RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
LEO HUANG MARAH


__ADS_3

Lili Huang mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang, namun Leo sama sekali tidak mendengarkan apa yang ditanyakan oleh Lili.


"Papa, papa mendengarkan Lili?"


Merasa tidak mendapatkan tanggapan dari Leo, Lili kembali menguncang tubuh Ayahnya.


"Ya Lili papa dengar."


"Ayo papa Lili kenalkan pada bibi baik itu."


Deg


Perkataan Lili membuat hati Leo semakin tersentak.


"Tidak sekarang Lili, papa harus kembali menemani paman Edward dan bibi Kim."


"Tapi pa."


"Sudah, papa tidak bisa!"


Tanpa sadar Leo Huang membentak Lili dan itu membuat mata Lili langsung berlinang air mata.


"Papa, ada apa dengan papa? Lili kan hanya ingin mengenalkan papa kepada bibi yang telah menolong Lili."


Lili langsung menangis di dalam pelukan Leo Huang.


"Sssst, maafkan papa sayang, papa tidak sengaja, dengarkan papa, bukannya papa tidak ingin di kenal kan kepada bibi yang telah menolong mu, namun saat ini papa harus kembali menemani paman Edward yang telah datang jauh - jauh kemari, Lili bisa mengerti papa sayang?"


Lili terdiam dengan semua perkataan dari Leo Huang.


"Ya papa Lili mengerti, tapi apakah Lili boleh menemui bibi itu?"


Deg


Leo Huang kembali terdiam ketika Lili mengatakan hal tersebut, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Leo tidak ingin anaknya mengenal wanita itu, namun mengetahui bahwa anaknya yang pintar akan banyak bertanya jika sampai tidak di izinkan, maka dengan berat hati Leo Huang harus mengambil keputusan.


"Baiklah, namun kau harus di temani oleh para pengawal, apakah Lili mengerti?"


"Siap papa, terima kasih papa."


Lili mengatakan hal tersebut sambil mencium pipi sang Ayah, lalu turun dalam gendongan nya dan bersiap untuk menghampiri Katarina begitu Katarina selesai melakukan pertunjukan bersama dengan Pedro.


"Pengawal temani nona muda untuk bertemu talent."


"Baik tuan Leo Huang."

__ADS_1


Beberapa pengawal yang sejak tadi sudah berdiri di samping kanan dan kirinya langsung membungkukkan badan ketika menerima tugas dari Leo Huang.


"Kau, setelah acara ini, bertemu dengan ku di ruang kerja ku!"


Leo Huang membisikkan hal tersebut kepada asisten Zoe, suara Leo Huang yang penuh dengan tekanan menandakan bahwa Leo Huang sedang marah.


"Baik tuan muda."


Asisten Zoe yang sudah mengetahui tabiat dari Leo Huang hanya bisa membalas perkataan nya dengan suara pelan dan anggukan kepala.


Leo Huang kembali berjalan ke ruang eksklusif dengan langkah yang sangat berat, saat ini pikiran dan hatinya sungguh tidak bisa di tebak, kemarahan yang luar biasa telah bercampur dengan rasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan terhadap Katarina, satu - satunya wanita yang masih suci saat tidur dengannya dengan sebuah scandal.


"Baiklah Leo, aku dan istriku akan kembali ke Negara W, jika kau membutuhkan sesuatu jangan segan - segan untuk menghubungi ku."


Di penghujung acara Edward Chandradinata mengatakan hal itu kepada Leo Huang.


"Pasti Edward, terima kasih sudah hadir di dalam pesta pernikahan papa."


"Sama - sama Leo."


Setelah mengatakan hal tersebut Edward Chandradinata dan Kimmy masuk ke dalam mobil dengan pengamanan tingkat tinggi untuk menuju ke bandara.


Leo Huang menatap kepergian CEO Chandradinata Corp tersebut sampai tidak terlihat lagi oleh ke dua matanya.


Sementara itu di belakang panggung.


"Ya betul, ada bisa aku bantu?"


"Nona muda kami ingin bertemu dengan anda nona."


"Ah nona muda, baiklah."


"Hanya nona Katarina saja tuan."


Pedro yang hendak menemani Katarina langsung di halangi oleh para pengawal.


"Hei dia itu teman ku!"


Pedro yang tidak boleh ikut Katarina langsung mengatakan hal tersebut dengan marah.


"Maafkan kami tuan, namun pengamanan untuk nona muda kami sangat ketat, jika nona muda hanya ingin bertemu dengan nona Katarina maka hanya nona Katarina saja yang boleh untuk menemui nona muda kami."


"Kalian!"


"Sssst, sudah Pedro, aku pasti baik - baik saja, pasti nona muda ini bukanlah wanita sembarangan sehingga para pengawal begitu menjaga nya, kau tunggu aku disini, aku akan segera kembali."

__ADS_1


Katerina yang mendengarkan suara Pedro yang kini semakin tinggi memutuskan untuk meredakan amarah Pedro.


"Baiklah aku percaya kepada mu, hei kalian jika sampai kalian menyakiti Katarina, kalian akan berhadapan dengan ku!"


"Sudah Pedro, ayo tuan."


Katarina di giring oleh beberapa pengawal untuk menuju ke satu ruangan.


Sementara itu Jin Lee dan juga Wen Li saat ini sedang menghadapi para wartawan karena kemunculan pemenang talent musisi jalanan di panggung pernikahan tuan James.


"Tuan Jin Lee, apakah konsep anda memang sengaja seperti itu? wanita buta pemain biola dengan laki - laki berkulit hitam?"


Salah satu awak media menanyakan hal tersebut kepada Jin Lee.


"Tidak ada konsep khusus dariku untuk talent baru kali ini, kebetulan saja kita mendapatkan mereka."


"Tuan Jin Lee, kualitas vokal tuan Pedro sangat bagus, kapan proses rekaman akan segera dilakukan?"


"Secepatnya, semua akan dilakukan secepatnya."


"Tuan, tuan, tuan."


Jin Lee yang mulai gerah dengan awak media mencoba untuk lari.


"Untuk selanjutnya semua pertanyaan akan di jawab oleh sekertaris ku nona Wen Li, terima kasih untuk para awak media yang telah hadir."


Selesai mengatakan hal tersebut Jin Lee langsung pergi dari kerumuman para awak media di dampingi oleh banyak pengawal.


Sementara itu di ruang kerja Leo Huang.


"Asisten Zoe katakan kepada ku, kenapa semua ini bisa terjadi!"


Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil membentak asisten Zoe.


"Kau tau kan siapa wanita itu, kau yang menyerahkan kontrak kepada mereka, kau yang mendampingi Jin Lee untuk mengurus semuanya, kau juga tau siapa wanita itu Negara A, kenapa, kenapa kau tidak mengatakan yang sejujurnya kepada ku bahwa pemenang ajang talent musisi jalanan satunya adalah dia!"


Leo Huang betul - betul marah, Leo Huang melemparkan beberapa barang dan memukul - mukul kan tangannya di kaca.


"Hentikan ini tuan muda anda bisa terluka, maafkan saya karena tidak memberitahukan hal ini kepada tuan muda, saya tidak menggira jika respon tuan muda sampai seperti ini."


"Lalu seperti apa biasanya respon ku ha?"


"Tuan muda tidak pernah peduli siapapun wanita yang pernah tuan muda kencani."


Deg

__ADS_1


Detik itu juga Leo Huang berhenti untuk memukul - mukul kan tangannya di kaca, detik itu juga Leo Huang menyadari jika ini bukan seperti dirinya.


Leo Huang yang sangat dingin terhadap wanita, Leo Huang yang menyewa nona malam hanya untuk menyiksanya dan Leo Huang yang mengikuti ajang laki - laki pemuas nafsu di Negara A untuk mencari nona Louisia kini dengan tangannya yang sudah berdarah mulai menatap cermin yang sebagian kacanya telah di hancurkan oleh tangannya sendiri.


__ADS_2