
Apakah kau bisa mengerti sayang?"
Dengan lembut Jin Lee mengatakan hal tersebut kepada Cassandra wanita yang saat ini sangat di cintai nya itu.
"Ya, ya aku mengerti Jin Lee ayo kita pulang."
Cassandra yang sudah tidak ingin berdebat lagi pada akhirnya memilih untuk mengajak Jin Lee pulang.
Sementara itu pesta pernikahan Gerald dan juga Wen Li yang kita sudah selesai meninggalkan kesan tersendiri untuk Leo.
"Ini Leo nomor ponsel nona Cassandra."
"Terima kasih Wen Li."
Sebelum Leo kembali ke penginapan Leo mendatangi Wen Li dan meminta nomor ponsel Cassandra.
"Ayo kita pulang Lili."
"Baik papa."
Leo dan Lili segera menuju ke mobil yang sudah berada di dalam parkiran depan.
"Hei sayang apa yang kau pikirkan?"
Gerald menanyakan hal tersebut karena kini masih melihat Wen Li yang terus memandangi kepergian Leo Huang.
"Apakah kau tidak merasakan hal yang aneh terhadap Leo?"
Wen Li mengatakan hal tersebut dengan menatap tajam kepada Gerald.
__ADS_1
"Hal aneh apa yang kau maksudkan?"
"Aku merasakan Leo akan menyelidiki tentang nona Cassandra."
"Menyelidiki nona Cassandra? untuk apa Leo melakukan hal itu sayang?"
Gerald yang masih tidak mengerti akan apa yang dirasakan oleh Wen Li kembali bertanya.
"Kau sungguh tidak mengerti apa yang aku maksudkan?"
Wen Li mencoba untuk memancing Gerald dengan setiap pembicaraan yang telah dilakukan.
"Sadar atau tidak sadar nona Cassandra itu sangat mirip dengan nona Katarina."
Deg
"Mirip?"
"Ya Gerald, saat pertama kali aku bertemu dengan nona Cassandra, memang mirip sekali, namun setelah aku mengenal nona Cassandra lebih jauh, tetap dia adalah nona Cassandra."
"Wen Li mengatakan hal tersebut kepada Gerald."
"Ya, aku mengerti apa yang maksud kan sayang, seseorang yang sudah meninggal tidak akan mungkin untuk dapat hidup kembali."
Gerald langsung memeluk lengan Wen Li dengan erat saat mengatakan hal tersebut seakan - akan memberikan penguatan kepada dirinya dan Wen Li.
"Gerald ini malam pengantin kita, aku tidak mau kita memikirkan orang lain terlebih dahulu."
Wen Li mengatakan hal tersebut sambil menatap Gerald.
__ADS_1
"Ah kau benar sayang, malam ini aku akan membuat mu menjadi nyonya Gerald."
"Maafkan aku Gerald."
"Maaf? untuk apa kau meminta maaf kepada ku?"
"Aku datang kepada mu dalam keadaan tidak utuh lagi, aku datang kepada mu setelah..."
"Ssssst, aku sangat menghargai setiap kejujuran mu, aku menerima setiap masa lalu mu, karena itu hanya masa lalu."
"Apa kau tidak ingin bertanya siapa laki - laki yang telah melakukan hal itu kepada ku?"
Gerald langsung tersenyum mendengarkan perkataan Wen Li.
"Untuk apa, sekarang kan kau berada di samping ku sebagai istri sah, dan aku mencintai mu, bagiku masa lalu tidak akan pernah aku ungkit lagi karena itu tidak penting, tapi terima kasih sudah jujur kepada ku sayang
"
Gerald mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Wen Li.
"Ayo masuk ke dalam kamar, aku akan membantu untuk melepaskan semua pakaian mu."
Bisikan mesra Gerald membuat wajah Wen Li memerah seperti tomat.
"Hmmm, aku bisa untuk melepaskan sendiri sayang."
"Tapi tidak untuk malam ini."
Dan seketika itu juga Gerald langsung menggendong Wen Li untuk masuk ke dalam kamar pengantin.
__ADS_1