RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
BERI AKU KESEMPATAN


__ADS_3

"Kau sudah sadar?"


Hari ini Katarina pada akhirnya melihat Leo Huang telah tersadar dari tidur panjangnya.


"Berapa lama aku pingsan?"


"Dua hari satu malam."


"Pantas saja aku lapar, apakah ada makanan yang bisa aku makan?"


Leo Huang hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada Katarina yang hari itu kebetulan mengunjungi nya di Rumah Sakit.


"Aku ingin sekali membantu mu, tapi kau tau aku masih di kursi roda."


"Siapa yang meminta mu, ambilkan saja ponsel ku."


Tangan Leo menunjuk ke ponsel yang tergeletak di meja kecil di samping tempat tidurnya tersebut.


"Ini."


Dengan segera Katarina memberikan ponselnya kepada Leo.


"Baiklah, segera kemari."


Selesai mengatakan hal itu Leo Huang menutup ponselnya dan tak beberapa lama datang dua orang pengawal.


"Tuan memanggil kami, apakah ada yang bisa kami bantu?"

__ADS_1


"Ya, kau layani aku, dan kau bantu istri ku."


Dengan tangannya Leo Huang mulai menunjuk tugas masing - masing dari mereka, dan dengan segera para pelayan tersebut memberikan kebutuhan mereka.


"Apakah yang bisa kami kerjakan lagi tuan Leo Huang?"


"Pergilah, berjaga di depan kamar ku, jika aku membutuhkan kalian maka kalian akan aku panggil."


Ke dua pelayan tersebut membungkukkan badan lalu pergi dari hadapan Leo Huang.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu?"


"Aku salut pada mu."


"Salut? tentu kau harus salut kepada suami mu."


"Salut kenapa semua orang bisa patuh kepada mu."


"Aku akan memanggilkan dokter untuk melihat keadaan mu Leo, kau sadar bukan pemeriksaan yang kau minta, tapi kau malah meminta makanan."


"Kemarikan tangan mu."


Katarina langsung mengernyitkan dahi ketika Leo memintanya untuk melakukan hal tersebut.


"Untuk apa?"


"Sudah kemarikan tangan mu."

__ADS_1


Dengan heran Katarina mengikuti semua hal yang telah di katakan Leo kepadanya.


"Maafkan aku."


Deg


Hati Katarina sangat tersentak ketika Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil mencium tangan nya.


"Maafkan aku, maafkan aku yang selama ini belum bisa menjadi suami yang baik untuk mu, maafkan setiap perkataan kasar yang pernah aku ucapkan kepada mu, maafkan aku yang pernah hampir membunuh batin mu sehingga kau hampir membuang anak kita, maafkan aku."


Rasa haru langsung menyeruak ke dalam hati Katarina saat Leo mengatakan semua hal tersebut kepadanya.


"Leo, darimana kau mengetahui jika aku pernah ingin membuang anak ini?"


"Jin Lee yang mengatakan semua hal ini kepada ku, aku tidak menyangka jika karena perbuatan ku kau sampai berpikir ke arah ini."


Katarina langsung terdiam dan menatap Leo Huang dengan sangat tajam, ada rasa tidak percaya di dalam hati Katarina untuk setiap ucapan Leo Huang.


"Kenapa kau diam? apakah kau tidak percaya kepada ku?"


Katarina langsung menganggukan kepalanya.


"Maafkan aku Leo, sulit bagiku percaya kepada setiap kata - kata mu untuk yang ke dua kalinya."


"Aku mengerti jika kau sampai seperti itu, kau hanya perlu memberikan kesempatan bagiku untuk sekali lagi memperbaiki diri ku ini, apakah kau mau memberikan kesempatan itu untuk ku?"


Tatapan mata Leo kini tak kalah tajam kepada Katarina, namun tatapan Leo kali ini adalah tatapan tajam dengan penuh harapan yang dia tunjukan untuk Katarina.

__ADS_1


Dengan menganggukan kepala pada akhirnya memberikan satu kesempatan untuk Leo Huang.


"Terima kasih."


__ADS_2