
Kini di dalam ruang VVIP tersebut hanya tinggal Leo Huang saja.
Leo Huang memandang ke sekeliling ruangan dan terlihat sepi, se sepi hatinya apalagi saat Cassandra mengatakan dengan tegas alasannya menerima undangan makan malam dari Leo Huang.
Leo Huang terdiam melihat ke sekeliling ruangan lalu tiba - tiba saja tertawa lepas.
"Sungguh lucu sekali dunia ini, sungguh lucu sekali cerita ini, aku berkencan dengan wanita yang sudah memiliki tunangan, sebentar lagi akan menikah, dan lebih lucunya lagi aku bau mengetahui jika wanita tersebut adalah tunangan dari laki - laki yang dulunya pernah mengurung istri ku sendiri, sungguh ini lucu."
Leo Huang kembali tertawa dengan nyaring saat mengatakan semua hal tersebut, namun sejenak kemudian tawanya berubah menjadi air mata yang terus menerus mengalir.
"Entah sejak kapan aku menjadi laki - laki yang gampang menangis, laki - laki yang mengharapkan cinta yang tidak biasa dari wanita yang sudah di miliki oleh seseorang."
Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil duduk dan mengusap air matanya.
"Sepertinya tidak ada gunanya lagi aku disini, tidak ada yang bisa aku ajak untuk berdiskusi, tidak ada yang bisa aku ajak untuk bercerita."
Setelah mengatakan itu semuanya, Leo Huang langsung beranjak dari tempat duduk dan peegi meninggalkan ruangan VVIP di dalam restoran tersebut.
Sementara itu terjadi aksi kejar mengejar di jalan raya antara Cassandra dengan Jin Lee.
__ADS_1
Air mata Cassandra terus mengalir, namun tangan dan ke dua matanya masih fokus untuk tetap mengemudikan mobil.
"Apa ini, apa ini, Kenapa aku begitu sedih pada malam hari ini, sedih karena mendengarkan perkataan itu, atau aku sedih karena apa, aku juga bingung!"
Cassandra mengatakan hal tersebut sambil memukul - mukul kemudi mobil nya.
Di saat bersamaan Jin Lee langsung menghentikan mobilnya tepat di depan mobil Cassandra dan karena itulah yang membuat Cassandra langsung menghentikan mobilnya dengan cara mendadak.
"Keluarlah, keluarlah,aku akan menjelaskan semuanya kepada mu."
Dari dalam mobil Cassandra hanya melihat Jin Lee yang terus mengetuk - ngetuk kaca mobil dan meminta Cassandra untuk keluar.
Dan pada akhirnya Cassandra yang terus melihat Jin Lee melakukan hal tersebut tanpa lelah membuat Cassandra keluar dari dalam mobil.
"Apa lagi yang kau mau Jin Lee?"
Begitu keluar dari pintu mobil dan di pinggir jalan Cassandra mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee.
"Sayang maafkan aku, bukan maksudku untuk menyakiti mu."
__ADS_1
"Aku hanya tidak ingin kehilangan mu, kau tau bukan seberapa besar cinta ku kepada mu? aku sangat cemburu ketika mau menghadiri undangan makan malam bersama dengan laki - laki itu."
"Aku bisa gila sayang jika aku sampai kehilangan mu nanti."
Cassandra yang diam - diam menangis tidak bisa mengatakan hal apa - apa lagi.
Kini pikiran nya hanya memiliki satu pertanyaan, yaitu untuk apa aku harus menangis.
"Sayang, apakah ada yang kau pikirkan?"
Jin Lee kembali menanyakan hal tersebut kepada Cassandra yang kini hanya bisa terdiam saja.
"Jin Lee apakah kau berjanji ini adalah kesalahan yang kau lakukan?"
"Ya aku berjanji sayang."
"Kau tau aku bukan gadis kecil yang tidak bisa di percaya, kau tau aku tidak suka dengan sikap mu seperti itu."
Setelah mengatakan hal tersebut Cassandra menceritakan hal yang sebenarnya.
__ADS_1