
"Sebentar lagi kita mendarat dan kita akan langsung menuju ke kastil Lady Dragon."
Setelah mengatakan hal tersebut semua orang yang ada di dalam pesawat jet pun beristirahat sebentar sambil memandang ke arah jendela pesawat yang sudah berubah menjadi malam.
"Tuan Gerald pesawat sudah mendarat di bandara."
Salah satu pengawal memberitahukan kepada Gerald bahwa jet pribadi sudah mendarat.
"Ayo tuan Leo, tuan James."
Leo dan tuan James pun segera mengikuti langkah kaki Gerald untuk keluar dari jet pribadi.
"Selamat datang di Negara Italia tuan Gerald, perkenalkan aku Michael, salah satu detektif Chandradinata yang di tugaskan di Italia."
Satu Laki - laki berhidung mancung dan berwajah tampan membungkukkan badan kepada Gerald dan semua orang yang telah turun dari jet pribadi tersebut.
"Terima kasih tuan Michael semua informasi sudah aku dapatkan dari tuan Richard Chandradinata, jadi kemana kami akan di bawa pergi?"
"Mari ikut kami tuan - tuan sekalian."
Michael mengatakan hal tersebut dan menggiring mereka ke dalam mobil Chandradinata yang telah di sediakan untuk membawa mereka langsung ke markas Lady Dragon.
"Jadi perjalanan ke kastil akan memakan waktu tiga puluh menit, saya berharap semua sudah di persiapkan dengan matang."
__ADS_1
"Tentu saja tuan Michael."
Gerald mengatakan hal tersebut sambil mengambil pistol dan membagikan kepada Leo dan juga tuan James.
"Lama aku tidak memakai benda ini pa."
"Ya papa juga sudah tidak ingat lagi kapan terakhir memakai nya."
Tuan James tersenyum dengan semua yang dikatakan nya kepada Leo Huang.
"Tuan Kita sudah dekat dengan markas Lady Dragon, sebaiknya kita segera bersiap-siap."
Mobil kini telah menepi di pinggir pantai, tak jauh dari sana terlihat bangunan menyerupai kastil yang berdiri megah di pinggir pantai.
Setelah mengatakan hal tersebut Michael berada di paling depan di ikuti oleh semua rombongan yang akan masuk ke dalam kastil.
"Biarkan aku yang membuka pintu gerbang ini tuan Michael."
Gerald langsung mengatakan demikian karena di kepalanya sudah teringat kata sandi yang diberikan oleh Richard kepadanya.
Dengan cepat Gerald mengetikan kata sandi tersebut dan pintu gerbang langsung terbuka.
satu per satu mulai masuk ke dalam kastil.
__ADS_1
Sementara itu di salah satu ruangan kastil nampak satu orang wanita yang juga sedang mempersiapkan perlengkapan senjata.
"Nona Marsha mereka telah datang."
"Ah tamu kita pada akhirnya datang juga, segera jamu mereka dengan makanan terbaik yang kita miliki."
"Baik nona Marsha."
Pengawal tersebut langsung undur diri dari hadapan Marsha yang langsung melakukan perintah nya.
"Kalian telah masuk ke dalam jebakan ku, saatnya bermain - main kembali Marsha."
Setelah mengatakan hal tersebut Marsha mengambil satu senjata api dan keluar dari dalam ruangan untuk menyambut para tamu.
Sementara itu Gerald dan juga yang lainnya kini telah sampai di lantai satu kastil dan sungguh di luar dugaaan mereka suansana kastil sangat sepi.
"Tuan Michael apakah ada yang anda pikirkan?"
Gerald langsung menanyakan ke anehan itu kepada Michael karena tidak seperti apa telah di bayang kan.
"Ya ini aneh tuan Gerald, namun kelompok Lady Dragon selalu penuh dengan kejutan kita harus tetap berhati - hati."
Gerald yang mengerti akan maksud dari Michael Langsung menganggukan kepalanya.
__ADS_1