
Gerald meminta Wen Li yang masih berdiri di depan pintu untuk duduk di dekat nya.
"Lihat ini, itu adalah pistol milik Steven Chou."
Gerald menunjukan satu pistol yang tertinggal di tempat kejadian perkara, Gerald menunjukan hal itu melalui foto yang saat ini ada di layar laptop nya.
"Jika itu memang perbuatan Steven Chou, maka biarkan aparat yang mengurus nya Gerald."
Wen Li mengatakan hal tersebut kepada Gerald sampai memberikan satu gelas teh hangat.
"Ya, aku pikir juga seperti itu, kau tau tadi Leo baru saja memberikan kabar jika Cassandra hamil."
Wen Li yang sedang duduk di samping Gerald kini hanya bisa mengernyitkan dahi.
"Hamil? sudah bisa di pastikan itu adalah anak Jin Lee."
"Ya dan Leo mengatakan jika Jin Lee memang sengaja melakukan hal itu."
"Tapi meskipun Jin Lee masih hidup aku juga tidak akan pernah setuju jika Cassandra menikah dengan Jin Lee."
"Apa yang ada di dalam pikiran mu sama dengan ku sayang."
Gerald mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Wen Li.
__ADS_1
"Ayo tidur Gerald besok masih banyak yang harus kau kerjakan."
Gerald memandang Wen Li sambil tersenyum dan Gerald menganggukan kepalanya.
Hari ini semua orang telah tertidur dengan lelap, namun ke esokan harinya di mansion Leo Huang.
"Papa."
Lili yang melihat Leo berdiri di depan pintu kamar Lili langsung menghampiri nya.
"Papa belum berangkat ke kantor?"
"Belum sayang, kau sendiri tidak bersekolah?"
Deg
Jawaban yang Lili berikan sungguh membuat hati Leo tersentak, karena putri kecilnya kini sudah mengerti arti sebuah tanggung jawab.
"Sayang berangkat lah, papa yang akan membantu mu merawat bibi Cassandra."
Saat mengatakan hal tersebut Lili hanya bisa memandang tajam kepada ayahnya, Lili mencoba percaya dengan setiap kata - kata yang di ucapkan oleh papanya tersebut.
"Papa yakin bisa mengurus bibi Cassandra dengan baik?"
__ADS_1
"Papa sangat yakin sayang, jadi pergilah."
Dengan penuh keyakinan Leo mengatakan hal itu kepada Lili.
"Baiklah pa, Lili pergi dulu, Lili titip bibi Cassandra kepada papa ya."
"Pasti sayang."
Leo mengatakan hal tersebut sambil mencium puncak kepala Lili.
Dengan perlahan Lili meninggalkan kamarnya dan masuk ke dalam mobil.
Kini di pintu kamar hanya ada Leo seorang, semua pelayan wanita langsung pergi ketika Leo sudah berada disana, dengan perlahan Leo masuk ke dalam kamar, Leo menatap Cassandra yang hanya bisa memandang dengan tatapan kosong di atas kursi roda sambil memeluk boneka.
Sakit hati Leo ketika Leo menatap keadaan wanita yang kini mulai di cintainya, dengan perlahan Leo berlutut di hadapan Cassandra, Leo memegang tangan Cassandra dan menciumi nya berkali - kali.
"Hei, apakah kau bisa mendengarkan aku? apakah ku ingat jika tangan mu ini pernah menguatkan aku, apakah kau ingat tangan mu ini yang pernah mengusap kepala ku seperti ini."
Leo mengatakan hal tersebut sambil menaruh tangan Cassandra di atas kepalanya.
"Aku rindu untuk bisa tidur di atasn pangkuan mu lagi sayang, aku rindu kau menenangkan aku, dan aku rindu banyak hal darimu."
Leo mengatakan hal tersebut sambil mulai menciumi tangan Cassandra kembali, namun Cassandra tetap tidak memberikan respon kepadanya.
__ADS_1