RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
KATARINA CURIGA


__ADS_3

"Apakah kau baik - baik saja?"


Pedro yang seakan - akan mengerti telah terjadi sesuatu dengan Katarina kita kembali bertanya.


"Aku baik - baik saja Pedro, apakah kau tidak bisa menanyakan hal yang lainnya lagi?"


Efek rasa sesak di dalam diri Katarina membuatnya mengatakan hal tersebut kepada Pedro.


"Maafkan aku Katarina."


"Lebih baik kita kembali fokus bekerja, sebentar lagi album ini akan ber edar di pasar musik."


Dengan acuh tak acuh Katarina mengatakan hal tersebut kepada Pedro sambil terus berjalan menggunakan tongkat nya untuk duduk di ujung ruangan.


Pedro kini hanya bisa memandangi Katarina tanpa berani untuk bertanya lagi.


"Sementara itu kini di ruang rapat tinggal tuan James, nona Chen dan juga dokter Celine yang masih tersisa."


"Tuan James, apakah aku perlu mengatur pertemuan tuan James dengan nona Katarina?"


Tuan James langsung memandang kepada nona Chen ketika dokter Celine mengatakan hal tersebut.


"Apakah tidak menjadi sebuah kesalahan jika aku melakukan tindakan ini?"


"Tidak akan menjadi sebuah kesalahan jika ini menyangkut nyawa seseorang tuan, terlebih nona Lili adalah cucu anda."


"Ya aku mengerti dokter Celine, baiklah atur waktu aku untuk bertemu dengan nona Katarina."

__ADS_1


"Dengan senang hati."


Selesai mengatakan hal tersebut Dokter Celine langsung pergi dari hadapan tuan James Huang.


"James, apakah tindakan mu ini benar?"


"Tidak ada pilihan lain Chen, Lili juga cucu kandung ku, aku hanya ingin untuk dia bisa segera sembuh."


"Ya aku mengerti James, semoga ini menjadi satu keputusan yang benar."


Nona Chen mengatakan hal tersebut sambil bersandar di bahu tuan James.


"Ya semoga."


Dengan lembut tuan James mengusap puncak kepala nona Chen sambil mengatakan hal itu.


"Sungguh aku tidak mengerti apa yang ada di pikiran Leo Huang."


"Sudahlah ini bukan menjadi wewenang mu Jin Lee."


"Tidak ini sungguh aneh, aku harus menyelidiki nya."


Jin Lee mengatakan hal tersebut dan langsung keluar dari dalam ruangannya.


"Jin Lee, aku mohon kau untuk tidak ikut campur di dalam permasalahan ini, karena semua hal yang saat ini sedang terjadi tidak sederhana."


Wen Li yang masih berada di ruangan Jin Lee nampak nya mengetahui sesuatu yang masih belum bisa untuk diceritakan.

__ADS_1


Menjelang malam, Katarina diantar pulang oleh Pedro tanpa banyak berbicara, pikiran Katarina masih melekat erat dengan perkataan demi perkataan yang di lontarkan oleh Leo Huang di dalam ruangan.


"Pulanglah Pedro."


"Apakah kau masih marah padaku?"


"Tidak, pulanglah."


Sebenarnya Pedro masih ingin tetap disana dan menemani Katarina, namun melihat nada bicara Katarina Pedro pada akhirnya memilih untuk pergi.


"Baiklah, selamat tidur nona Katarina."


Katarina langsung berjalan masuk ke dalam kamar, tanpa menoleh lagi kepada Pedro.


"Kau kenapa Katarina?"


Hanya hal itu yang bisa Pedro katakan saat Pedro meninggalkan rumah Katarina.


"Kau licik Leo Huang!"


Di dalam kamar Katarina kembali menangis sambil mengatakan hal tersebut.


"Jadi saat aku berada di restoran bersama dengan kak Steven kau adalah orang yang melakukan hal itu."


Seketika Katarina langsung terdiam ketika mengingat peristiwa dirinya dengan Steven datang ke restaurant.


"Tunggu, sebelum nya kak Steven pernah mengatakan jika laki - laki itu adalah sahabat nya, jadi apakah kak Steven juga ikut terlibat?"

__ADS_1


Tangisan Katarina di dalam diam seketika semakin kencang ketika mengingat hal tersebut.


__ADS_2