
Wen Li segera mengambil satu minyak wangi yang baunya sangat menyengat, menaruh minyak tersebut di atas kapas dan memulai menaruh di hidung Cassandra.
"Semoga ini berhasil, jika sampai tidak berhasil kita harus tetap memanggil dokter."
"Pergi, aku tidak mau lagi dekat dengan mu, aku tidak mau lagi bersama dengan mu!"
Tiba - tiba saja Cassandra terbangun, dan berteriak di dalam kamar tersebut.
"Nona apakah anda baik - baik saja?"
Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri ke arah Cassandra.
"Tuan Leo tolong aku, aku takut, aku takut."
Cassandra langsung memeluk erat tubuh Leo saat Leo Huang mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Jangan kau minta aku untuk kembali pada laki - laki seperti Jin Lee, sungguh aku tidak mau menikah dan hidup bersama dengan nya, tuan Leo tolong aku, tolong."
Dengan berderai air mata Cassandra memeluk tubuh Leo dengan erat, Leo hanya terdiam tanpa membalas pelukan dari Cassandra.
Sungguh saat ini hatinya begitu bimbang untuk segala sesuatu yang sedang terjadi di depan matanya.
Ingin sekali Leo Huang membalas pelukan dari wanita yang saat ini berada di hadapan nya, namun tangan nya tidak kuasa untuk melakukan hal tersebut.
"Nona tenang kan dirimu, sebenarnya apa yang telah terjadi?"
Cassandra yang mendengarkan pertanyaan Leo Huang langsung menatapnya
"Tuan Leo, sungguh kau harus mengetahui kebenaran yang sebenarnya terjadi."
"Kebenaran apa yang harus aku ketahui?"
Cassandra terdiam, tangan nya gemetar, air matanya tidak berhenti mengalir saat diri nya menatap tajam kepada Leo Huang.
"Tuan Leo, anda harus tau jika, jika....."
Cassandra berhenti dan tak kuasa menjelaskan kebenaran yang saat ini berada di dalam tangannya.
"Nona, kami tidak akan memaksa mu untuk mengatakan hal yang mungkin sudah kau ketahui, mungkin lebih baik nona Cassandra kembali beristirahat terlebih dahulu."
Gerald yang sejak tadi menyaksikan semua hal tersebut kembali bersuara karena melihat wajah pucat Cassandra.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan oleh Gerald itu benar nona Cassandra, istirahat lah, agar kondisi mu semakin baik."
Cassandra terdiam, dan Leo Huang segera beranjak dari tepi tempat tidur Cassandra.
"Aku tau apa yang sebenarnya terjadi dengan nona Katarina tuan Leo."
Deg
Langkah kaki Leo Huang yang hendak keluar dari kamar Cassandra segera terhenti Ketika Leo Huang mendengarkan Cassandra mengatakan hal tersebut.
"Apa yang kau maksudkan nona Cassandra?"
Leo Huang langsung kembali ke tepi tempat tidur untuk mendengarkan penjelasan dari Cassandra.
"Nona Katarina tidak mati tenggelam, namun nona Katarina mati karena di bunuh!"
Deg
Rasa sesak yang begitu dalam kini menyeruak di dalam dada Leo Huang.
"Tunggu nona bagaimana kau bisa mengetahui bahwa nona Katarina mati karena di bunuh?"
Gerald yang seakan - akan sangat berhati - hati di dalam mengungkapkan kasus ini kembali mencoba untuk lebih memastikan lagi.
Cassandra kembali terdiam, menarik nafasnya dalam - dalam sebelum mengatakan kebenaran yang sesungguhnya.
"Karena aku, karena aku mengetahui siapa orang yang telah membunuh nona Katarina."
Di akhir kata - kata tersebut tangis Cassandra pecah, tangisan Cassandra sangat kencang, dan Leo yang sejak tadi ingin sekali memeluk Cassandra kini langsung melakukan hal itu.
"Sekarang ceritakan kepada kami bagaimana peristiwa pembunuhan istriku itu terjadi.
Hati Leo bergetar hebat saat mengatakan hal tersebut kepada Cassandra.
"Di malam Itu, di Italia nona Katarina sebenarnya masih dalam keadaan hidup, saat itu nona Katarina hanya pingsan saja."
"Lalu bibi Meme menghubungi Jin Lee untuk mengambil nona Katarina yang masih pingsan, Jin Lee segera membawa nona Katarina ke Rumah Sakit, lalu, lalu..."
Tangisan Cassandra kembali terdengar, cengkraman tangan Cassandra semakin kuat kepada Leo Huang, dan Leo yang mengetahui hal ini mencoba untuk menenangkan kembali Cassandra.
"Lalu Jin Lee membunuh nona Katarina di atas meja operasi, Jin Lee meminta para tim dokter untuk mengambil jantung nona Katarina."
__ADS_1
Deg
Hancur sangat hati Leo mendengarkan semua cerita Cassandra, dan untuk kali ini Leo memilih untuk tetap terdiam.
"Lalu siapa penerima jantung nona Katarina tersebut nona? ketika Jin Lee memutuskan mengambil jantung nona Katarina, pasti akan ada satu penerima donor jantung tersebut?"
Cassandra hanya diam, Cassandra hanya menangis, Cassandra sama sekali tidak menjawab pertanyaan Gerald.
"Tunggu, Cassandra kau adalah penerima donor jantung nona Katarina."
Deg
Semua mata kini beralih memandang tajam ke arah Wen Li.
"Tapi kau tidak mengetahui jika donor jantung tersebut adalah nona Katarina, dan kau pasti juga tidak mengetahui tindakan kejam Jin Lee untuk mendapatkan donor jantung tersebut?"
Wen Li kembali menegaskan hal tersebut kepada semua orang yang kini berada di dalam ruangan.
Cassandra hanya bisa menganggukan kepalanya sambil menangis saat mendengarkan pertanyaan demi pertanyaan Wen Li.
"Saat itu aku dalam keadaan kritis penyakit jantung yang aku derita sudah parah dan segera mungkin membutuhkan donor jantung, namun aku sama sekali tidak menyangka jika cara ku mendapatkan donor jantung ini harus membunuh nyawa seseorang."
"Aku memang tidak mengetahui peristiwa apa yang telah terjadi di Italia, namun karena peristiwa itu aku harus, aku harus...."
Cassandra kembali menangis di dalam pelukan Leo Huang.
Leo hanya bisa terdiam, pandangan matanya gelap, tangannya mencengkram dengan sangat hebat saat Leo mendengarkan semua cerita menyedihkan yang membuat kemarahan nya semakin memuncak.
"Nona Cassandra jika kau sudah tenang bisakah kau menceritakan kepada kami, awal mula kau bertemu dengan Jin Lee, dan semua hal sehingga ini bisa terjadi, tapi jika kau tidak bisa menceritakan semuanya saat ini, kami akan menunggu karena saat ini kau adalah satu - satunya saksi kunci untuk bisa memperkarakan hal ini, karena apa yang telah dilakukan oleh Jin Lee ini melanggar hukum."
Gerald dan Wen Li saat ini adalah orang - orang yang masih berusaha untuk tetap tenang ketika mendengarkan semua cerita ini.
Sedangkan Leo yang tidak dapat berpikir lebih menyerahkan kasus ini kepada Gerald.
Cassandra mencoba untuk mengendurkan pelukannya kepada Leo Huang.
Cassandra mencoba untuk menghapus air matanya dan mulai memandang mereka satu per satu.
"Saat itu, malam itu aku telah selesai melakukan pertunjukan, di dalam perjalanan pulang, di sudut jalan aku melihat satu laki - laki yang sedang menangis histeris seorang diri."
"Aku menepikan mobil dan menghampiri laki -laki tersebut, aku dapat melihat bahwa laki - laki tersebut depresi, ada beberapa botol alkohol di samping tempat dia duduk."
__ADS_1
"Aku yang tidak pernah tega melihat air mata seorang laki - laki mencoba untuk duduk di sampingnya dan mendengarkan keluh kesah laki - laki depresi tersebut."
"Singkat cerita pada akhirnya aku mengenal nama laki - laki depresi tersebut, dan nama laki - laki depresi itu adalah Jin Lee."