina.


"Selamat malam tuan Pedro."


Katarina mengatakan hal tersebut sambil membungkukkan badan membalas ucapan Pedro.

__ADS_1


__ADS_2