RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
PEMAKSAAN JIN LEE


__ADS_3

Hari itu Pedro memilih untuk menenangkan diri dengan sebuah rencana yang siap untuk di susun.


Sementara itu kini mobil Jin Lee telah berhenti di salah satu rumah di pinggiran kota.


"Jadi kau tinggal di sini Wen Li, kau salah jika kau memutuskan untuk lari dari ku, aku akan melepaskan mu setelah aku mengetahui kebenaran yang sesungguhnya."


Setelah mengatakan hal tersebut Jin Lee segera turun dari dalam mobil dan berjalan ke pintu masuk rumah tersebut.


"Kau."


Wen Li membuka pintu melihat Jin Lee berada di luar langsung kembali menutup pintu tersebut.


"Buka pintu nya Wen Li atau aku hancurkan pintu ini sekarang!"


Teriakan Jin Lee membuat Wen Li yang berada di balik pintu langsung menangis.


"Sebenarnya kau mau apa kemari Jin Lee, aku ingin hidup tenang dengan anak yang sedang aku kandung."


"Wen Li kau pasti mendengarkan aku kan, aku hitung sampai tiga, jika kau tidak membuka pintu maka aku akan menghancurkan pintu ini sekarang juga!"


Jin Lee kembali berteriak kepada Wen Li, dan karena Jin Lee terus berteriak pada akhirnya Wen Li membukakan pintu tersebut.


"Masuklah."

__ADS_1


Wen Li meminta Jin Lee untuk masuk ke dalam rumah tersebut.


"Kenapa kau datang kemari."


"Ini."


Jin Lee melemparkan satu amplop putih ke atas meja.


"Sekarang jelaskan padaku siapa Ayah dari anak yang ada di dalam kandungan mu itu."


"Apakah itu penting untuk kau ketahui?"


Wen Li yang sudah tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan Jin Lee mencoba untuk mempersingkat waktu agar Jin Lee tidak mengetahui kebenaran yang telah terjadi.


"Dan aku tanya sekali lagi apakah hal ini penting untuk mu Jin Lee?"


Pertanyaan yang terus di putar balik saat ini terjadi antara Wen Li dan juga Jin Lee.


Jin Lee yang kesal segera menarik tangan Wen Li dan memojokan Wen Li.


"Katakan kepadaku siapa Ayah anak yang saat ini berada di dalam kandungan mu itu Wen Li!"


Mata Jin Lee memerah menahan marah karena sejak tadi Wen Li terus bungkam dengan semua hal yang menjadi pertanyaan Jin Lee.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah mengatakan hal ini."


"Baiklah jangan salahkan aku jika aku berbuat nekad kepada mu."


Dengan satu kali angkat Jin Lee langsung membawa Wen Li.


"Lepaskan aku Jin Lee, lepaskan aku!"


Wen Li terus meronta - ronta di dalam gendongan Jin Lee, namun Jin Lee seakan - akan tidak memperdulikan perkataan Wen Li, dengan cepat Jin Lee menurunkan Wen di dalam mobil lalu mengikat Wen Li pada kursi mobil tersebut.


"Kau sudah gila Jin Lee."


Mata Wen Li memerah menahan marah ketika Jin Lee mengikat nya di kursi mobil.


"Kau yang membuat aku menjadi gila Wen Li!"


Setelah ikatan Wen Li sudah kencang Jin Lee segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut untuk kembali ke tengah kota.


"Jangan menangis!"


Jin Lee membentak Wen Li ketika mengetahui Wen Li mulai mengeluarkan air mata.


"Kau yang membuat aku menangis."

__ADS_1


"Kau yang tidak mau jujur kepada ku, jadi jangan salahkan aku jika melakukan hal ini kepada mu."


__ADS_2