RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
LUKA


__ADS_3

Deg


Lembar demi lembar tulisan tangan Katarina berhasil membuat Leo menitihkan air mata, berhasil membuat Leo menangis histeris di dalam kesendirian nya.


Leo tetap menangis dengan suara nyaring dan seakan - akan kini sudah tidak peduli jika di dalam kamarnya masih ada Lili


Sungguh malam hari ini hati Leo seperti di remukan berpuluh - puluh kali lipat.


Sakit sekali rasanya menerima kenyataan bahwa orang yang dia cintai betul - betul sudah tiada.


Hati Leo yang hancur seakan - akan ingin membuatnya untuk menyusul kepergian Katarina.


"Tuhan apakah ini adil untuk ku? di saat aku ingin mencintai seseorang, tapi mengapa Engkau mengambilnya lagi."


"Tuhan apakah benar rasa cinta mu terhadap Katarina begitu besar sehingga kau tidak mengizinkan aku untuk membahagiakan dia."


"Sungguh Tuhan ini rasanya sakitz sakit sekali Tuhan."


Leo mengatakan semua hal tersebut sambil memukul - mukul meja dengan ke dua tangannya.


Air mata yang sejak tadi masih mengalir tidak di biarkan oleh Leo untuk berhenti.


Sungguh malam hari ini adalah malam yang sangat menyedihkan untuk Leo Huang.

__ADS_1


Rasa sesak di dalam hatinya yang begitu dalam membuat egonya terkikis dengan tajam.


Malam hari ini Leo menangis meraung - raung meratapi kepergian Katarina.


Dengan hati yang hancur untuk pertama kalinya Leo harus bisa merelakan dan menerima bahwa Katarina sudah betul - betul tiada.


*Maafkan Lili papa, Lili harus memberikan buku harian mama kepada papa, Lili tau papa akan sangat terpukul menerima kenyataan ini, namun Lili hanya ingin papa bahagia, Lili percaya mama juga akan setuju dengan semua hal yang Lili lakukan saat ini.


Mama Katarina Lili sungguh rindu dengan mama, Tuhan sampaikan salam Lili untuk mama di sana yah*.


Di balik selimut Lili mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


Tangisan tanpa suara kembali mengalir dari ke dua mata Lili.


Malam hari ini Leo membiarkan tangisan nya terus menerus berlalu sampai pada akhirnya Leo lelah dan terlelap di dalam air matanya sendiri.


Sungguh malam yang sangat menyedihkan di Kuba untuk seorang Ayah dan anak gadisnya yang menangis karena kepergian satu wanita yang sangat berharga di hati mereka masing - masing.


"Selamat pagi nona Cassandra."


"Pagi Xie Xie.."


Pagi ini Xie Xie masuk ke dalam kamar Cassandra dan membuka jendela kamar tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan nona Cassandra pagi ini?"


"Sudah lebih baik Xie Xie."


"Ayo nona Xie - Xie bantu untuk mandi, luka nona harus tetap terus untuk di rawat."


"Ah baiklah."


Cassandra langsung beranjak dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Saat Cassandra membuka gaun tidurnya terdapat jahitandi dadanya.


" Xie Xie jahitan ini sudah tidak bermasalah, jadi kau tidak perlu khawatir lagi."


Cassandra mengatakan hal tersebut sambil menghadapkan dirinya di depan kaca.


"Iya nona, namun tuan Jin Lee tetap berpesan agar aku harus lebih memperhatikan nona Cassandra lagi."


"Hmm seperti itu, ternyata Jin Lee sangat perhatian terhadap ku."


"Wajar saja nona tuan Jin Lee kan tunangan nona Cassandra."


Cassandra langsung tersenyum ketika mendapatkan pertanyaan tersebut dari XieXie

__ADS_1


"Boleh kau bantuk gosok punggung ku?"


__ADS_2