
Katarina yang masuk ke dalam ruangan Lili segera mengatakan hal tersebut sambil di bantu mendekat oleh para pengawal.
"Bibi, aku rindu bibi, boleh aku memeluk bibi sekarang?"
"Tentu saja, kemarilah."
Katarina segera merentangkan tangan nya ke arah Lili, Lili yang melihat hal tersebut segera membenamkan wajahnya kepada Katarina.
"Bibi tau rasanya disini sungguh tidak enak, Lili tidak boleh bermain, Lili harus meminum banyak obat, Lili tidak boleh meninggalkan ruangan ini, jika Lili tanya kepada dokter Lili sakit apa Dokter hanya mengatakan jika Lili harus beristirahat, tapi Lili sudah dua hari berada di ruangan ini, dan Dokter masih belum mengizinkan Lili untuk pulang."
Lili gadis kecil mengatakan hal tersebut di dalam pelukan Katarina, Katarina mendengarkan semua keluhan Lili dengan mengusap punggung gadis kecil tersebut secara perlahan.
"Sayang, apa yang dikatakan oleh Dokter itu pasti benar, Lili hanya perlu istirahat saja."
"Jika Lili hanya perlu beristirahat kenapa tidak di rumah saja bibi."
Katarina yang menyadari jika gadis kecil yang saat ini berada di dalam pelukannya adalah gadis kecil yang jenius mulai berpikir apa yang harus dia jawab untuk pertanyaan nya.
"Ya bibi tau, istirahat di rumah juga bisa, istirahat disini juga tak masalah, ruangan ini nyaman bukan?"
Lili terdiam dan mencoba untuk mencerna kata - kata Katarina.
"Iya, tapi Lili kesepian, bibi apakah bibi mau menemani Lili setiap hari?"
Deg
Katarina terdiam dengan permintaan Lili.
"Sayang, tapi bibi tidak mengenal keluarga mu, apakah kau sudah mengatakan hal ini?"
"Bibi tenang saja, papa Lili sangat sayang kepada Lili, papa tidak akan menolak Lili jika hanya ini permintaan Lili."
Katarina yang mendengarkan jawaban Lili mencoba untuk menarik nafasnya dalam - dalam.
"Baiklah, lakukan jika itu membuat mu bahagia."
"Terima kasih bibi baik, aku akan bahagia jika bibi baik terus berada bersama dengan ku."
Lili segera memperat pelukannya terhadap Katarina, sedangkan kini Katarina harus berpikir bagaimana caranya agar bisa melepaskan diri dari Lili karena pasti Pedro sudah menunggu nya di Huang Corp.
"Siapa wanita itu suster?"
Dokter Celine yang melihat Lili memeluk Katarina dari jendela mencoba untuk menanyakan hal itu kepada suster yang berada di sampingnya.
"Pengawal mengatakan itu adalah tamu nona Lili Dokter."
"Ah seperti itu, baiklah aku akan mengawasi nya terlebih dahulu."
__ADS_1
Dokter Celine mengatakan hal itu sambil terus mengawasi Katarina dan Lili dari jendela Rumah Sakit.
Sementara itu Leo Huang yang kini berada di ruang eksklusif bersama dengan asisten Zoe sedang membicarakan sesuatu.
"Katakan padaku asisten Zoe, bagaimana caranya mendapatkan donor tulang sumsum belakang untuk putriku?"
Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil memijit pelipisnya.
"Tidak ada cara lain lagi tuan Leo, selain tuan Leo harus mengatakan keadaan nona Lili yang sebenarnya kepada keluarga, semua ini demi kebaikan nona Lili."
Saran yang di berikan oleh asisten Zoe hanyalah kejujuran untuk mengatakan keadaan Lili yang sebenarnya kepada seluruh anggota keluarga, agar anggota keluarga bisa membantu Leo Huang.
"Siapa keluarga yang aku punya asisten Zoe? hanya papa James dan istri barunya yang bahkan aku sendiri hampir melupakan."
"Ada tuan Jin Lee tuan Leo."
Leo Huang yang mendengarkan nama Jin Lee di sebutkan langsung tersenyum tipis.
"Jin Lee mana mungkin dia akan peduli."
"Mungkin dengan tuan Leo tidak, namun dengan nona Lili tuan Jin Lee sangat peduli tuan."
Perkataan asisten Zoe kali ini ada benarnya, Jin Lee sangat dekat dengan Lili Huang, dan sampai saat ini Jin Lee belum mengetahui keadaan Lili Huang yang sebenarnya.
"Entahlah, aku sedang tidak bisa untuk berpikir, lakukan saja apa yang bisa kau lakukan asisten Zoe, bagiku yang terpenting aku bisa mendapatkan donor sumsum tulang belakang itu secepatnya."
"Baiklah tuan Leo saya akan mencoba mencari jalan yang terbaik."
Sementara itu di Huang Corp hari ini Jin Lee sedang marah besar kepada semua karyawan yang berada di bawah nya.
"Jadi dimana nona Katarina kalian tidak mengetahui nya?"
"Maafkan kami produser, namun sampai saat ini hanya Pedro saja yang berada di dalam ruang rekaman."
"Bagaimana kerja kalian, hanya menangani hal ini saja kalian tidak bisa!"
Jin Lee mengatakan hal itu dengan berteriak.
"Tak usah kau berteriak - teriak seperti itu Jin Lee."
Wen Li yang mendengarkan kemarahan Jin Lee segera masuk ke dalam ruangan.
"Kau tak tau apa - apa Wen Li."
Dengan ketus Jin Lee mengatakan hal tersebut kepada Wen Li.
"Siapa bilang aku tidak mengetahui apa - apa, aku tau tentang nona Katarina."
__ADS_1
Mendengar nama itu disebutkan Jin Lee segera menyudutkan Wen Li ke tembok.
"Katakan dimana Katarina berada."
Dengan mata memerah dan mata yang memandang Wen Li dengan tajam Jin Lee mengatakan hal tersebut.
"Menjauh lah dari ku terlebih dahulu baru aku akan mengatakan nya."
Wen Li yang hari ini merasa terpojokan segera mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee.
"Baiklah, maafkan aku, dimana Katarina?"
"Tadi salah satu pengawal mengatakan jika nona Katarina pagi - pagi telah di jemput oleh mobil dengan simbol Huang Corp."
Jin Lee langsung terdiam dengan perkataan Wen Li.
"Hanya mobil ku dan mobil Leo Huang dengan simbol Huang Corp, apa lagi yang sebenarnya di rencana kan oleh Leo Huang, dengan se enak nya dia membawa kabur talent ku."
"Jin Lee, Leo tidak akan mungkin begitu saja membawa kabur talent, mungkin saat ini dia sedang ada urusan dengan nona Katarina."
"Ya tapi semua yang berhubungan dengan Katarina harus di bawah pengawasan ku."
Deg
Wen Li langsung memandang Jin Lee dengan sangat tajam ketika Jin Lee mengatakan hal tersebut kepadanya..
"Katakan padaku dengan jujur, apakah kau sedang cemburu?"
Wen Li mendekat ke arah Jin Lee, memandang nya dengan tajam.
"Aku tidak mungkin cemburu dengan talent ku sendiri Wen Li."
Setelah mengatakan hal itu Jin Lee langsung keluar kantor dan meninggalkan Wen Li begitu saja di dalam.
"Kau mengatakan kau tidak cemburu Jin Lee, namun wajah mu, tingkah mu mengatakan hal yang lain."
Wen Li mengatakan hal tersebut sambil menatap punggung Jin Lee yang semakin menghilang dari pandangan matanya.
Sementara itu di Rumah Sakit Negara C.
"Selamat siang nona muda."
Dokter Celine yang semenjak tadi hanya memperhatikan Lili dan Katarina dari jendela kini masuk ke dalam ruangan.
"Hai dokter Celine."
"Bagaimana keadaan nona muda hari ini?"
__ADS_1
"Keadaan ku baik Dokter Celine."
"Nampaknya nona muda sedang kedatangan tamu?"