RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
JANJI KATARINA


__ADS_3

"Selamat pagi nona Katarina."


Bibi Meme mengatakan hal tersebut kepada Katarina yang hari ini telah bangun.


"Pagi bibi Meme."


Katarina langsung melihat sisi tempat tidurnya yang sudah kosong.


"Tuan Leo sudah bangun nona dan langsung berangkat ke kantor."


Bibi Meme yang seakan - akan mengerti isi hati Katarina mengatakan kemana pergi nya Leo Huang.


Ah jadi seperti itu tuan muda Leo Huang terhormat.


"Nona ayo, nona harus sarapan dan setelah itu nona harus kembali melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit."


Suara bibi Meme membuat lamunan Katarina langsung pudar.


"Baiklah bi, bisakah bibi membantu untuk menggosok punggung ku?"


"Tentu saja nona."


Katarina masuk ke dalam kamar mandi ditemani oleh bibi Meme.


"Selamat pagi nona Katarina bagaimana keadaan anda?"


Sesampainya Katarina di Rumah Sakit Dokter Celine langsung menyapa nya.


"Apakah anda Dokter Celine?"


Katarina melihat satu wanita muda cantik berhidung mancung di hadapannya.

__ADS_1


"Ya nona aku adalah Dokter Celine, Dokter yang memberikan perawatan terhadap Lili, aku ikut senang dengan penglihatan mu yang telah kembali."


"Terima kasih dokter Celine."


"Ayo nona aku antarkan nona menuju ruang pemeriksaan."


"Ayo Dokter."


Katarina wanita muda berambut hitam panjang pagi ini masuk ke dalam ruang pemeriksaan untuk kesekian kalinya.


"Bagaimana hasil pemeriksaan ku Dokter Celine?"


"Semua hasil pemeriksaan anda sangat bagus nona, sekitar dua hari lagi tindakan operasi sudah bisa di jadwal kan "


"Aku senang mendengarkan nya dokter."


"Ya aku juga nona Katarina."


"Silahkan nona Katarina."


Selesai mengatakan hal tersebut Katarina langsung meninggalkan ruangan Dokter Celine untuk menuju ke ruang rawat Lili.


Tak dapat di pungkiri saat ini hanya Lili yang ingin Katarina temui.


"Selamat datang nona kecil ku."


Katarina membuka pintu ruang rawat dan menyapa Lili, namun Katarina begitu terkejut ketika melihat Lili berbaring lemah dengan tangannya tertusuk jarum infus.


"Sayang."


Katarina langsung berlari memeluk Lili ketika mengetahui keadaan gadis kecil tersebut.

__ADS_1


"Mama bibi baik, tangan Lili sakit."


Lili sang gadis kecil yang biasanya sangat ceria kini menunjukan tangan nya yang membiru akibat bekas tusukan jarum.


"Sayang maafkan mama yang baru bisa mengunjungi mu lagi."


Hati Katarina sangat tersentak ketika Katarina mengucapkan kata mama kepada Lili.


"Mama, mama Lili takut, Lili takut, Lili belum mau meninggal, Lili masih mau bermain."


Tangis Lili pecah ketika Katarina memeluk nya.


"Sayang jangan takut sekarang mama akan selalu bersama dengan mu, kita lalui ini bersama - sama yah sayang."


"Mama harus janji kepada Lili bahwa mama tidak akan pernah meninggalkan Lili apapun yang terjadi, Lili tidak mau jika Lili tidak memiliki mama lagi."


Deg


Ucapan Lili sungguh amat sangat membuat hati Katarina tersentak.


Misi balas dendam nya akan terhalang jika dia mengucapkan janji tersebut kepada Lili.


"Mama, apakah mama mendengarkan Lili?"


Suara Lili membuat Katarina langsung kembali tersadar.


"Ya sayang mama akan selalu bersama dengan Lili, jadi mulai sekarang Lili harus semangat untuk melawan ini ya."


Kata - kata itu yang pada akhirnya keluar dari mulut Katarina, janji telah dia ucapkan kepada satu gadis kecil yang saat ini sangat bergantung kepadanya.


"Mama sudah bisa melihat wajah Lili?"

__ADS_1


Lili yang Telah mengendurkan pelukannya langsung tersadarkan dengan perubahan dari Katarina.


__ADS_2