RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
RAUT WAjAH PEDRO


__ADS_3

"Pedro kita pemenangnya, kau dengar kan apa kata pembawa acara itu?"


Katarina yang mendengarkan pengumuman yang di beritahukan oleh pembawa acara langsung memberitahukan kepada Pedro.


"Iya aku tau Katarina."


Katarina langsung terdiam karena mendengarkan respon dari Pedro.


"Apakah kau tidak senang Pedro?"


"Tentu saja aku senang, nona Katarina yang cantik, ayo kita ke tenda, pembawa acara meminta kita untuk ke tenda di belakang panggung."


"Ayo, Pedro."


Dengan semangat Katarina mengatakan hal tersebut sambil memegang lengan Pedro, keadaan Katarina yang tidak bisa melihat membuat Katarina tidak dapat menyadari raut wajah Pedro yang langsung berubah aneh ketika mendengarkan pengumuman.


"Selamat datang tuan Pedro, dan nona Katarina."


Wen Li yang sudah menunggu kedatangan Pedro dan Katarina di tenda segera menyapa begitu melihat Katarina dan Pedro masuk ke dalam.


"Perkenalkan, aku Wen Li sekertaris tuan Jin Lee, produser musik yang memberikan penilaian kepada kalian hari ini."


"Terima kasih untuk kepercayaan nya terhadap kami nona Wen Li."

__ADS_1


"Sama - sama nona Katarina, ini kartu nama ku, besok temui kami di Huang Corp, kita akan membahas kontrak dan juga membahas hal yang lainnya, apakah kalian bersedia?"


"Tentu saja nona, kami bersedia."


Katarina langsung mengatakan hal tersebut tanpa meminta persetujuan Pedro terlebih dahulu.


"Baiklah tuan dan nona sampai bertemu esok hari di Huang Corp."


Wen Li tersenyum kepada Katarina dan juga Pedro yang kini memandang Wen Li dengan mata yang tajam.


"Pedro kita akan menjadi terkenal, aku bahagia sekali hari ini."


Pedro yang hendak keluar dari tenda terpaksa harus menghentikan langkah kaki ketika Katarina menarik lengan nya dan mengatakan semua hal tersebut kepada Pedro.


"Iya, ayo kita pulang."


Katarina mengenggam erat lengan Pedro yang membawanya keluar tenda.


Hari ini menjadi hari yang membahagiakan bagi Katarina, namun di dalam hatinya yang paling dalam, Katarina ingin mengatakan bahwa sebenarnya nama Huang tidak asing lagi baginya, namun kebahagiaan menutupi semua hal tersebut.


Sore menjelang malam di mansion Leo Huang.


"Jadi bibi Ai akan pulang ke desa untuk beberapa hari, seperti itu?"

__ADS_1


Malam hari ini Leo Huang yang sedang makan bersama dengan putri kecilnya menerima surat izin cuti dari bibi Ai pengasuh Lili Huang.


"Betul tuan muda, saya ingin mengajukan cuti untuk bertemu dengan keluarga di desa."


Leo Huang terdiam dengan permintaan dari bibi Ai, selama ini bibi Ai lah yang menolong Leo Huang dalam merawat Lili.


"Sayang bagaimana, apakah kau mengizinkan bibi Ai cuti?"


Leo Huang mulai menanyakan hal ini kepada putri kecilnya Lili.


"Papa, aku mengizinkan bibi Ai cuti, bibi Ai ingin bertemu dengan keluarga nya pa."


"Baiklah, lalu siapa yang akan menemani mu untuk bermain?"


Leo mengatakan hal tersebut kepada Lili dengan mengusap puncak kepalanya.


"Aku hanya butuh papa ada di samping ku, aku akan ikut papa bekerja di kantor."


Leo Huang langsung mengernyitkan dahi ketika Lili mengatakan hal tersebut.


"Anak papa ini yakin esok akan ikut papa ke kantor?"


"Yakin papa, Lili sangat yakin."

__ADS_1


"Baiklah, bibi Ai permohonan cuti mu di terima, Lili mengizinkan mu untuk pergi kembali ke desa."


__ADS_2