
Pagi ini ada satu mobil masuk ke halaman mansion Leo Huang.
"Silahkan turun nona Louisa."
satu pengawal membuka pintu mobil dan mempersilahkan Louisa untuk turun.
Louisia segera berjalan masuk ke dalam mansion.
"Nah sayang lihat kau sudah cantik."
Hari ini Katarina yang masih tidur ke kamar Lili mencoba untuk mendandani Lili yang hendak pergi ke sekolah.
Saat ini meskipun Katarina tidak sedang satu kamar dengan Leo, namun Katarina tetap menjalankan tugas untuk menyiapkan segala sesuatu baik untuk Leo dan juga Lili.
"Terima kasih mama."
Lili mengatakan hal tersebut sambil memeluk tubuh Katarina.
"Ayo kita keluar kamar, nanti kau bisa terlambat ke sekolah."
"Siap mama."
Dengan gembira Lili mengambil tas dan mengikuti Katarina, tepat saat Katarina keluar kamar ada satu wanita yang kini sudah berada di depan matanya.
"Untuk apa kau berada di dalam kamar putri ku?
Deg
Hati Katerina menjadi tersentak ketika mendengarkan apa yang dikatakan Louisa kepadanya.
__ADS_1
"Kau, untuk apa kau kemari?"
"Kau tidak memiliki hak untuk bertanya hal itu kepada ku!"
"Aku memiliki hak nona Louisia, karena saat ini aku adalah istri sah dari Leo Huang."
Tatapan mata Katarina tak kalah tajam ketika mengatakan hal tersebut kepada Louisa.
"Mama, Lili takut."
Detik itu juga Lili bersembunyi di balik tubuh Katarina.
"Sayang, ini mama Louisa nak, ini mama kandung Lili."
Louisa berusaha untuk mendekatkan diri ke arah Lili, namun Lili semakin berlindung di balik tubuh Katarina.
Suara lirih Lili yang kini terdengar di telingga membawa Katarina harus mengambil tindakan tegas kepada wanita yang saat ini berada di depan matanya.
"Aku sudah memperingatkan mu nona Louisia, saat ini kau tidak bisa menyentuh Lili tanpa persetujuan dari Lili!"
Louisia yang mendapatkan perkataan itu segera menatap tajam ke arah Katarina.
"Sudah aku bilang kau tidak memiliki hak atas dia, dia adalah putri Kandung ku!"
"Ya aku tau Lili memang tidak pernah lahir dari rahim ku, namun saat ini Lili sangat mencintai ku, dan menolak kehadiran Ibu kandung nya sendiri, ketakutan dengan Ibu kandung nya sendiri."
"Itu semua bukan karena salah Lili atau karena salah siapapun, coba sekarang nona tanyakan kepada diri nona sendiri mengapa Lili sampai berlaku demikian terhadap mu!"
Mata Louisa memerah ketika mendengarkan perkataan Katarina.
__ADS_1
"Kurang ajar!"
Satu tangan mendaratkan tamparan di pipi Katarina.
"Berhenti!"
Satu suara laki - laki dengan tegas berteriak dari lantai dua, dengan segera laki - laki tersebut turun ke lantai 1 dan menghampiri Katarina dan juga Louisia.
"Louisia berani sekali kau menampar istri ku!"
Tangan Leo langsung mengarah ke Louisa dan hendak memukulnya.
"Hentikan Leo, kau tidak boleh memukul wanita."
Katarina langsung menarik tangan Leo yang hendak menampar Louisa.
"Kenapa kau menghalangi ku, dia telah menampar mu, dan dia layak untuk mendapatkan balasan nya."
"Hentikan Leo, ada Lili di belakang ku yang melihat hal ini, akan menjadi satu trauma tersendiri ketika dia melihat jika papa nya memukul seorang wanita.
Deg
Leo Huang langsung menoleh ke arah Lili yangs sejak tadi bersembunyi di balik tubuh Katarina, dan Leo langsung menurunkan tangannya kembali.
"Apa yang kau mau Louisa?"
"Bisa kita berbicara berdua saja Leo, tanpa kehadiran wanita ini?"
Louisa mengatakan hal tersebut sambil melirik ke arah Katarina.
__ADS_1