RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
CERITA SAJA


__ADS_3

Hal - hal bodoh yang di anggap oleh orang lain, saat ini justru tertanam kuat di dalam diri Leo Huang.


"Aku akan terus mencari mu, meskipun aku harus mengeluarkan ratusan dollar untuk hal ini ."


Leo langsung menghapus air matanya dan kembali bekerja.


Tenggelam di dalam banyaknya pekerjaan menjadi obat yang sangat manjur untuk Leo Huang untuk mengobati kesendirian nya saat ini.


Sementara itu siang ini di mansion Leo Huang, nampak satu gadis remaja sedang duduk di taman sambil membaca satu buku.


Di dalam diam, air mata gadis remaja itu kembali menetes saat dirinya membuka lembar demi lembar buku yang saat ini sedang di bacanya.


"Mama, mama Katarina Lili tidak kuat lagi mama, Lili harus terus berpura - pura menjadi mama Katarina, Lili harus terus berpura - pura tegar di hadapan papa Leo, mama Katarina Lili tidak kuat lagi."


Dengan berderai air mata Lili mengatakan hal tersebut seorang diri.


Selama ini rupanya dari lubuk hati Lili yang paling dalam, Lili sama sekali belum bisa menerima kepergian Katarina.


Namun Lili yang melihat keadaan papa nya sangat hancur bertekad untuk bangkit dan membantu memulihkan hati papanya, meskipun terkadang Lili harus menangis seperti ini di dalam diam.


"Nona Lili, ini."

__ADS_1


Deg


Ada satu tangan yang tiba - tiba mengulurkan sapu tangan nya kepada Lili.


"Tuan Michael, anda kemari? bukan kah anda sedang bersama dengan papa Leo."


"Apakah aku boleh duduk di samping mu? jika aku di perbolehkan untuk duduk aku akan menjelaskan kenapa aku bisa berada disini."


"Tentu saja tuan Michael."


Lili langsung menggeser badan nya dan membiarkan Michael duduk di sampingnya.


"Tuan Leo yang meminta aku kembali ke mansion."


"Papa Leo?"


"Ya nona, nampaknya papa sangat mencintai anda sehingga papa khawatir jika anda sendirian, untuk itulah tuan Leo meminta aku kembali kemari, dan sepertinya firasat seorang Ayah itu benar - benar kuat, buktinya sekarang aku melihat nona Lili menangis sendiri."


Deg


Lili yang sudah sadar bahwa kini ada yang sudah mengetahui air matanya segera menghapus setiap air mata tersebut dengan sapu tangan pemberian Michael.

__ADS_1


"Tuan, aku mohon papa jangan sampai mengetahui bahwa aku sering menangis sendiri seperti ini."


Michael sang detektif muda kini langsung memandang tajam ke arah Lili.


"Kenapa?"


Satu kata yang Michael katakan kepada Lili sambil terus menatap wajah Lili.


"Karena aku tidak mau melihat papa sedih dengan air mata yang aku keluarkan."


Dan tak terasa saat mengatakan hal tersebut air mata Lili kembali mengalir.


Michael yang kini mengetahui sisi lain dari Lili seorang gadis remaja yang selalu riang gembira pada akhirnya memilih untuk diam.


"Apakah ada yang nona Lili ingin ceritakan kepada ku?"


"Maafkan aku nona, jika perkataan ku mungkin kurang sopan di telingga nona, namun bukan menjadi hal yang baik juga jika kita tidak bisa menceritakan Kesedihan kita kepada orang lain."


"Bukan menjadi hal yang baik jika nona Lili memendam semuanya seorang diri."


"Segala sesuatu yang selalu di pendam itu seperti sebuah bom waktu jika suatu saat meledak akan menimbulkan bekas luka yang tak kalah dalam,sakit untuk orang - orang di sekitar kita yang seharusnya itu tidak perlu terjadi."

__ADS_1


__ADS_2