RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
PENGUATAN CASSANDRA


__ADS_3

Cassandra tersenyum dan memberikan secangkir teh kepada Leo Huang.


"Minumlah, ini bisa menyejuk kan hati mu yang panas."


"Terima kasih."


Leo Huang dengan datar mengatakan hal tersebut kepada Cassandra, lama mereka terdiam, lama mereka membisu, saling terdiam dengan pemikiran nya masing - masing.


"Apakah tidak ada yang ingin kau cerita kan kepada ku?"


Karena suasana hening ini pada akhirnya cukup menganggu pada akhirnya Cassandra mencoba untuk membuka pembicaraan ini.


"Apa penting nya lagi untuk aku berbicara? tidak ada gunanya lagi."


Leo mengatakan hal tersebut dengan tersenyum datar.


"Kau tau aku sungguh kesal dengan papa James atas apa yang telah dia katakan di dalam rapat tadi."


Cassandra kini mencoba untuk memahami apa yang ada di dalam pikiran Leo Huang.


"Aku mengerti perasaan mu Leo, bukan hal mudah ketika mengetahui kebenaran yang pada akhirnya tidak sesuai yang kita harapkan."


"Ya dan kebenaran itu harus di ucapkan dari orang yang paling dekat dengan kita."

__ADS_1


Leo mengatakan hal tersebut sambil memandang wajah Cassandra.


"Ya aku mengerti, sama seperti ku yang dulu harus menerima kebenaran bahwa melihat kebenaran yang memberitahukan bahwa ke dua orang tua ku sudah tidak ada."


"Kebenaran yang mengatakan bahwa aku harus menghadapi semuanya seorang diri."


"Memang tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya menerima kebenaran itu, tidak ada yang bisa kita lakukan lagi Leo."


Cassandra membalas pandangan mata Leo sambil mengatakan hal tersebut.


"Apakah kita tidak memiliki hak untuk marah setelah kita mengetahui kebenaran?"


Leo yang masih gundah hatinya mencoba untuk kembali bertanya kepada Cassandra.


"Jangan mencoba berpura - pura bahagia jika engkau sedang tidak bahagia karena kebenaran, tapi menyiapkan hati itu yang paling penting."


"Dan jika kau bertanya apakah kita boleh marah aku hanya bisa menjawab nya bisa kau marah, namun kau harus mengendalikan marah tersebut dengan baik, dalam arti pada akhirnya marah tersebut tidak menjadikan mu seorang manusia pendendam."


"sebelum matahari tenggelam kau harus bisa menyelesaikan amarah mu Leo, itu yang aku lakukan selama ini."


Cassandra tersenyum dengan semua perkataan yang kini telah di ucapkan dengan baik.


"Kau wanita yang baik, aku wanita yang luar biasa, terima kasih untuk penguatan yang kau berikan hari ini."

__ADS_1


"Sama - sama Leo Huang."


"Apakah masih pantas aku menggunakan nama Huang di belakang namaku?"


Cassandra masih tersenyum dengan semua pertanyaan yang diajukan kembali oleh Leo Huang.


"Kau akan selalu pantas menggunakan nama Huang di belakang nama mu, karena tuan James sendiri yang memberikan nama itu."


"Meskipun aku baru saja mengenal tuan James namun disini aku melihat tuan James sangat mencintai mu Leo."


"aku tidak melihat adanya perbedaan antara kau dan Jin Lee, jadi kau masih sangat pantas menggunakan nama Huang di belakang nama mu."


"Terima kasih, boleh aku meminta sesuatu dari mu?"


"Meminta apa Leo? aku sama sekali tidak memiliki apa - apa, sedangkan kau punya segala nya."


"Bolehkah aku tidur di pangkuan mu?"


Deg


Permintaan Leo Huang kali ini berhasil membuat hati Cassandra bergetar hebat.


"Aku , aku...."

__ADS_1


"Jika kau tidak mengizinkan hal itu aku tidak akan pernah memaksa nya."


__ADS_2