RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
RENCANA LICIK


__ADS_3

Dengan langkah yang berat Katarina mengatakan hal tersebut di dalam hati, mimpi yang telah di rencana kan bersama kini tidak dapat untuk di wujudkan.


"Nona, sesuai dengan peraturan anda akan langsung di antarkan ke rumah, dan semuanya akan di jaga ketat oleh para pengawal."


"Ya tuan aku akan mengikuti semua hal yang akan kalian perintahkan."


Salah satu pengawal menggiring Katarina ke parkiran mobil dan segera mengantarkan Katarina untuk pulang, hari ini mungkin itu terakhir kalinya Katarina bertemu dengan Pedro dalam keadaan nya masih sendiri.


Saat ini Pedro sedang sibuk dengan par awak media itu sebabnya Pedro sama sekali tidak berpikir jika telah terjadi dengan Katarina.


"Bibi, besok pagi kita akan pindah dari rumah ini."


Malam hari Katarina mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme.


"Pindah? untuk apa nona?"


"Aku akan menikah bi."


Katarina mengucapkan hal tersebut dengan datar.


"Menikah? nona akan menikah dengan siapa?"


"Ceo Huang Corp bi, tuan muda Leo Huang."

__ADS_1


Deg


Bibi Meme langsung terdiam dengan semua hal yang kini telah dikatakan oleh Katarina.


"Nona apakah nona betul - betul yakin? apakah nona mencintai tuan Leo?"


"Cinta atau tidak cinta aku harus tetap menikah dengan nya bi."


"Tapi nona, pikirkan juga kebahagiaan nona."


"Kebahagiaan ku sudah lama hilang bi."


Katarina mengatakan hal tersebut sambil memejamkan mata.


Bibi Meme mengetahui apa yang saat ini dirasakan oleh Katarina itu sebabnya bibi Meme pada akhirnya memilih untuk diam.


"Selamat tidur bi."


Selesai mengatakan hal tersebut bibi Meme keluar dari kamar Katarina.


"Boleh aku mengatakan jika sebenarnya aku takut dengan keputusan yang telah aku ambil, namun kini aku sudah melangkahkan kaki, dan aku tidak dapat untuk mundur lagi."


Katarina menarik selimut dan mencoba untuk memejamkan mata, rasa takut, rasa bimbang akan setiap keputusan yang saat ini akan di ambil membuat Katarina hampir kembali tidak bisa memejamkan matanya dengan sempurna, namun Katarina tetap berusaha untuk melakukan hal itu.

__ADS_1


Sementara itu di mansion, Leo Huang saat ini sedang membaca berkas yang sama yang di baca dan di setujui oleh Katarina.


"Jadi wanita buta itu tidak banyak bertanya asisten Zoe?"


"Tidak tuan Leo, tidak banyak pertanyaan berarti yang nona Katarina ajukan ketika melihat berkas - berkas ini."


"Bagus, aku senang jika rencana ku ini akan segera berjalan, aku tidak tau apa yang Sebenarnya dia inginkan dari hal ini, namun satu hal yang pasti saat ini dia sedang berhadapan dengan Leo Huang, dia boleh memiliki rencana, namun dia juga harus tau siapa lawan nya."


Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil tersenyum, senyuman penuh dengan rencana - rencana licik mulai penuh di dalam isi kepalanya.


"Urus semuanya dengan baik asisten Zoe."


"Pasti tuan muda."


Malam hari ini terjadi ke bimbangan dari Katarina dan rencana - rencana licik yang akan disusun oleh Leo Huang.


Pernikahan sakral kini di hadapan mereka akan menjadi satu ajang balas dendam dari masing pihak.


"Selamat pagi nona Katarina, kami di perintahkan untuk menjemput nona Katarina."


Satu pengawal mengatakan hal tersebut kepada Katarina.


"Ya tuan aku dan bibi akan mengikuti kalian."

__ADS_1


"Mari nona."


Satu orang pengawal menggiring Katarina dan bibi Meme masuk ke dalam mobil.


__ADS_2