
Duduklah Jin Lee, aku ingin bertanya apa rencana mu selanjutnya?"
"Aku akan pergi dan menganti indentitas ku, aku ingin mengakhiri semuanya."
Steven mengernyitkan dahi dengan semua perkataan dari Jin Lee.
"Apakah kau tidak tertarik balas dendam lebih jauh lagi?"
Jin Lee langsung menggelengkan kepalanya.
"Bagiku ini sudah cukup."
"Apa yang membuat mu mengatakan hal tersebut Jin Lee?"
"Karena aku telah mengambil milik Leo yang paling berharga, aku mengambil, menikmati dengan luar biasa, dan aku yakin ini adalah kehancuran Leo yang paling dalam."
Tuan Steven Chou yang langsung mengerti maksud Jin Lee hanya bisa tersenyum.
"Ya kali ini Leo yang harus berjuang untuk orang yang dia cintai."
"Orang yang dia cintai yang telah dia rebut dariku."
"Kau tak perlu khawatir tentang wanita, aku bisa menyediakan mu berapa pun wanita yang kau butuhkan saat ini."
__ADS_1
"Aku sedang tidak ingin untuk mengenal wanita lagi tuan Steven Chou."
"Baiklah, lalu apa yang kau inginkan?"
"Tabungan yang bisa aku pakai sampai aku mati."
Steven yang mendengarkan hal tersebut langsung tertawa dengan suara yang sangat nyaring.
"Tak perlu kau khawatir soal itu, karena tanpa kau meminta nya aku yang akan memberikan untuk mu, ini berlaku untuk semua orang yang telah berhasil membuat Leo dan keluarga nya celaka."
Setelah mengatakan hal tersebut Steven Chou langsung mengeluarkan satu cek kosong dan memberikan kepada Jin Lee.
"Ambil sebanyak yang kau butuhkan, harta ku tidak akan pernah habis untuk di gunakan."
"Aku akan pergi sekarang juga."
"Kemana tujuan mu? agar para pengawal bisa mengantarkan mu."
"Aku akan memulai kehidupan baru ku di Italia."
"Bagus lakukan apa yang ingin kau lakukan."
Steven segera menepuk - nepuk tangan nya dan beberapa saat kemudian para pengawal bayangan keluar dari dalam ruangan.
__ADS_1
"Tuan Steven memanggil kami?"
"Ya antarkan tuan Jin Lee ke Italia, tunjukan tempat terbaik di Italia."
"Baik tuan Steven Chou."
Para pengawal tersebut segera membungkukkan badan untuk memberikan hormat kepada Steven Chou dan setelah itu pergi begitu saja dari hadapan Steven Chou dan tuan Daren.
"Tuan Steven apa rencana anda kali ini? mengapa anda dengan mudah melepaskan Jin Lee begitu saja jika dia memang menguntungkan bagi kita?"
Steven Langsung tersenyum sinis mendengarkan pertanyaan dari tuan Daren.
"Dia sudah tidak berguna lagi untuk ku, dia hanya laki - laki dengan kehidupan sakit hatinya yang terlalu dalam, aku yakin dia tidak akan sempat untuk menikmati cek kosong tersebut."
Tuan Daren hanya bisa mengernyitkan dahi ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Steven Chou.
"Kau akan segera mengerti apa yang telah aku katakan tuan Daren"
Steven mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk pundak tuan Daren lalu pergi dari hadapan tuan Daren.
Sedetik kemudian terdengar tembakan peluru di lapangan, dan teriakan nyaring dari satu pria
Tuan Daren langsung berlari ke arah jendela dan melihat tubuh Jin Lee sudah terkapar di tanah dengan beberapa pengawal memegang pistol.
__ADS_1
Detik itu juga tuan Daren sadar siapa yang dihadapi nya saat ini, dengan segera tuan Daren kembali menutup jendela tersebut dan langsung bergegas untuk keluar dari dalam ruangan itu.