RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
KABAR PERNIKAHAN UNTUK LILI


__ADS_3

Selesai menutup panggilan dari ponselnya Leo Huang menatap ke arah jendela dengan tajam.


"Chen apa yang kau mau sebenarnya, selama ini aku tidak pernah mengurusi kehidupan mu dengan papa, kenapa sekarang kau menganggu ku?"


Leo Huang kembali menatap jendela sambil mengatakan hal tersebut.


Wajahnya marah, namun Leo Huang tidak tau harus melampiaskan kepada siapa rasa marah nya kali ini.


Sementara itu di Rumah Sakit Negara C.


"Bagaimana dokter Carlos, apakah mata nona Katarina bisa mendapatkan donor mata?"


Nona Chen bertanya kepada dokter Carlos yang sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Katarina.


"Nona Chen, pada dasarnya nona Katarina masih bisa menerima donor mata dan itu tidak akan menjadi masalah untuk ke depan nya nanti."


"Terima kasih dokter Carlos, hasil pemeriksaan nona Katarina aku minta untuk segera di kirim ke Negara W saja, karena operasi donor mata akan dilakukan disana."


"Baiklah nona Chen hari ini juga kita akan mengirimkan hasil pemeriksaan nona Katarina."


"Terima kasih dokter Carlos."


Nona Chen dan Katarina yang telah selesai melakukan pemeriksaan segera berdiri dari tempat duduk mereka dan keluar dari ruang praktek dokter Carlos.


"Nona Chen, bisakah kita ke ruang rawat Lili? aku rindu dan ingin mengunjungi nya."


"Tentu saja nona Katarina, ayo."

__ADS_1


Nona Chen mengajak Katarina untuk menuju ke ruang rawat Lili.


"Bibi baik."


Lili berteriak ketika mengetahui jika yang membuka pintu ruang rawat nya adalah Katarina.


"Sayang, bibi merindukan mu."


Dengan cepat Katarina berjalan menuju ke tempat tidur Lili dan memeluk gadis kecil tersebut.


"Bibi, Lili juga merindukan bibi."


Lili memeluk Katarina seakan - akan tidak mau melepaskan nya lagi.


"Kenapa bibi tidak pernah mengunjungi aku lagi?"


Deg


"Maafkan bibi sayang, bibi akhir - akhir ini sungguh sangat sibuk."


"Tapi bibi masih akan tetap kemari untuk mengunjungi Lili kan?"


"Tentu saja sayang."


"Lili, kau tidak perlu khawatir, sebentar lagi Katarina akan selalu bersama dengan mu."


"Maksud nenek apa?"

__ADS_1


Nona Chen tersenyum ketika Lili memanggil nya dengan sebutan nenek.


"Sebentar lagi Lili akan memiliki mama, Katarina akan menjadi mama Lili."


Wajah Lili sangat kaget mendengar apa yang telah dikatakan oleh nona Chen, namun perkataan nona Chen juga membuat Lili sangat bahagia.


"Jadi Lili bisa menyebut bibi baik dengan sebutan mama?"


Nona Chen tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Ya sayang, Katarina akan menjadi ibu mu."


"Ah mama, akhirnya Lili punya mama, dan mama itu adalah bibi baik."


Lili mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat Katarina untuk yang ke dua kalinya.


"Baiklah, sayang bibi tidak bisa berlama - lama disini, besok adalah hari pernikahan papa dengan bibi, jadi bibi ingin mempersiapkan semuanya dengan baik."


"Pernikahan? besok?"


"Ya sayang."


"Nenek, Lili ingin datang ke pernikahan papa Leo dan bibi baik, apakah Lili bisa hadir?"


Nona Chen terdiam dengan semua hal yang menjadi pertanyaan Lili.


"Sayang, kami akan menanyakan terlebih dahulu kepada Dokter Celine apakah besok Lili bisa hadir di dalam pernikahan papa Leo."

__ADS_1


"Nenek tolong Lili untuk bisa berbicara dengan Dokter Celine, Lili berjanji Lili akan menjadi gadis kecil yang baik selama acara berlangsung."


"Sayang kau adalah cucu terbaik dari keluarga Huang, jadi kami semua percaya bahwa kau akan tetap menjadi cucu terbaik keluarga Huang."


__ADS_2