RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
NONA LIRA DAN STEVEN


__ADS_3

Negara A


"Selamat datang tuan Steven Chou."


Satu orang membungkukkan badan menyambut kedatangan Steven Chou.


"Jadi bagaimana apakah semuanya sudah selesai?"


"Sebentar lagi tuan Steven Chou."


"Baiklah aku akan menunggu dengan sabar."


"Kami sedang menjemput nya tuan Steven."


"Apakah ada penolakan?"


"Tidak ada sama sekali tuan."


"Bagus lakukan terus apa yang aku minta."


"Baik tuan Steven."


Setelah mengatakan hal tersebut satu pengawal yang menghadap kepada Steven segera undur diri.


"Aku akan memulai permainan ini dengan segera, ya aku yang akan menjadi penonton tapi aku yang akan mendapatkan hasilnya.


"Asisten Lee, jika dia sudah datang langsung antarkan dia ke tempat yang dia tujukan."


"Baik tuan Steven Chou."


Asisten Lee yang telah mendapatkan perintah segera pergi dari hadapan Steven Chou.

__ADS_1


"Sayang apakah aku boleh masuk ke dalam?"


Terdengar satu suara wanita yang kini hendak masuk ke dalam ruangan Steven.


"Masuklah."


"Wanita ku, bagaimana keadaan mu hari ini?"


"Tentu aku baik - baik saja sayang."


Dengan manja sang wanita tersebut mulai duduk di pangkuan Steven Chou.


"Steven apa yang akan kau lakukan?"


"Aku akan sedikit bermain - main dengan sahabat ku di Negara C."


"Negara C?"


"Aku sama sekali belum pernah ke negara itu Steven."


Tangan nona Lira gemetar saat dirinya terpaksa harus berbohong dengan Steven, satu Negara yang tidak ingin di injak nya kini harus kembali terdengar di telingga nya.


"Lira apakah kau mau ikut dengan ku ke Negara itu?"


"Deg


Hati Lira sangat tersentak dengan ucapan Steven.


"Aku ikut kesana?"


"Ya kau ikut dengan ku kesana, kau adalah wanita ku, jadi aku ingin agar kau bisa ikut aku, kemanapun aku pergi, karena aku pasti membutuhkan mu, ya membutuhkan kehangatan mu."

__ADS_1


Steven mengatakan hal tersebut sambil memainkan rambut panjang nona Lira.


"Aku, aku..."


"Tidak ada penolakan sayang, aku hanya ingin mendengarkan kata setuju dari mu."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Steven mulai menyentuh semua area - area sensitive nona Lira dan membuka semua pakaiannya, mencumbu nona Lira dengan penuh kenikmatan.


Ruang kerja menjadi tempat terbaik Steven untuk bercinta.


Sepanjang hari itu Steven lebih memilih untuk bercinta dengan wanita nya.


Sementara itu masih di negara A.


"Pedro, hari ini kau sudah bisa menggunakan kaki palsu mu lagi."


Tepat hari ini dokter Celine datang ke kediaman Pedro dan memberitahukan semua hasil pemeriksaan.


"Hei Pedro ada apa dengan mu? nampaknya kau tidak senang dengan berita yang aku bawakan?"


"Katakan, katakan kepadaku kenapa kau masih peduli terhadap ku meskipun kau tau bahwa aku tidak pernah mencintai mu?"


Deg


Pertanyaan yang membuat dokter Celine pada akhirnya harus terduduk di samping Pedro yang saat ini masih menggunakan kursi rodanya.


"Apakah masih belum cukup untuk membuktikan perasaan ku terhadap mu Pedro?"


"Apakah kau tidak malu? apakah harga diri mu tidak berarti lagi? aku menolak mu berkali - laki Celine, tapi kau masih semangat dengan setiap kesembuhan ku, kau masih semangat dan tidak pernah meninggalkan ku, apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran mu Celine?"


Dokter Celine hanya tersenyum tipis ketika mendengarkan semua perkataan Pedro.

__ADS_1


"Harga diri? rasa malu? kau masih bisa menanyakan hal itu kepada ku Pedro?"


__ADS_2