
"Aku harus menjadi dewasa sebelum waktunya agar aku bisa melakukan semua hal yang mama Katarina inginkan."
"Dan itu rasanya sakit, sakit sekali."
Lili yang se akan - akan hari ini berhasil untuk memuntahkan segala isi hatinya menceritakan semua hal tersebut dengan berderai air mata kepada Michael.
Sungguh merupakan sisi lain seorang Lili Huang yang selama ini tidak di ketahui oleh Michael.
Saat ini di samping nya duduk seorang gadis yang sebenarnya memiliki beban berat di pundak nya.
Beban yang seharusnya belum bisa dia pikul, beban yang dapat membuat tulang - tulang gadis kecil ini bisa patah jika pada akhirnya tetap memutuskan untuk memikulnya seorang diri.
Saat ini di sampingnya Michael melihat satu gadis remaja yang terus menangis tersedu - sedu tiada henti.
Dan tanpa butuh persetujuan dari Lili, Michael langsung mengulurkan tangannya untuk memeluk Lili.
Dan Lili yang sepertinya telah mendapatkan sandaran pada akhirnya menangis lebih kencang lagi di dalam pelukan Michel.
Michael tidak banyak berkata - kata kecuali hanya terus terdiam mendengarkan isak tangis gadis kecil yang kini sudah tenggelam di dalam pelukannya.
Untuk sejenak Michael melupakan status nona muda kepada satu orang gadis kecil yang kini telah beranjak dewasa dan terus tenggelam di dalam pelukannya tersebut.
__ADS_1
Sesekali Michael hanya menepuk - nepuk pelan pundak nya seakan - akan hal itu Michael lakukan untuk memberikan kekuatan besar terhadap Lili.
"Tuan Michael terima kasih."
Deg
Satu suara yang menyadarkan Michael bahwa masih ada satu gadis remaja yang kini tenggelam di dalam pelukannya.
"Mmmaafkan aku nona Lili, bukan maksudku untuk melakukan hal ini."
Detik itu juga Michael langsung mengendurkan pelukannya terhadap Lili dan meminta maaf kepadanya.
Michael Langsung melihat kepada kemeja nya dan benar seperti apa yang telah di katakan lIli kepada nya, terdapat titik - titik bekas air mata Lili.
"Ah tidak masalah nona, sungguh satu kebanggaan tersendiri ketika anda mempercayakan saya untuk mendengarkan semua kebenaran cerita ini."
"Apakah saat ini perasaan nona sudah menjadi lebih lega?"
"Sudah tuan Michael, terima kasih."
Lili langsung tersenyum dengan pertanyaan yang telah di ajukan oleh Michael dan kini Michael baru menyadari jika senyum Lili sangatlah Manis.
__ADS_1
"Jika nanti nona membutuhkan teman untuk bercerita, jika nona percaya kepada ku nona bisa menghubungi aku kapan saja yang Nona butuhkan."
Deg
Kata demi kata tiba - tiba keluar dari mulut Michael dengan sendiri nya, kata demi kata yang keluar tanpa perencanaan, dan hal tersebut yang membuat Lili kecil langsung kembali tersenyum.
"Terima kasih tuan Michael sungguh merupakan keberuntungan bagi ku jika anda mau menjadi tempat sampah ku untuk aku bisa berbagi kesedihan ku ini, satu hal yang aku minta tolong jaga semua rahasia ini Dari papa Leo."
"Pasti nona Lili."
"Satu hal lagi, apakah aku boleh memanggil mu dengan sebutan kakak Michael?"
Deg
Hati yang menjadi bergetar saat Lili mengatakan hal tersebut kepada Michael.
"Tentu saja boleh nona Lili."
"Baiklah terima kasih kakak Michael, satu Lagi lagi panggil aku dengan nama saja Lili."
Setelah mengatakan hal tersebut Lili beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1