RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
TUAN GERALD DAN NONA CHEN


__ADS_3

"Arrrrrrrrrhh, aku benci kau Leo Huang!"


Satu tangan melemparkan gelas kepada tembok ketika wanita tersebut berkata demikian.


"Nona Louisa, anda bisa terluka!"


"Lin aku kehilangan segala sesuatunya dengan cepat!"


"Apakah yang anda maksudkan tuan Leo Huang?"


"Ya Leo Huang laki - laki itu kini sudah tidak mencintai ku lagi!"


Mata Louisa memerah sambil mengatakan hal tersebut dan terus melemparkan benda - benda di sekeliling nya.


"Nona sabarlah."


"Ada apa Lin kenapa kau kemari?"


"Ada satu laki - laki yang ingin bertemu dengan nona Louisa."


"Siapa dia?"


"Laki - laki tersebut mengatakan jika mengenal baik nona Louisa."


"Dimana laki - laki itu sekarang?"


"Di taman belakang rumah sakit nona."


Louisa yang sudah mengetahui siapa laki - laki yang dimaksudkan segera kembali merapikan dirinya dan keluar untuk mempersiapkan diri menemui laki - laki tersebut.


Sementara itu di satu restoran di pusat kota.


"Apa yang kau inginkan Chen?"

__ADS_1


Hari ini nampak Gerald dan nona Chen kembali bertemu lagi.


"Aku ingin mengajak mu untuk bekerja sama."


"Masih kah kau membutuhkan aku Chen?"


"Ya Gerald untuk kali ini aku membutuhkan mu."


"Jadi hanya untuk kali ini saja?"


"Sudah lah Gerald, aku tidak memiliki banyak waktu."


"Kau pikir hanya kau yang tidak memiliki banyak waktu Chen."


"Ini, aku ingin kau menyelidiki wanita ini."


Nona Chen langsung memberikan satu foto kepada Gerald.


"Ya wanita ini Gerald."


Tatapan tajam Gerald langsung tertuju kepada nona Chen.


"Kau yakin akan kembali terlibat dengan kasus lama yang sudah di tutup ini?"


Gerald yang masih tidak percaya dengan keputusan dari Chen kembali menanyakan hal tersebut.


"Ya aku akan kembali terlibat dengan kasus ini jika kasus ini melibatkan kembali keluarga ku."


"Apakah kau sudah memikirkan konsekuensi nya ?"


"Sudah, dan aku akan tetap maju."


Gerald langsung terdiam dengan apa yang di katakan oleh nona Chen.

__ADS_1


"Baiklah jika kau memang sudah yakin, aku akan membantu mu, sebagai balas budi ku kepada mu waktu itu."


"Terserah apa yang kau katakan Gerald, yang pasti aku ingin kau yang menyelidiki nya karena hanya kau yang mengetahui secara lengkap apa yang sebenarnya terjadi."


"Baiklah Chen, aku akan melakukan hal ini."


Setelah mengatakan hal tersebut nona Chen segera bangkit dari tempat duduknya.


"Kau mau kemana Chen?"


"Kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, jadi aku akan pergi sekarang Gerald."


"Apakah kau tidak mau untuk minum dengan ku dulu Chen?"


"Tidak Gerald."


Dengan tegas nona Chen mengatakan hal tersebut kepada Gerald dan langsung meninggalkan Gerald begitu saja di restoran tersebut.


Di satu sisi sejak tadi ada satu mobil yang terus mengamati gerak gerik nona Chen, tanpa nona Chen sadar.


"Tuan James bagaimana apakah kita perlu turun untuk menghampiri nona Chen?"


Di dalam mobil tersebut salah satu pengawal mengatakan hal tersebut kepada tuan James.


"Tidak perlu, ayo kita pergi, aku tau tujuan Chen setelah ini akan kemana, yang perlu kau selidiki adalah siapa laki - laki yang akhir - akhir ini sering bertemu dengan istriku tersebut."


"Baik tuan James Huang."


"Ayo kita kembali ke kantor."


"Baik tuan James."


Mobil yang sejak tadi mengamati gerak gerik nona Chen pada akhirnya melajukan kembali ke araha jalan raya, satu mobil yang sudah sejak lama mengamati dan mengawasi gerak gerik nona Chen.

__ADS_1


__ADS_2