
"Dimana tuan Jin Lee?"
Satu suara menanyakan hal tersebut kepada pengawal yang menjaga ruangan Jin Lee.
"Nyonya Chen, tuan Jin Lee mengajukan cuti selama dua minggu."
"Cuti selama dua minggu? lama sekali?"
"Betul nyonya Chen."
"Ada urusan apa tuan Jin Lee cuti sampai selama itu?"
"Maaf nyonya saya tidak mengetahui nya."
Nona Chen menatap tajam satu pengawal yang kini hanya bisa menundukkan wajahnya.
"Baiklah, jika kau tidak mau mengatakan ada apa dengan tuan Jin Lee mu, aku yang akan menyelidiki nya sendiri."
Dengan langkah ringan nona Chen meninggalkan pintu ruangan Jin Lee.
"Ini sungguh aneh, Jin Lee adalah laki - laki gila kerja dan saat ini dia cuti lebih dari satu minggu."
Dengan melangkahkan kaki kembali ke dalam ruangannya nona Chen langsung menghubungi para pengawal untuk menyelidiki lebih lanjut kemana kepergian Jin Lee.
Sementara itu di mansion Leo Huang, pagi ini seperti biasa Leo Huang bangun dan menyiapkan segala sesuatu seorang diri.
Leo Huang melihat ke sekeliling kamar, ada satu perasaan hampa yang tiba - tiba menyeruak ke dalam relung hatinya yang paling dalam.
__ADS_1
"Kau bodoh Leo, untuk apa kau memikirkan wanita itu, ini pasti kau semalam minum terlalu banyak."
Leo memukul - mukul kepalanya dengan pelan.
"Tuan Leo, ini bibi Ai, boleh bibi Ai masuk ke dalam kamar?"
Bibi Ai pagi ini mengetuk pintu kamar Leo Huang dengan keras.
"Masuklah bibi Ai, ada apa?"
"Nona Lili demam tuan."
"Lili demam?"
"Betul tuan, pagi ini saat bibi Meme mencoba untuk membangunkan nona Lili, suhu badan nona Lili meningkat."
"Sayang, ada apa dengan mu nak."
Begitu sampai di dalam kamar, Leo Huang langsung memeluk Lili yang sakit.
"Papa jahat, papa tidak bisa membawa mama Katarina kembali ke rumah ini."
Dengan suara bergetar karena menangis Lili mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang.
"Sayang papa masih mencari keberadaan mama Katarina, papa berjanji jika papa Sudah menemukan, papa akan membawa mama kembali ke rumah ini."
"Papa bohong, mama pergi pasti karena papa, Lili kecewa dengan papa."
__ADS_1
Dan setelah mengatakan hal tersebut Lili pingsan.
"Lili sayang, bangun sayang, Lili."
Sadar ada yang tidak beres Leo segera menepuk - nepuk pipi Lili dengan perlahan, namun tidak ada sama sekali pergerakan yang Lili rasakan.
"Bibi Ai siapkan mobil, bibi Meme ikut aku ke rumah sakit!"
Leo Huang segera memberikan perintah kepada ke dua pengasuh yang saat ini berdiri di dekatnya.
Dengan berlari untuk kesekian kalinya Leo menggendong Lili dan membawa nya masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan ke rumah sakit Leo terus merenung dengan segala hal yang terus terjadi di dalam hidupnya.
"Ah sakit!"
Jari Katarina tiba - tiba tergores kaca yang pecah di depan matanya.
"Biarkan aku saja, aku tidak boleh turun dari tempat tidur."
Jin Lee dengan sigap membersihkan kaca yang yang tiba - tiba jatuh setelah di pegang Katarina.
"Kemarikan tangan mu biar aku mengobati nya."
Jin Lee yang telah selesai membersihkan pecahan kaca segera mengambil kotak obat dan meminta tangan Katarina yang terluka untuk di obati.
"Ada apa dengan mu?"
__ADS_1